Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

Sunday, 1 April 2012

2 stories

There are successful stories and unsuccessful ones in our lives.
Sometimes we think that once we are having this unsuccessful story, we are not qualified enough to reach any of those successful stories that we always dreamed of.

But the thing is,
Sometimes we don't realize that by experiencing the unsuccessful story, we learn to be tough, strong and start to believe in ourselves.

It makes us realize that we still have things that we have not known.
Things that we need to explore more,
about live
and
ourselves.

Wednesday, 14 March 2012

Perubahan di Kopi Enak

Banyak orang bilang, perubahan itu adalah sesuatu yang baik. Beberapa lainnya, menyanggah.
Beberapa orang bilang, perubahan itu mendewasakan. Beberapa lainnya bilang, tidak.
Beberapa orang bilang, perubahan itu memerlukan adaptasi besar-besaran. Beberapa lainnya berkata, tidak juga.

Lalu?

Jujur, aku sendiri memilih untuk memandang perubahan itu dari sisi tengah.
Terkesan cari aman dan diplomatis, tapi memang itu perspektifku.
Menurutku, perubahan itu tidak selamanya sesuatu yang baik. Tapi ini akan menjadi sesuatu yang baik, selama kamu memang memilih untuk melihat sisi yang terbaik, sisi yang akan membuatmu berkembang.
Perubahan itu memang mendewasakan, bagi orang-orang yang memang mau berkembang bersama perubahan itu. Bagi yang tidak, silahkan menangisi perubahan yang terjadi. Kamu tidak akan dipaksa untuk berhenti,
Perubahan terkadang memerlukan adaptasi besar-besaran (kalau diperlukan), dan apabila kamu termasuk orang yang suka melakukan perubahan dari hal yang kecil dan perlahan, silahkan.. Ini hidupmu.. Caramu..  Tanggung jawabmu..

Aku sendiri telah mengalami beberapa kali perubahan daam hidupku.
Perubahan tempat tinggal, perubahan pemikiran, perubahan gaya hidup, perubahan jam tidur, perubahan tugas, perubahan orang-orang dan perubahan gaya komunikasi.

Perubahan gaya komunikasi?
Yap... ini salah satu perubahan yang cukup signifikan dalam hidupku akhir-akhir ini.

Semenjak awal 2011 lalu, aku beralih dari pengguna handphone sejuta umat menjadi pengguna handphone pintar. alasan awal pergantian ini karena aku sadar bahwa aku yang pelupa ini membutuhkan sesuatu yang bisa membuatku lebih teratur dan pastinya barang ini tidak akan (paling tidak, peluangnya kecil untuk) tertinggal. Akhirnya, pilihanku jatuh pada handphone robot hijau.

Ternyata robot hijau ini begitu pintar, karena selain membantuku mengatur banyak hal, dia juga mampu untuk mendekatkanku dengan banyak orang. berbagai aplikasi yang selama ini kumainkan via laptop, sekarang masuk ke dalam handphone ini dan membuatku menjadi bebas untuk berbicara dengan teman-temanku kapanpun dan dimanapun (selama baterai masih cukup :P)

Salah satu teman yang sangat aktif aku hubungi via aplikasi handphone adalah teman-teman Kopi Enak. Kami sampai memiliki satu grup khusus di aplikasi yang menghubungkan semua handphone pintar kami, sehingga kami bisa saling berbicara sepuasnya. Terhitung sejak 2011 yang juga ditandai dengan makin tingginya mobilitas masing-masing dari kami, saling menyapa di grup adalah satu hal yang bisa membuat kami lepas dari rutinitas dunia nyata.

Terkadang, pembicaraan yang kami gulirkan begitu sederhana. "Hanya" seputar hal apa yang kami lihat, hal apa yang terjadi pada kami (yang saat ini terbagi menjadi 3 kota berbeda), kegalauan kami, ucapan selamat atas prestasi yang berhasil diraih, rentetan doa serta tips saat salah satu dari kami akan menghadapi sesuatu yang penting, ucapan semangat, merayakan ulang tahun virtual dengan menempelkan berbagai macam emoticon, share foto makanan, foto pemandangan dari kamar kos, foto acara kantor, foto landmark satu kota/negara yang kami singgahi bahkan sampai merancang satu organisasi untuk tabungan pahala di masa depan (Amin!).

Semua hal itu, terjadi hanya melalui handphone kami.
Kami hanya cukup menekan icon aplikasi di handphone dan voila,,, ada orang-orang disitu yang akan membuat hati dan bibir ini tersenyum.
Kami bahkan tidak perlu repot mengatur jadwal masing-masing supaya bisa mengobrol panjang, cukup mengetikkan beberapa kata di grup dan yang lain akan merespon layaknya kami sedang duduk di satu meja.
Memang terasa ada yang kurang, karena kami tak bisa langsung bertatap muka. Tapi, tampaknya membaca ketikan kata-kata dari handphone teman di ujung sana, sudah sangat jauh lebih baik daripada hanya menahan rindu untuk mengungkapkan isi hati. 


Sampai detik ini, aku masih bahagia dengan perubahan gaya komunikasi ala kopi enak ini. Sangat bahagia malah, karena kami bisa tahu dunia orang-orang yang kami sayang dengan lebih dekat. 


To You, Kopi Enak...
Kalau dalam #FilosofiKopi ada yang namanya Kopi Tiwus, yang artinya Walau tidak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya.

Aku berani bilang, kalau dalam sejarah hidup kami, akan selalu ada kalimat

Kopi apa yang selalu anda rindukan? 
KOPI ENAK

Artinya: 
Keakraban, Dukungan, Doa, Harapan dan Kebahagiaan terbalut dalam kehangatan persahabatan

Kopi Enak, Januari 2012


 
Kopi Enak, Desember 2011




Kopi Enak, Maret 2012

Sunday, 19 February 2012

Jika... Maka...

