Showing posts with label good friends. Show all posts
Showing posts with label good friends. Show all posts

Wednesday, 14 March 2012

Perubahan di Kopi Enak

Banyak orang bilang, perubahan itu adalah sesuatu yang baik. Beberapa lainnya, menyanggah.
Beberapa orang bilang, perubahan itu mendewasakan. Beberapa lainnya bilang, tidak.
Beberapa orang bilang, perubahan itu memerlukan adaptasi besar-besaran. Beberapa lainnya berkata, tidak juga.

Lalu?

Jujur, aku sendiri memilih untuk memandang perubahan itu dari sisi tengah.
Terkesan cari aman dan diplomatis, tapi memang itu perspektifku.
Menurutku, perubahan itu tidak selamanya sesuatu yang baik. Tapi ini akan menjadi sesuatu yang baik, selama kamu memang memilih untuk melihat sisi yang terbaik, sisi yang akan membuatmu berkembang.
Perubahan itu memang mendewasakan, bagi orang-orang yang memang mau berkembang bersama perubahan itu. Bagi yang tidak, silahkan menangisi perubahan yang terjadi. Kamu tidak akan dipaksa untuk berhenti,
Perubahan terkadang memerlukan adaptasi besar-besaran (kalau diperlukan), dan apabila kamu termasuk orang yang suka melakukan perubahan dari hal yang kecil dan perlahan, silahkan.. Ini hidupmu.. Caramu..  Tanggung jawabmu..

Aku sendiri telah mengalami beberapa kali perubahan daam hidupku.
Perubahan tempat tinggal, perubahan pemikiran, perubahan gaya hidup, perubahan jam tidur, perubahan tugas, perubahan orang-orang dan perubahan gaya komunikasi.

Perubahan gaya komunikasi?
Yap... ini salah satu perubahan yang cukup signifikan dalam hidupku akhir-akhir ini.

Semenjak awal 2011 lalu, aku beralih dari pengguna handphone sejuta umat menjadi pengguna handphone pintar. alasan awal pergantian ini karena aku sadar bahwa aku yang pelupa ini membutuhkan sesuatu yang bisa membuatku lebih teratur dan pastinya barang ini tidak akan (paling tidak, peluangnya kecil untuk) tertinggal. Akhirnya, pilihanku jatuh pada handphone robot hijau.

Ternyata robot hijau ini begitu pintar, karena selain membantuku mengatur banyak hal, dia juga mampu untuk mendekatkanku dengan banyak orang. berbagai aplikasi yang selama ini kumainkan via laptop, sekarang masuk ke dalam handphone ini dan membuatku menjadi bebas untuk berbicara dengan teman-temanku kapanpun dan dimanapun (selama baterai masih cukup :P)

Salah satu teman yang sangat aktif aku hubungi via aplikasi handphone adalah teman-teman Kopi Enak. Kami sampai memiliki satu grup khusus di aplikasi yang menghubungkan semua handphone pintar kami, sehingga kami bisa saling berbicara sepuasnya. Terhitung sejak 2011 yang juga ditandai dengan makin tingginya mobilitas masing-masing dari kami, saling menyapa di grup adalah satu hal yang bisa membuat kami lepas dari rutinitas dunia nyata.

Terkadang, pembicaraan yang kami gulirkan begitu sederhana. "Hanya" seputar hal apa yang kami lihat, hal apa yang terjadi pada kami (yang saat ini terbagi menjadi 3 kota berbeda), kegalauan kami, ucapan selamat atas prestasi yang berhasil diraih, rentetan doa serta tips saat salah satu dari kami akan menghadapi sesuatu yang penting, ucapan semangat, merayakan ulang tahun virtual dengan menempelkan berbagai macam emoticon, share foto makanan, foto pemandangan dari kamar kos, foto acara kantor, foto landmark satu kota/negara yang kami singgahi bahkan sampai merancang satu organisasi untuk tabungan pahala di masa depan (Amin!).