Jika kekuatan dan kesabaran seseorang itu genetik, 
Maka aku adalah orang yang sangat beruntung karena memiliki keluarga besar seperti yang aku punyai sekarang. 

Jika ketegasan, kelembutan dan ketabahan seseorang itu dapat diwariskan melalui hubungan darah, 
Maka aku adalah anak yang harus selalu bersyukur karena memiliki kedua orang tuaku. 

Dan, 
Jika aku diberi wewenang untuk memilih jalan hidupku kembali
Maka aku tak akan memilih jalan lain, selain jalan yang aku lewati sekarang. 
Cukuplah ini semua bagiku.

Monday, 13 February 2012

Cinta sederhana

Ternyata, menunjukkan rasa cinta itu nggak perlu keluar banyak biaya,
Nggak perlu juga kata gombal.

Terkadang, hanya perlu satu tindakan seperti

Tturun dari pesawat yang ditumpangi, lalu berjalan cepat dengan nafas tercekat menuju pintu keberangkatan sebuah maskapai penerbangan, menekan nomor 08XXXXXXXXX3 dan berkata
"pesawatmu sudah berangkat? Belum? Kalau gitu, tunggu sebentar ya. Ini sudah menuju tempat check in"

Berdesakan di antrian masuk sambil kepala menoleh ke kiri dan ke kanan, tak peduli betapa sakitnya paru-paru yang rakus menghirup oksigen di tengah keramaian.
Saat wujud yang dicari tiba, barulah bahu yang tegang perlahan mulai relaks.
"Belum boarding kan pesawatnya? Ini buat kamu *sambil menyodorkan oleh-oleh penganan kecil*"

Sederhana ya?
Ya sederhana..
Tapi nggak semua orang mau bersusah payah untuk berlari-lari dan mengejar jadwal boarding pesawat, hanya untuk memberikan sebuah oleh-oleh.

Sederhana ya?
Ya sederhana..
Dan aku bahagia, karena bisa mendapatkan perlakuan penuh cinta ini dari Mamaku.
Terima kasih Mama,,
I Love You :-*

Tuesday, 6 December 2011

The Wedding Day of Mine

i  was on facebook few minutes ago, 

then i saw the wedding pictures of my friend. 

Those pictures were beautiful, happy faces were everywherein the photos, gorgeous bride and groom, all family and friends gathered in joyful. the "fun theme" embedded all over the place. 

Then, few pictures paralyzed me -seriously-

the pics which showed a group of foreign people, who were her host family from Europe, attended the wedding. 

Again,, it was actually pretty normal. They are her Europe's parents and siblings. Even tough they are not her natural family, THEY ARE her family. 


so what's the biggie? 

It's a big deal for me because i remember my Mum's words back in 2006. It was few nights away before me leaving Aussie. At the farewell dinner, just before the dessert came, she said

"Nhira when you marry, your husband will give you a ring as a symbol that you are his. Now we give you this (ring), so it means you are part of our family" (Mum Glenda, 8th of July 2006)

Later on that night she said 

"we expect you to invite us on your wedding".  

Such a rhetorical question!! i thought. 

But it didn't elude me to say "OF COURSE I WILL" out loud. As an answer, she hugged me. TIGHT. 

In my mind, i thought 

"all right, this is a promise. unbreakable one. I want all of my aussie family to fly to Samarinda for my wedding and be there, beside me on my wedding day". 

It was a promise made about 5 years ago. 

 Today, i realize that it wont happen. 

I mean, not all of my aussie family will come. 1 thing for sure, Rob won't come. 

Rob (my host dad) passed away 3 years ago, which means he wont be able to stand beside me on my wedding day. 

No silly joke of him, No pops whingeing of him, No famous ridicule smiley face of him. But importantly, No tight hug of him. 

A kind of hug that make you feel like he's transferring all of his energy to you. 

A kind of hug that make you sniff the smell of his body deeply. 

A kind of hug that make your body move as his body moves slowly

Well, this kind of thought occurred to me years ago, even right after i got the news of his death.  

But tonight, those photos made my back rest tiredly. I couldn't help myself, i let the feeling of envy inside me arose.

 So?

I pray to Allah to make the rest of the promise stands, until my wedding day. 

i want the rest of  my aussie family i have and also all of my indonesian family to be there, stand beside me, on my wedding day.

It's simple, isn't it Allah? 

Please... 

I hope You are gonna answer "Yes".  

Taken from: amazingbaloons.co.uk

 

Friday, 15 April 2011

A Moment to Remember

Saat seseorang ditanya
"hal apa di hidupmu yang paling berharga?"
Jawabannya pasti beragam,
"Uang, Laptop + data (ni yang jawab mostly anak skripsian deh pasti), Sahabat, Pacar, Suami, Anak, Orang Tua, Rumah, Mobil, bla bla bla"
Well,,, endless answers i should say.

Tapi, coba pikir deh. Saat kamu ditanya pertanyaan yang sama, kamu akan jawab apa?
Kalau aku (beberapa jam lalu) akan menjawab
Hal yang paling berharga di hidupku adalah hatiku. Karena dengan hatiku, aku bisa merasakan begitu banyak hal. Semua kejadian sedih sampai senang, bisa aku resapi begitu dalamnya karena hatiku berbicara. 

Tapi, itu Nhira yang beberapa jam lalu. Kalau sekarang?
Aku akan menambah jawabanku. Aku akan menambahkan MEMORI.

Bayangkan kalau dalam satu waktu, memorimu hilang. Kamu nggak bisa ingat apa-apa. Nggak bisa ingat keluargamu, temanmu, kekasihmu, bahkan dirimu sendiri.
Wouldn't you feel lost? I'm sure you would..

Lalu, kenapa Nhira menambahkan memori dalam list "Hal Berharga"nya?
Penjelasan dimulai dengan menyebutkan 1 judul film, A Moment to Remember

Awal menonton film ini, terkesan bahwa film ini bergenre drama romance. Bercerita tentang lika liku percintaan dua anak manusia.Kenyataannya film ini memang film drama, tapi drama tercipta bukan dari pertentangan keluarga yang nggak merestui hubungan mereka melainkan dari pertentangan mereka melawan waktu dan memori. 

Pemeran utama wanita, Su Jin, adalah tipikal wanita muda korea yang cantik, lembut, berkarier baik dengan masa lalu yang tidak begitu menyenangkan. Karena kebiasaan lupanya, akhirnya dia bertemu dengan pemeran utama pria, Chul Soo di sebuah mini market. Chul Soo adalah lelaki ganteng, kuat, cuek, tipikal lelaki yang tidak mudah bilang cinta tetapi menyimpan ruang cinta yang begitu besar di hatinya.

Long put short, they fell for each other. Pertentangan dari keluarga Su Jin sempat muncul tetapi tidak menjadi masalah besar dan dalam waktu singkat mereka menikah. Kehidupan pernikahan mereka begitu nyaman dan tenang sampai suatu hari Su Jin memutuskan untuk memeriksakan keadaan kepalanya ke dokter. Kebiasaan lupanya makin parah dan ini cukup mengganggunya. Setelah menjalani berbagai macam tes verbal dan MRI, Su Jin divonis menderita Alzheimer.

Penyakit ini awalnya disimpan sendiri oleh Su Jin. Keputusannya untuk berhenti bekerja karena penyakit ini pun tidak membuatnya jujur kepada Chul Soo. Saat Chul Soo akhirnya mengetahui tentang penyakit ini, alzheimer Su Jin sudah makin membatasi kehidupannya. Disinilah drama dimulai.

Sadar akan keterbatasan istrinya, Chul Soo rajin menempelkan post it berisi berbagai hal dan foto-foto tentang kehidupan mereka. Hal ini dilakukan agar disaat Su Jin tidak ingat apapun tentang kehidupannya, dia bisa membaca berbagai tulisan tersebut. Hebat yah? Yang lebih hebat lagi adalah di suatu pagi Su Jin tiba-tiba memanggil Chul Soo dengan Young Min (nama mantan kekasihnya) dan menyatakan betapa cintanya dia.

Apa yang dilakukan Chul Soo? Dia berbalik menghadap Su Jin, tersenyum dan berkata "sama-sama".

Siangnya, Su Jin yang nggak ada kerjaan keliling-keliling rumah sambil membaca semua post it. Sampai pada satu sudut, dia melihat satu alat pertukangan Chul Soo yang akhirnya membuatnya sadar bahwa nama Chul Soo adalah Chul Soo, bukan Young Min. Su Jin menangis kencang, merasa benar-benar berdosa dan langsung menulis surat pada Chul Soo. Kali ini surat yang ditulis adalah surat perpisahan.

Surat ini mengungkapkan bahwa ia benar-benar mencintai Chul Soo. Dia tidak akan melupakan Chul Soo, karena Chul Soo adalah bagian dari dirinya. Walaupun ia lupa, itu hanya sekedar masalah memori yang terpenting adalah Chul Soo merupakan bagian dari dirinya. Bahkan dalam 1 kalimat tertulis "Su Jin mencintai Chul Soo"."Kita bertemu karena aku yang pelupa, kali ini kita berpisah juga karena aku yang pelupa", tulis Su Jin mengakhiri suratnya.

Di adegan ini, air mata tumpah ruah. Chul Soo hanya bisa memegang surat Su Jin erat-erat. Seakan hal ini cukup untuk membawa Su Jin kembali ke pelukannya.

Bagaimana akhir cerita?
I wont spoil the fun. You gotta watch it yourself..  Feel the emotion! 
Because this movie makes you think about what's gonna happen when you face this circumstances. Watching your loved ones turn into someone else you dont recognize and not recognize you back. 
How devastated it could be!!! 


You feel like you wanna hug her, you wanna kiss her, you wanna be beside her, but you couldn't. Not because you can't, but because you don't wanna make her to get more confused. she's confused enough with everything surrounds. 


All you gotta do is just wait. 
Wait for the time she finally sees you with the look of love. 
The look that you can't resist. The look that always make you feel you're home already. 

How long you gotta wait?
No one knows
When she finally remember, then how long it gonna last? Which part would she remember about you?
No one knows


But surely,
There would be a moment. 
A moment that she always remember. 
A moment when she fell for you, for ONLY YOU.

So, izinkan aku untuk kembali bertanya
Apa hal berharga di hidup kamu?



Saturday, 11 December 2010

Kopi Enak

Saya bukan penikmat apalagi pencinta kopi,
walaupun begitu saya suka kopi enak :)

Bagi orang-orang yang cukup mengenalku, mereka akan tahu kalau aku bukanlah peminum kopi. 
bukannya aku alergi pada kopi atau apapun, tapi simply karena aku nggak suka kopi. 
somehow, bau kopi membuatku tidak nyaman.
persis seperti bau jahe yang akan membuatku menolak berbagai macam makanan dan minuman bila bau jahe nya begitu menguar di udara. 
walaupun begitu, aku masih meminum kopi untuk kesempatan-kesempatan yang pastinya bisa dihitung dengan jari kuantitasnya. 