Semua hal itu, terjadi hanya melalui handphone kami.
Kami hanya cukup menekan icon aplikasi di handphone dan voila,,, ada orang-orang disitu yang akan membuat hati dan bibir ini tersenyum.
Kami bahkan tidak perlu repot mengatur jadwal masing-masing supaya bisa mengobrol panjang, cukup mengetikkan beberapa kata di grup dan yang lain akan merespon layaknya kami sedang duduk di satu meja.
Memang terasa ada yang kurang, karena kami tak bisa langsung bertatap muka. Tapi, tampaknya membaca ketikan kata-kata dari handphone teman di ujung sana, sudah sangat jauh lebih baik daripada hanya menahan rindu untuk mengungkapkan isi hati. 


Sampai detik ini, aku masih bahagia dengan perubahan gaya komunikasi ala kopi enak ini. Sangat bahagia malah, karena kami bisa tahu dunia orang-orang yang kami sayang dengan lebih dekat. 


To You, Kopi Enak...
Kalau dalam #FilosofiKopi ada yang namanya Kopi Tiwus, yang artinya Walau tidak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya.

Aku berani bilang, kalau dalam sejarah hidup kami, akan selalu ada kalimat

Kopi apa yang selalu anda rindukan? 
KOPI ENAK

Artinya: 
Keakraban, Dukungan, Doa, Harapan dan Kebahagiaan terbalut dalam kehangatan persahabatan

Kopi Enak, Januari 2012


 
Kopi Enak, Desember 2011




Kopi Enak, Maret 2012

Saturday, 21 January 2012

5 Bulan

5 bulan telah terlewati, Kawan 

5 bulan yang penuh mata panda karena kurang tidur

5 bulan yang diisi tawa lepas saat ada hal lucu yang terjadi

5 bulan yang seringkali diisi dengan linangan air mata saat akhirnya kita mau untuk membuka sedikit tabir diri kita pada teman sekelas kita 

5 bulan yang penuh dengan jurnal, presentasi dan makalah 

5 bulan yang penuh kehebohan saat kita harus berhadapan dengan HPP serta laporan 

5 bulan yang penuh kata TEMAN-TEMAN,,, SEMANGAT YA... KITA BISA!! 

5 bulan yang  mengenyangkan (serta membulatkan) perut 

5 bulan pemberian materi yang mengasyikkan, menarik juga terkadang membosankan 

5 bulan...
Yang terasa seperti bertahun-tahun 
Mengapa? 
Karena aku merasa bahwa aku berubah dari Nhira yang dulu menjadi Nhira yang sekarang. Bukan perubahan yang sangat ekstrim sampai membuatku tidak mengenali diriku sendiri, tetapi perubahan dalam diriku yang membuatku lebih nyaman dan lebih enteng dalam menjalani kehidupan ini. 


Sampai detik ini, aku masih kaget dengan fakta bahwa hanya dalam waktu 5 bulan, aku bisa mulai melepaskan diri dari kepompong diri seorang Nhira.

Hanya 5 bulan ,untuk membuat seorang Nhira yang dulunya pelit membagi cerita dunia internalnya menjadi seorang Nhira yang sudah mulai membuka pintu dirinya kepada dunia luar 

Hanya 5 bulan, untuk membuat seorang Nhira mengakui bahwa dirinya penuh dengan mekanisme pertahanan diri, distorsi kognitif serta inkongruensi. Sesuatu yang dahulu akan ia coba sangkal saat ada orang lain mengatakan itu padanya 

Hanya 5 bulan, untuk membuat seorang Nhira begitu menghargai emosi-emosi di dalam dirinya, bahkan Nhira sudah bisa menyapa kebanyakan emosi negatif yang ia rasakan. Lagi-lagi, ini adalah sesuatu yang biasa Nhira abaikan 

Hanya 5 bulan, untuk membuat Nhira berani mengutarakan rahasia terbesarnya kepada orang lain 

Hanya 5 bulan, untuk membuat Nhira mengerti bagaimana rasanya afek datar

Hanya 5 bulan, untuk membuat Nhira bisa menangis untuk permasalahan yang dahulu sering dianggapnya remeh 

Hanya 5 bulan, untuk menjadikan Nhira mulai mengenal dirinya 

Hanya 5 bulan, untuk membuka mata Nhira lebar-lebar bahwa Allah itu begitu mencintainya karena telah menempatkannya di mapro klinis 8 

Hanya 5 bulan, untuk membuat Nhira mencintai Mapronis 8 dengan sepenuh jiwanya. 