Lalu, mengapa di dini hari yang seharusnya aku memeluk guling, aku malah duduk di hadapan lappyku tercinta dan menulis tentang kopi? 

karena kopi ini BEDA
kopi ini kualitas JUARA dan pastinya berbeda dengan kopi-kopi lainnya. 

Kopi ini "Kopi Enak"
Enak karena nikmatnya dan rasanya yang tak ada duanya. 

Efeknya? 
Kopi ini mungkin tidak sekuat kopi double espresso yang sanggup membuatku tidak tidur berhari-hari dan membuat kepala pusing, tapi kalau dipikir-pikir lagi, kopi ini mampu untuk membuatku terjaga selama 1 malam. 

Kopi ini mampu membuat
- Aku tertawa karena letupan-letupan kecilnya
- Mataku berkaca-kaca terharu karena pantulan cahaya biji-biji kopinya
- Kegaduhan
- Dahiku berkerut dalam, karena terjebak dalam ketidak mengertian
- Mulutku untuk berbicara lebih banyak
- Level toleransiku berkurang bahkan hampir meneriakkan kejengkelan
- Aku berbagi berbagai pemikiran dan cita-cita
- Ketagihan!! 

Tidak merasakan nikmatnya kopi ini untuk jangka waktu tertentu, cukup membuatku sakau 
Sakau akan kebutuhan untuk mereguknya setiap saat aku mau
Sakau akan kehangatan yang ditimbulkannya
Sakau untuk mendengar berbagai celotehan yang tak henti terdengar seketika setelah kopi enak tersaji
Sakau akan keceriaan yang bisa aku dapat saat merasakannya 
Terlebih lagi, sakau akan keberadaan diriku yang penuh semangat dan tidak tertutup persona saat menikmatinya. 

Apakah aku sudah bilang kalau kopi ini kopi yang istimewa? 
Ya, kopi ini istimewa.
Kopi ini akan semakin nikmat seiring waktu bergulir
Kopi ini tidak akan pernah busuk atau basi, karena selama biji-biji kopi itu masih ada, kopi enak akan selalu tersaji kapanpun diinginkan. 

Malam ini, kembali aku menikmati kopi enakku
Hujan rintik yang tak kunjung henti tak menghalangi niatku untuk menyantap kopi enak ini, justru makin menyemangatiku untuk meredakan dahaga dan menghangatkanku 

Malam ini, kembali kopi enakku terasa begitu enak
Dan kenapa begitu? 
Karena Dorongan untuk mencicipinya begitu tak terbendung
Karena cita-cita, harapan, rencana, candaan dan pendapat makin merekatkan biji satu dengan biji lainnya 
Karena keberadaan masing-masing biji kopi membuatku bersyukur, bahwa biji-biji itu akan selalu ada disana dan selalu siap untuk diracik menjadi kopi terenak
Karena suasana yang tercipta begitu natural tanpa ada yang berusaha memperdaya

Alasan terakhir dan mungkin paling mendasar 
Karena aku menyayangi biji-biji kopi terbaik ini

Well, dengan adanya biji-biji kopi terbaik
Aku rasa bukan satu hal yang muluk untuk menikmati Kopi Enak kan?

I sipped my "kopi enak" with 3 others. I couldnt ask more for tonite ;-)

Monday, 22 November 2010

Tolong sayangi mereka. Mereka Juga Manusia

Mbak siti nya lagi jalan-jalan, paling nyariin sampah-sampah 
itu jawaban pertanyaan yang aku dan mbak elin (Psikolog Puskesmas) terima saat kami pergi mengunjungi rumah salah satu penderita skizofrenia dan menanyakan keberadaan mbak siti.

Mbak Siti (bukan nama sebenarnya) adalah seorang penderita skizofrenia, yang dalam bahasa inggris umum disebut PWS (People With Schizophrenia) atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut ODS (Orang Dengan Skizofrenia). Sepertinya pemberitaan tentang ODS belum begitu banyak terdengar yah? jangankan berita, istilah ODS saja pasti terdengar cukup menggelitik telinga kita.

Wajar memang! istilah ODS sendiri baru ada di pemahamanku saat aku semester 7, meskipun istilah skizofrenia sendiri sudah berkeliaran disekitarku semenjak aku kuliah. apa sih skizofrenia? kok namanya terkesan canggih banget. Well, sebenarnya penyakit ini juga cukup canggih sih.

Skizofrenia didefinisikan sebagai sebuah kelainan otak yang berbahaya dan kronis (Frith & Johnstone, 2003) yang dialami oleh individu dengan kondisi psikologis tertentu sehingga terjadi predisposisi genetik yang diaktifkan oleh faktor-faktor intrapsikis dan interpersonal (Gabbard dalam Arif, 2006) dan berlangsung selama paling tidak 6 bulan termasuk 1 bulan terlihatnya gejala aktif.  Penderita skizofrenia umumnya mengalami gejala-gejala yang umum terlihat seperti waham (delusi), halusinasi, gangguan proses pikir, ekspresi wajah kosong atau datar, dan perilaku yang aneh (Irmansyah, 2000)
Skizofrenia merupakan salah satu penyakit gangguan jiwa yang sangat berat. Loh, tadi katanya penyakit otak? Kok disebut gangguan jiwa juga? Maksudnya gimana?  Karena Skizofrenia ini menyerang bagian otak penderitanya, otomatis ada beberapa neurotransmitter yang tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga informasi-informasi tertentu yang seharusnya sampai di bagian otak yang tepat justru menghilang entah kemana. Parahnya lagi, informasi-informasi ini berkaitan dengan proses berpikir dan emosi penderitanya. Long put short, ODS memiliki hambatan dalam proses kognisi serta afeksi mereka. 

ODS ini biasanya menyendiri, sering terlihat melamun, berbicara sendiri, tak jarang tangan dan anggota tubuh lain bergerak-gerak liar, mengoceh sendiri sampai mengamuk. Mereka bisa terlihat sangat manis dengan duduk di satu tempat berjam-jam tapi uga tidak jarang berkeliaran dengan ekspresi marah tergambar di wajah. Kalau melihat mereka berbicara sendiri, bukan berarti mereka berbicara dengan angin. karena biasanya para ODS mengalami halusinasi, baik itu visual maupun auditori, yang membuat mereka melihat satu atau beberapa sosok yang berkegiatan seperti manusia biasa bahkan mengajak mereka mengobrol dan membisiki mereka untuk melakukan atau bahkan tidak melakukan sesuatu. Untung kalau mereka dibisiki untuk shalat, mengaji dan berbuat lain atau mungkin hanya sekedar disuruh untuk tidak mandi. cerita akan sama sekali berbeda saat si pembisik ini menyuruh untuk melukai atau bahkan membunuh seseorang.

Mengingat kegawatan dari penyakitnya, ODS banyak yang dimasukkan ke RSJ. aku bisa bilang, mereka yang masuk RSJ adalah ODS yang beruntung. Kenapa? karena banyak sekali di luar sana ODS yang luntang lantung mengukur jalan atau bahkan duduk terpasung di rumahnya dan oleh keluarga sendiri. Setidaknya di RSJ mereka akan mendapatkan pengawasan serta medikasi yang membuat fungsi keseharian (mandi, makan dan kegiatan pengisi waktu) mereka terus terjaga, sedangkan di jalan atau terpasung? Jangankan medikasi, mendapatkan perhatian keluarga saja sudah untung. 

Menyinggung tentang keluarga, banyak sekali psikolog, psikiater dan perawat di luar sana yang menyuarakan pentingnya dukungan keluarga bagi ODS. bagi beberapa pihak, mereka menyadari hal ini sehingga membuat mereka memperhatikan anggota keluarga yang menderita skizofrenia, yang lain? Wallahualam..

Sekarang coba posisikan diri kamu sebagai adik/kakak/ibu/ayah/anak dari seorang ODS. Setiap hari kamu harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan  dan mengurus keluarga. Keadaan di tempat kerja bisa jadi cukup membosankan atau bahkan sangat padat, bahkan kamu harus membawa beberapa pekerjaan kantor untuk diselesaikan di rumah. Saat pulang ke rumah, kamu pastinya akan mencari ketenangan dan kenyamanan di istana kecilmu kan? tetapi apa daya. Yang harus kamu hadapi adalah rumah yang kotor karena sampah yang menumpuk di halaman / rumah yang berhamburan sebagai akibat dari terpaan badai amukan ODS / tetangga yang menuntut ganti rugi karena kaca rumahnya yang pecah karena dilempari batu oleh ODS. Belum lagi melihat ODS yang terlihat sangat kucel dan kotor, dari badannya tercium bau khas ODS yang cukup menyengat hidung dan yang membuat emosi memuncak adalah keengganannya untuk disuruh menuruti aturan kita. Di tengah kelelahan itu, kita masih harus memasak makanan dan menyuapi makan ODS. setelahnya, bukan berarti kita bisa tidur nyaman, karena bisa jadi ODS menolak untuk tidur, ia justru cukup aktif dengan terus berceloteh atau bahkan mengamuk. di awal bulan, saat gajian yang cukup dinantikan justru menjadi masa-masa pusing. karena selain kebutuhan dapur dan biaya sekolah anak, kita harus mengalokasikan dana untuk biaya pengobatan ODS. Kapan nabungnya? 

sedikit banyak itu adalah gambaran dari kejadian keluarga dengan ODS walaupun tidak selalu. Keluarga mbak siti cukup membuat aku tersentak. Mbak Siti sudah cukup lama mengidap Skizofrenia. Menurut adiknya, mbak siti dulu adalah seorang kakak yang pekerja keras dan cantik. setiap bulan dia selalu memberi adiknya susu dan mie 1 kardus. belum lagi kalau adiknya sakit, pasti dia merawat adiknya sampai sembuh. sampai suatu hari, dia jatuh cinta dengan lelaki dari pulau seberang. sejak berpacaran dengan lelaki ini, dia tidak lagi "menyubsidi" adik-adiknya. uangnya selalu habis bahkan sepeda yang menjadi transportasi sehari-harinya sering dibawa si lelaki. suatu hari, lelaki ini membawa mbak siti pergi dari rumah malam-malam. keluarga bingung luar biasa, segala usaha untuk mencari mbak siti dilakukan tetapi nihil. Pagi hari, mbak siti pulang sendirian dengan rambut yang sudah dipotong acak-acakan dan sejak itu ia menyendiri dan seakan hidup di dunianya sendiri. shock dengan keadaan anak tersayangnya, sang ayah pun terkena stroke dan akhirnya meninggal dunia. 