Samuel Taylor Coleridge mengatakan  
"Friendship is a sheltering tree
Bagiku,, 
Mapronis 8 is my own personal sheltering tree, for it always giving me space to shade for a while before i continue walking for greater journey

Terima kasih untuk semua proses yang telah kita jalani bersama 5 bulan terakhir ini, Mapronis 8 

Terima kasih untuk cinta tanpa syarat yang telah kalian ajarkan 

Dan Terima kasih untuk mau berbagi bersamaku 
Intervensi Komunitas Kelas Mapronis 8

Saturday, 31 December 2011

The Bali Trip

BALI TRIP!!!!
 

I had a very wonderful moment to finish my year of 2011.
On the 21st-23rd of December, i and 10 of my friends in Master of Professional Psychology got the chance to be participants of 2nd International Conference of Indigenous Cultural Psychology in Bali. We've done many things, but our main purpose was to present our research, which were our bachelor thesis research. 

It was really amazing experience. We -11 of us- were all women and you can imagine how chatty it was to be near us on the bus. For this kind of event, Mas hakim was the only one witness of this (not so) surprised conditions. 

We started this experience, waaaayyyyy long ago, about 3 months ago when our head of Clinical Department in Master of Professional Psychology, Bu Bo, offered us to send our research's abstract to the committee  of 2nd ICICP. So there we were, bunch of innocent people tried to deal with the luck and we made it. We got the letter of acceptance. Because of the "storm" called Psychodiagnostics Block came to our way, we ignored this LOA and we indulged ourselves into the beauty of PSD. 

So, about a month before the conference, we realized that it was the time for us to made our mind, whether we were still going or not. Done with the thinking and we said "what the hell,, let's give us a chance". Then, we hurried things up, did the payment, coordinated with few people about the accomodation, transportation and stuff and finally we ended up with the result that: 
1) we're gonna take the bus for the round trip
2) we booked rooms at the very affordable price hotel, near Udayana 
3) we were gonna rent the motorcycle while we were there

As it was fixed, we were pretty much settle. a week before the conference, we started to be anxious because we hadn't done any preparation about the presentation. Especially me. i was gonna take this presentation as nothing to lose presentation. this kind of thinking stucked in my head for few days UNTIL i read the presentation schedule and found out that i was in the same session with MANY EXPERIENCED SPEAKER. Aaaahh,,, i felt like i wanted to roll over the floor and cried -No Kidding!!!-. 

Long put short, we finally came to the day of departure. With the psychosomatic symptom in me, i convinced myself that i was gonna be OK, no matter what. So off we went to Bali with Safari Dharma Jaya Bus. It took us about 22 hours to arrive at the Bus Station in Bali. We continued our journey with Angkot to reach Udayana and the Hotel. Mind you, this angkot was full with bunch of travel bags and 12 people. Imagine how crowded it was :))

The Bus  

Sunrise from the ferry to Gilimanuk Bali
The Angkot

We checked in and went to our rooms. my roommate this time was Anggi. our first room was .... Ummm,,, i dont know how to put it into words. Umm,,, well. I and Anggi were the type of person who think that Bathroom is the most important thing of the room, which it should be clean and comfy. ours were not. Thank God, we changed room and the bathroom was better, not much, but enough. 

The room


after got ourselves registered, i, anggi, maya, uki, devi and salma walked around the hotel, catched the angkot and tried to find the motorcylce rental. It wasn't easy move though. We -who used to ride the motorcycle everywhere in Jogja- had to struggle with the heat of Bali by walking. We gave up and catched another angkot which then brought us the new adventure of wondering the gangs of Bali. It was really something that you couldnt think of. 

The Angkot which brought us inside the gangs of Bali


Later at evening, we had this wonderful opening ceremony in GWK. we had a fine dining in one of the best view restaurant in Bali and be presented very beautiful Bali dancing.  i was amazed by the dance named Bali Mini. it was about the relationship between man and man, man and nature, also man and God. The dance was Epic! Very beautiful coreography and lighting. WELL DONE!
Before the dinner





The next two days were days of presentation. Mine was on the last day of conference. I was nervous like hell. i didnt prepare myself much, because of the black out happened the night before my schedule. i was sleep deprived because Anggi was afraid to Dark and couldnt sleep. So i tried to accompany her but when it was 3 am, i couldnt help myself but falling asleep. In the morning, when i wanted to rehearse my presentation, i found out that the file was missing. 

Presentation time









Fortunately i saved my -almost- done presentation in Anggi's lappy so i didnt have to start over. By the time my time came, i was still nervous. So i said to the audience 
my lecturer once said by being honest about your condition at the moment of stress, you're going to unleash your stress. So i'm going to admit that i'm now having cold hands and very nervous. 
what happened next? 
the audience clapped their hands and all of the sudden i got all the confidence in me to start talking and did the presentation well (i guess). 


Because it was the last day of conference, we had the closing ceremony which was also wonderful. The rest of the night were spent with little bit of shopping. It was such a long tiring day, so we went home right away and rested our body and be prepared for the sunrise seeing in Sanur. 

At 5 am, we left Hotel by motorcycle and rode to Sanur. Before we arrived in Sanur, we stopped at Circle K to buy drinks. Mbak Ima said that there was something wrong with her motorcycle, it couldnt be startered. we all tried our best to startered but none worked. Mbak Ima was sure it wasn't the fuel, because it was full. i and anggi rode our bike ahead to find the mechanic, but none were already opened, so we headed back. 


2 guys helped us to check the machine. no troubles were found. 1 of the guy then opened the fuel tank and he shouted 
no fuel..
we were just starring each other and bursted into great laugh. My God, we spent almost 15 mins, checked on the machine and only found out the only problem was no fuel? You gotta be kidding me. And guess what? The fuel station was right in front of the CK. Felt like God already showed us the answer, it was just us who couldnt understand what He was trying to say in the first place. 


This problem sorted out, we went to Sanur only to find that it was full and it wasnt as good as we thought. I, who asked budi to be our tour guide that day, called Budi and she asked us to go to Mertasari Beach, near her house. So off we went. we met Budi in the halfway and Mertasari was such a beauty. With the sun started to go up, we took bunch of pictures. I also had the chance to catch up with Budi, updated few gossips then Budi invited the 9 of us to her home. 


She showed us what the Balinese's house like. Her house was lovely. i wanted the house like hers. It felt like you have your own art gallery and garden in your house. Soooooo relaxing. If i had the chance to sleep over, i would use my time only to enjoy the atmosphere of the house and SLEEP!! 


After had our mini brekky, we were off to Mangrove forest. It took us about 20 minutes of riding thru By Pass, but it was worth it. The forest was awesome, with lots of spot to take pictures.


The Closing ceremony
Sanur                                                                                                                                                                       
Mertasari
Budi

mangrove forest





At 9.30 am, we all went back to Denpasar, had Brunch then got ourselves back to hotel. all washed up and ready to check out. By 2 pm, we were already in the bus station, ready to go back to Jogja. 


That was pretty much what happened in Bali. 
Too many details unwritten, but those would always be remembered. 


I had soo much Fun and im sure my friends too. 
It was my first time to present my research in the front of distinguished speakers from all over the world. Even tough i have to suffer another psychosomatic, i dare to take the challenge to be involved in the next conferences.
In the front of the venue
2nd ICICP
 

Saturday, 15 October 2011

Manusia Itu ...