semenjak itu, adiknya mbak siti, mbak Tina yang merawatnya. 
kalau bukan saya yang merawat mbak siti, siapa lagi mbak? kakak dan adik-adik tidak ada yang peduli. cuma 1 kakak saya saja yang terkadang ke rumah dan memberi uang sekedarnya. adik saya yang cuma tinggal di sebelah ini saja, nggak mau peduli. jangankan memberi uang untuk mengobati mbak siti, saya ajak menjenguk mbak siti ke RSJ saja nggak mau kok. 
mbak siti memang kesehariannya berada di RSJ, hanya beberapa hari dia dirumah. kali ini mbak siti ada di rumah cukup lama karena hajatan merapi yang tak kunjung reda. berbincang-bincang dengan mbak Tina merupakan hal yang sangat menarik. 
mbak siti itu pas awal-awal di rumah baik-baik saja mbak. dia di rumah, nonton tv, ngajarin anak saya matematika, jalan-jalan sekedarnya saja bahkan berbelanja segala ke pasar dan supermarket. kemaren itu, pas dia pulang dia bawa 1 pak daging cincang dan daging potong itu lo. pas saya tanya beli dimana, katanya di kasih ibu-ibu. saya lihat di plastik, ternyata dia beli di supermarket. pas obatnya masih ada, dia baik-baik aja. nah pas udah habis ini, dia sering tiba-tiba bilang "Tuh loh, si mbah e njijiki. bajunya kotor, manggil-manggil aku", tapi pas tak liat nggak ada apa-apa tuh mbak. cuma pohon-pohon aja. 

saat aku tanya, mbak siti kalau lagi "kumat" gimana? mbak tina malah menjawab dengan santai bahkan dengan tertawa 
dia itu kalau lagi kumat ya paling jalan-jalan di sekitar rumah ini, mungutin sampah trus dibawa ke depan rumah. jadi tumpukan gitu. sering dipakai dia buat pura-pura masak gitu. pernah saya tegur "ntar jatoh lo mbak itu pancinya ditumpuk di atas sampah gitu". eh bener to, ternyata langsung jatuh. dianya ya ketawa aja. dia juga seneng masak mbak. kadang dia beli mie sendiri di warung, trus dia masak di samping rumah. kadang saya lihati saja, tapi juga sering tak tegur. "enak e mbak kayake". dia jawab "Nyoh,,,gek gelem yo dipangan wae". kadang juga tetangga lewat dan liat mbak siti sedang masak "enak e ketoke mbak siti". "gelem po om? nyoh..".
mbak siti itu nggak mau dikasih sesuatu kalau dia nggak kerja mbak. pernah dulu dia tiba-tiba dikasih uang sama tetangga pas dia lagi nggak ngapa-ngapain. dibiarin aja tuh duitnya. tapi pas dia lagi nyabutin rumput di jalan, trus ada yang ngasih duit, dia mau. karena dia merasa kerja untuk dapat duitnya. Dulu pernah dia nyapu rumah gede, sudah capek to ya nyapu-nyapu gitu. eh selesainya nggak dikasih duit. Wuih,,,itu ngomel-ngomel di rumah mbak! aku yo cuma bisa bilang "wis to mbak. nyapu di rumah wae. reget e neng omah ki". habis itu ya dia diem aja.
kisahnya terdengar baik-baik saja yah? jauh sekali dari suasana frustasi seseorang yang menghadapi ODS. saat aku bertanya "capek nggak mbak merawat mbak siti?"
Yah, mbak siti itu kakak saya mbak. semua sudah nggak peduli, siapa lagi yang peduli k

alau bukan saya? Lagipula saya ikhlas kok. mbak siti juga nggak pernah macam-macam mbak. di RSJ juga kata perawatnya, mbak siti ini aktif dan tenang. Eh, dulu saya pernah didatangi sama pemilik pemancingan, katanya ikannya semua mati gara-gara mbak siti ngasih nasi basi ke kolamnya. ya saya jujur saja, saya orang nggak punya. mau ganti pakai apa? untungnya orangnya juga ngerti-ngerti saja, jadinya ya tidak apa-apa. Paling cuma begitu saja mbak. capek membersihkan sampah yang dia bawa saja, tapi juga kadang dia bantu membersihkannya.
untungnya warga sini menerima mbak siti. kalau jalan-jalan itu nggak pernah diganggu, bahkan kalau malam gitu, tukang ojek kadang mengantar mbak siti ke rumah. mbak siti juga sayang sama anak-anak. orang-orang sekitar sini tahunya "Mbak siti itu baik..". Anehnya ya mbak, saya ini kan bukan orang kaya. Tapi semenjak ada mbak siti, entah bagaimana caranya. selalu saja ada rezeki. kan mbak siti ini berobat ke RSJ pakai Jamkesmas itu mbak. jadi saya nggak perlu bayar untuk pondokan dan obat. kalaupun bayar masih murah lah. Mengurus jamkesmas juga tidak repot mbak. Padahal dulu nama mbak siti nggak masuk KK saya, Alhamdulillah bisa diurus cepat. lancar lah pokoknya mbak. 
mendengar itu, aku menghela nafas lega.. legaaaaa sekali. Alhamdulillah, Allah memang selalu ada bagi para umatnya kok.