Manusia itu mahluk yang .... (isi sendiri menurut mu)

Kalau menurutku? 
Manusia itu mahluk yang Kuat, tetapi juga rentan. 

Normatif?
Mungkin terkesan begitu, tapi cobalah dengar argumentasiku sebentar. 


Manusia adalah mahluk yang kuat, 
karena seorang manusia mampu menguatkan manusia lainnya dengan berbagai cara. Tengok saja kehidupanmu, kamu bisa menguatkan manusia lainnya dengan duduk diam di sampingnya dan mendengarkan segala ceritanya.

Kamu juga bisa memegang tangannya halus tanpa berkata, tetapi matamu dan tubuhku seakan meneriakkan dukungan tanpa henti. 

Kamu juga bisa berbicara tentang berbagai hal yang terjadi pada hidupmu hari ini, kemarin, minggu lalu bahkan beberapa bulan yang lalu. 


Kamu bisa menceritakan tentang sesuatu yang kamu sukai, yang kamu percayai, yang kamu pikirkan, bahkan sesuatu yang kamu imajinasikan. 


Bahkan, kamu bisa menguatkan seseorang hanya dengan senyum sederhana dari bibirmu. 


Hal-hal sesederhana dari dirimu itu, yang mampu menyentuh hati dan merombak pemikiran manusia lainnya bahkan memberikan semangat untuk keluar dari keterbatasan yang dibuat oleh tangan-tangan tak terlihat. 


Lalu,, disaat seorang manusia mampu melakukan hal sehebat ini pada manusia lainnya, dimana letak kerentanannya? 
Sudah hilangkah sisi kerentanannya? 


Belum..
Manusia tetaplah mahluk yang rentan. 


Manusia memiliki permasalahan, baik itu permasalahan yang telah dimilikinya sejak dahulu kala dan permasalahan yang baru muncul beberapa menit lalu. 


Manusia memiliki kejadian traumatis bahkan berbagai pengalaman subjektif yang sangat mempengaruhi dirinya. 

Pengalaman yang terkadang membuatnya lebih memilih untuk melupakan dirinya. 

Pengalaman yang membuatnya bersembunyi di balik jati diri baru hasil kreasinya dan menyimpan diri lamanya begitu dalam dan begitu tidak tersentuh dunia luar. 


Begitulah manusia menurut aku. 
Manusia yang kuat, tetapi juga rentan. 
Manusia yang mampu mengeluarkan manusia lainnya dari permasalahan, tetapi kesulitan untuk mencari celah keluar dari permasalahannya sendiri. 


Apakah itu salah? 
Tergantung dari sisi mana kamu melihat. 
Dari sudut pandangku, tidak ada yang salah. 
Manusia hidup dan berproses. 
Selama dia masih ingin menikmati kehidupan dan berproses, dia akan menemukan manusia lainnya yang akan membantunya untuk keluar dari lubang permasalahannya. 

Itu yang aku yakini. 

Tulisan ini lahir dari proses pembelajaran selama 1.5 bulan terakhir. 
Terima kasih kepada teman-teman Mapro Klinis UGM VIII yang telah mengajariku tentang fitrah kita sebagai manusia.

Wednesday, 12 January 2011

a simple Thank You

I would say Thanks for all the things you said
because somehow, it makes me stronger

I would say many thanks for all stories you told me
because somehow, you suck me up to your world and pretty much introduce me to your world

I would say big big thanks for all your comments
because somehow, i got a feeling that you understand

I would say thanks a bunch for your perfect sayings. even tough it's only simple "ooo"
because somehow, you know that all i need is ears to listen

Are the things all out now?
No, to be honest too many things unspoken

but i prefer it that way for now
i dont know for few days, months or years ahead

as long as those ears are there
i would say im perfectly okay

Tuesday, 7 September 2010

The LAST but not the VERY LAST Story

sekarang aku dapat bernafas lega
AMAT LEGA..