mendengar berbagai cerita tentang mbak siti tak urung membuat aku penasaran dengan sosoknya. ternyata memang jodoh, beberapa menit sebelum aku berpamitan mbka siti pulang. dia tidak masuk rumah, melainkan duduk di depan rumah adiknya, memegang kayu dan mengorek-ngorek tepian pintu. saat melihatnya, mau tak mau aku mengamini kata mbak tina yang menyatakan kalau kakaknya itu cantik. waktu memang telah berputar dan penyakitnya seakan membawa semangatnya pergi, tetapi guratan kecantikan di wajahnya itu benar-benar maish terlihat. saat aku memperkenalkan diri
"Nhira" sambil berjabat tangan. dia pun menyambut tanganku dan menyebut namanya.
"mbak siti ngapain?"
"duduk aja" *sambil tangannya tak berhenti bergerak tetapi perhatiannya ada padaku
"habis dari mana mbak siti?"
"dari jalan kesana" *dia terus berbicara tapi dengan bahasa jawa yang cepaaaat dan tak bisa kumengerti artinya
(merasa nggak ngerti, aku cuma senyam senyum aja), aku pun pamitan
"aku pulang dulu ya mbak siti.."
"Iya (dia tersenyum manis) mau kuliah ya?"
(supaya tidak panjang lebar, aku mengiyakan saja) Ooooh *kembali dilanjutkan dengan bahasa jawa. kali ini sambil berbicara merepet dia berdiri dan mengibaskan tangannya di baju. duduk di tumpukan batako dan menghadap aku. mbak siti terus berbicara dengan bahasa jawa dan dalam kalimat panjangnya itu dia beberapa kali mengucapkan "maaf.."
"kenapa kok minta maaf mbak siti?"
"Ora *kembali ngomong bahasa jawa lagi...". Urghh,,,gemes rasanya. pengen bisa ngerti apa yang dia omongin.


saat mbak tina membisikkan padaku "suruh dia mandi dan keramas mbak", aku bertanya
"mbak siti udah mandi belum? udah sore loh"
"Belum, aku ki bar *ngomong bahasa jawa lagi T.T"
akhirnya setelah beberapa menit berbicara dengan mbak siti, aku benar-benar pamitan


"mbak siti, aku pulang dulu yah. Nanti jangan lupa mandi dan keramas yah! biar wangi"
"Iya. Maaf ya *ngomong bahasa jawa lagi"


"Iya itu mbak. sering sekali ngomong maaf. setiap ada apa ngomong maaf, kadang gak nyambung sama yang dia omongkan" kata mbak tina
aku cuma bisa tersenyum.
Sambil pamitan aku berkata
semoga urusan mbak Tina selalu dilancarkan Allah yah. semoga yang mbak tina lakukan selama ini kepada mbak siti mendapat pahala dari Allah. saya cuma bisa mendoakan. semoga mbak dan keluarga selalu kuat dan selalu dapat berkah dari Allah. 
kata-kata ini hanya bisa diamini oleh mbak Tina.

Di perjalanan pulang, air mataku menitik perlahan sampai akhirnya membanjir. entah untuk siapa.
Bibirku terus saja berucap,
Tolong Ya Allah, berkahi orang-orang seperti mereka. berikan mereka segala lapangMu di dunia dan Akhirat. Sungguh cuma Engkau yang berkehendak dan cuma Engkau yang berhak melindungi dan merawat mereka. 
orang seperti mbak Tina itu langka sekali. andai saja semua keluarga ODS bisa selapang mbak tina merawat mbak siti, andai semua masyarakat seperti masyarakat desa ini, yang mau menerima orang seperti mbak siti di lingkungannya pasti ODS juga bisa merasakan indahnya dunia. 

Dunia bukan cuma milik orang sehat kan?
Dunia bukan cuma milik orang yang menderita penyakit organik kan?
Para penderita gangguan jiwa terutama ODS juga berhak untuk hidup bersama di dunia luas ini kan?

Tolong terima mereka dengan hatimu
karena sebenarnya, cuma itu yang mereka butuhkan.

Kalau mereka bisa memohon pada Tuhan, mereka pasti tidak ingin menderita gangguan jiwa
kalau mereka bisa memilih takdir, mereka juga tidak ingin memiliki anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa

Tolong Terima mereka..
Mereka Juga manusia..
Tolong Sayangi mereka.. 



Tuesday, 7 September 2010

The LAST but not the VERY LAST Story

sekarang aku dapat bernafas lega
AMAT LEGA..

Amanah yang sudah kusandang selama kurang lebih 6 bulan terakhir akhirnya berakhir. 
ibarat proses membatik, proses "melorot" malamnya sangat sangat sempurna. :) *apaaaa sih Nhir?

Well, bagi yang membaca mungkin hanya akan berpikir 
Hhh,,just another KKN story! Boring!!!

Yah, memang ini adalah "just another KKN Story"
lagi-lagi aku bercerita tentang KKN ku. Maafkan kalau kamu sudah muak (mengingat semenjak akhir agustus 2010 hampir semua jejaring sosial yang sedang eksis di kalangan muda mudi dipenuhi dengan berbagai status tentang hari-hari terakhir serta perpisahan dengan masing-masing unit KKN serta warganya) tapi bagi aku dan para KKNers lainnya, mungkin tak akan pernah ada rasa muak atau bosan saat membicarakan masa-masa KKN. selalu saja ada memori yang tiba-tiba berloncatan minta diceritakan oleh bibir masing-masing. believe me, it's even quiet hard to still silent about it. 

di beberapa posting terdahulu, aku telah memberikan gambaran tentang Unit KKNku. aku pernah menyebut KKNku adalah KKN HEBAT. 
dengan bangga, aku masih mampu menyebut bahwa Unit KKNku adalah KKN HEBAT. 

Cerita ini teruntuk kalian Belukers :) 
Belukers, 
hanyalah segerombolan anak-anak yang tergabung oleh nasib
Katakanlah kami beruntung, karena mendapat tugas dari Yang Maha Kuasa untuk mengabdi pada masyarakat Beluk. 

Mengabdi? 
Yah,, aku harap proses kita selama kurang lebih 2 bulan terakhir makin membuat kita mengerti apa itu mengabdi.