Amanah yang sudah kusandang selama kurang lebih 6 bulan terakhir akhirnya berakhir. 
ibarat proses membatik, proses "melorot" malamnya sangat sangat sempurna. :) *apaaaa sih Nhir?

Well, bagi yang membaca mungkin hanya akan berpikir 
Hhh,,just another KKN story! Boring!!!

Yah, memang ini adalah "just another KKN Story"
lagi-lagi aku bercerita tentang KKN ku. Maafkan kalau kamu sudah muak (mengingat semenjak akhir agustus 2010 hampir semua jejaring sosial yang sedang eksis di kalangan muda mudi dipenuhi dengan berbagai status tentang hari-hari terakhir serta perpisahan dengan masing-masing unit KKN serta warganya) tapi bagi aku dan para KKNers lainnya, mungkin tak akan pernah ada rasa muak atau bosan saat membicarakan masa-masa KKN. selalu saja ada memori yang tiba-tiba berloncatan minta diceritakan oleh bibir masing-masing. believe me, it's even quiet hard to still silent about it. 

di beberapa posting terdahulu, aku telah memberikan gambaran tentang Unit KKNku. aku pernah menyebut KKNku adalah KKN HEBAT. 
dengan bangga, aku masih mampu menyebut bahwa Unit KKNku adalah KKN HEBAT. 

Cerita ini teruntuk kalian Belukers :) 
Belukers, 
hanyalah segerombolan anak-anak yang tergabung oleh nasib
Katakanlah kami beruntung, karena mendapat tugas dari Yang Maha Kuasa untuk mengabdi pada masyarakat Beluk. 

Mengabdi? 
Yah,, aku harap proses kita selama kurang lebih 2 bulan terakhir makin membuat kita mengerti apa itu mengabdi.

Belukers,,
24 orang dengan keunikan masing-masing berkumpul menjadi satu
ada ego yang membuncah
kebutuhan untuk didengarkan, dimengerti, diterima serta disayang
keinginan untuk menampilkan diri apa adanya
dorongan untuk selalu tertawa bahagia tanpa meninggalkan 7 huruf yang disebut PROGRAM

Belukers,,
24 orang dengan tingkah polah masing-masing
berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai hal baru -sebut saja makanan, tempat tidur, teman serumah, teman sekamar, kebiasaan masing-masing teman-
berupaya menjalankan program dengan sebaik-baiknya, bergaul dengan warga sekitar dan mendapatkan hati mereka
harapan tak munafik untuk mendapatkan nilai A untuk mata kuliah Wajib bersifat Interdisipliner ini.  

 Belukers,,
masih ingatkah masa ini? 
masa-masa survey di awal kita baru ber 13 orang. 
ini embrio kita teman..
disini semua bermula.
jujur, aku sempat merasa sangat gamang dan takut melangkah.
ribuan tanya ada disana 
pertanyaan klasik seperti
gimana nanti jadinya KKN ku? Jadi kormanit seribet apa yah? bisa nggak aku mimpin teman-temanku? 
semua berasa terbang di langit-langit otakku
Belukers,,
masih ingatkah saat-saat rapat kita dahulu?
saat dimana kita mencoba merumuskan berbagai program berdasarkan pemikiran dan kreativitas masing-masing dengan tak lupa "pembantaian" dari pihak lembaga mitra.

masih ingatkah jadwal rapat kita? 
Tiap Kamis jam 3.30 di kos Manda..
aku masih ingat berbagai sms yang menyambangi Nokia 5310 setiap kamis sekitar jam 3an 
"Mbak Nhir, aku telat rapat ya. masih ada .... dulu"

masih ingatkah masa-masa rebutan makanan saat rapat? 
bisa ngitung nggak seberapa cepatnya makanan-makanan peneman rapat berhasil kita sikat sampai habis? 
bisa ditebak kan siapa yang paling berkontribusi dalam menghabisi berbagai macam makanan itu?
n ssssssssssssstttttttttt,,, bahkan dari rapat-rapat rutin itu pun berbuah benih-benih kisah kasih nyata yang TERNYATA makin tumbuh subur di Beluk :)) 



 Belukers,,
masih ingatkah kalian masa-masa mendekati KKN dimana kita sibuk memikirkan dana KKN kita, sibuk jualan ini itu demi segepok rupiah demi kehidupan program kita selama 2 bulan? 
Belukers,,
masih ingatkah saat-saat penentuan sub unit, kormasit dan kormater? 
hebohnya kita membagi 23 orang (yang saat itu blom ketambahan irwan) menjadi 3 sub unit. sampai ada plan A-plan D. ribut-ributnya Boni yang gak mau dijadiin kormasit, tapi toh di tiap Plan dimanapun dia berada selalu jadi kormasit :))

Belukers,,
masih ingatkah di tanggal 4 juli 2010, dimana kita mulai diterjunkan dan mulai menghadapi hari-hari di Beluk. Mulai menata rumah 
menuliskan kaliamat "konsolidasi sub unit" di K3 untuk menggambarkan kegiatan nonton bareng, main kartu bareng, main PS, ngobrol nggak jelas sampai diskusi.

Belukers,,
masih ingatkah saat hari kedua kita disana disaat kita dengan sukses dibuat kalang kabut gara-gara harus menyebar undangan kepada bapak RT/RW -yang ujung-ujungnya hanya beberapa undangan yang bisa disampaikan karena KITA yang sudah kepala 2 ini ternyata masih takut dengan mahluk yang bernama anjing-?

Belukers,,
masih ingatkah saat program-program mulai berjalan?
ada kepusingan hebat melanda gara-gara program
ada dahi penuh kerutan disana
ada wajah-wajah tegang penuh harap
ada rasa jengkel
ada senyum kecut tergambar di wajah
ada rasa lelah
ada masa-masa labil
ada rasa bosan yang terkadang menyeruak
ada rasa malas
ada rasa geram yang tak jarang berbuah marah

sesuram itu kah?
Aku jamin, selalu ada masa suram

Bagaimanapun, langit tak selamanya suram kan kawan?
bahkan setekah badai pun selalu ada sinar hangat penenang hati

Belukers,,
masih ingatkah kalian wajah-wajah lega nan cerah terpancar setelah kita selesai program?
selalu ada senyum-senyum malu
selalu ada suara tawa menggelegar
ada candaan khas tiap hari
ada semangat
ada senyum lepas
ada hasrat untuk selalu mempersembahkan yang terbaik
selalu ada masa-masa Kasmaran
ada tawa saat mengingat berbagai hal-hal kecil
ada rencana-rencana ngabur dari pondokan yang selalu membangkitkan semangat :)
ada cinta yang bersemi dan tumbuh subur
ada persaudaraan yang mulai mengakar disana
ada saat-saat dimana kita merasa hebat dengan berani mengambil sikap tegas saat sesuatu yang tidak benar terjadi
ada keluarga baru yang ditemukan
selalu ada saat-saat dimana kita bermain,,, bermain dan bermain..
ada masa foya-foya khas Beluk
ada senandung berbagai lagu
ada saat-saat dimana kita merasa kembali ke masa kanak-kanak (sesuatu yang beberapa bulan lalu terasa bodoh untuk dilakukan, tapi toh pesona KKN mampu menyibak segala tabir JAIM)
ada tangisan perpisahan
ada masa-masa heboh

Belukers,,
masih ingatkah tingkah polah kita ini?


Thanks for all things that we've shared,
i -as the leader-might be mean, cranky, cruel, self centered (you name it) to you all
but that's because i Love you all

Thanks for  all moments we've been through
it's such an honour to have you guys as my family

Dear Belukers,,

I fall asleep with my friends around me, the only place i know. I'm going to call this home (Jimmy World)