Belukers,,
24 orang dengan keunikan masing-masing berkumpul menjadi satu
ada ego yang membuncah
kebutuhan untuk didengarkan, dimengerti, diterima serta disayang
keinginan untuk menampilkan diri apa adanya
dorongan untuk selalu tertawa bahagia tanpa meninggalkan 7 huruf yang disebut PROGRAM

Belukers,,
24 orang dengan tingkah polah masing-masing
berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai hal baru -sebut saja makanan, tempat tidur, teman serumah, teman sekamar, kebiasaan masing-masing teman-
berupaya menjalankan program dengan sebaik-baiknya, bergaul dengan warga sekitar dan mendapatkan hati mereka
harapan tak munafik untuk mendapatkan nilai A untuk mata kuliah Wajib bersifat Interdisipliner ini.  

 Belukers,,
masih ingatkah masa ini? 
masa-masa survey di awal kita baru ber 13 orang. 
ini embrio kita teman..
disini semua bermula.
jujur, aku sempat merasa sangat gamang dan takut melangkah.
ribuan tanya ada disana 
pertanyaan klasik seperti
gimana nanti jadinya KKN ku? Jadi kormanit seribet apa yah? bisa nggak aku mimpin teman-temanku? 
semua berasa terbang di langit-langit otakku
Belukers,,
masih ingatkah saat-saat rapat kita dahulu?
saat dimana kita mencoba merumuskan berbagai program berdasarkan pemikiran dan kreativitas masing-masing dengan tak lupa "pembantaian" dari pihak lembaga mitra.

masih ingatkah jadwal rapat kita? 
Tiap Kamis jam 3.30 di kos Manda..
aku masih ingat berbagai sms yang menyambangi Nokia 5310 setiap kamis sekitar jam 3an 
"Mbak Nhir, aku telat rapat ya. masih ada .... dulu"

masih ingatkah masa-masa rebutan makanan saat rapat? 
bisa ngitung nggak seberapa cepatnya makanan-makanan peneman rapat berhasil kita sikat sampai habis? 
bisa ditebak kan siapa yang paling berkontribusi dalam menghabisi berbagai macam makanan itu?
n ssssssssssssstttttttttt,,, bahkan dari rapat-rapat rutin itu pun berbuah benih-benih kisah kasih nyata yang TERNYATA makin tumbuh subur di Beluk :)) 



 Belukers,,
masih ingatkah kalian masa-masa mendekati KKN dimana kita sibuk memikirkan dana KKN kita, sibuk jualan ini itu demi segepok rupiah demi kehidupan program kita selama 2 bulan? 
Belukers,,
masih ingatkah saat-saat penentuan sub unit, kormasit dan kormater? 
hebohnya kita membagi 23 orang (yang saat itu blom ketambahan irwan) menjadi 3 sub unit. sampai ada plan A-plan D. ribut-ributnya Boni yang gak mau dijadiin kormasit, tapi toh di tiap Plan dimanapun dia berada selalu jadi kormasit :))

Belukers,,
masih ingatkah di tanggal 4 juli 2010, dimana kita mulai diterjunkan dan mulai menghadapi hari-hari di Beluk. Mulai menata rumah 
menuliskan kaliamat "konsolidasi sub unit" di K3 untuk menggambarkan kegiatan nonton bareng, main kartu bareng, main PS, ngobrol nggak jelas sampai diskusi.

Belukers,,
masih ingatkah saat hari kedua kita disana disaat kita dengan sukses dibuat kalang kabut gara-gara harus menyebar undangan kepada bapak RT/RW -yang ujung-ujungnya hanya beberapa undangan yang bisa disampaikan karena KITA yang sudah kepala 2 ini ternyata masih takut dengan mahluk yang bernama anjing-?

Belukers,,
masih ingatkah saat program-program mulai berjalan?
ada kepusingan hebat melanda gara-gara program
ada dahi penuh kerutan disana
ada wajah-wajah tegang penuh harap
ada rasa jengkel
ada senyum kecut tergambar di wajah
ada rasa lelah
ada masa-masa labil
ada rasa bosan yang terkadang menyeruak
ada rasa malas
ada rasa geram yang tak jarang berbuah marah

sesuram itu kah?
Aku jamin, selalu ada masa suram

Bagaimanapun, langit tak selamanya suram kan kawan?
bahkan setekah badai pun selalu ada sinar hangat penenang hati

Belukers,,
masih ingatkah kalian wajah-wajah lega nan cerah terpancar setelah kita selesai program?
selalu ada senyum-senyum malu
selalu ada suara tawa menggelegar
ada candaan khas tiap hari
ada semangat
ada senyum lepas
ada hasrat untuk selalu mempersembahkan yang terbaik
selalu ada masa-masa Kasmaran
ada tawa saat mengingat berbagai hal-hal kecil
ada rencana-rencana ngabur dari pondokan yang selalu membangkitkan semangat :)
ada cinta yang bersemi dan tumbuh subur
ada persaudaraan yang mulai mengakar disana
ada saat-saat dimana kita merasa hebat dengan berani mengambil sikap tegas saat sesuatu yang tidak benar terjadi
ada keluarga baru yang ditemukan
selalu ada saat-saat dimana kita bermain,,, bermain dan bermain..
ada masa foya-foya khas Beluk
ada senandung berbagai lagu
ada saat-saat dimana kita merasa kembali ke masa kanak-kanak (sesuatu yang beberapa bulan lalu terasa bodoh untuk dilakukan, tapi toh pesona KKN mampu menyibak segala tabir JAIM)
ada tangisan perpisahan
ada masa-masa heboh

Belukers,,
masih ingatkah tingkah polah kita ini?


Thanks for all things that we've shared,
i -as the leader-might be mean, cranky, cruel, self centered (you name it) to you all
but that's because i Love you all

Thanks for  all moments we've been through
it's such an honour to have you guys as my family

Dear Belukers,,

I fall asleep with my friends around me, the only place i know. I'm going to call this home (Jimmy World)