Ternyata, menunjukkan rasa cinta itu nggak perlu keluar banyak biaya,
Nggak perlu juga kata gombal.
Terkadang, hanya perlu satu tindakan seperti
Tturun dari pesawat yang ditumpangi, lalu berjalan cepat dengan nafas tercekat menuju pintu keberangkatan sebuah maskapai penerbangan, menekan nomor 08XXXXXXXXX3 dan berkata
"pesawatmu sudah berangkat? Belum? Kalau gitu, tunggu sebentar ya. Ini sudah menuju tempat check in"
Berdesakan di antrian masuk sambil kepala menoleh ke kiri dan ke kanan, tak peduli betapa sakitnya paru-paru yang rakus menghirup oksigen di tengah keramaian.
Saat wujud yang dicari tiba, barulah bahu yang tegang perlahan mulai relaks.
"Belum boarding kan pesawatnya? Ini buat kamu *sambil menyodorkan oleh-oleh penganan kecil*"
Sederhana ya?
Ya sederhana..
Tapi nggak semua orang mau bersusah payah untuk berlari-lari dan mengejar jadwal boarding pesawat, hanya untuk memberikan sebuah oleh-oleh.
Sederhana ya?
Ya sederhana..
Dan aku bahagia, karena bisa mendapatkan perlakuan penuh cinta ini dari Mamaku.
Terima kasih Mama,,
I Love You :-*
Life and glory of the past, The pride of the present, Richly emblematic of the majesty of a golden future,
Showing posts with label mum. Show all posts
Showing posts with label mum. Show all posts
Monday, 13 February 2012
Wednesday, 16 March 2011
The night gown
I have seen Quiet lots of women wearing their night gowns
They effortlessly fit on them
and coincidentally, in my opinion, those who look fit on their night gown are GREAT MOM..
So will it be possible if i draw a conclusion that a woman who looks perfectly fit on their night gown is a great mom?
Hahaha,,, i wish it's as simple as that.
Back on the topic, what do i exactly mean with "the night gown looks effortlessly fit on her"?
It seems like her night gowns are meant for her
not because its beauty lace, elegant look or its expensive design. NO.. NO AT ALL
It's because it makes her look like a real woman
A woman who's
born to hug her loved ones in the beginning and in the end of the day
A woman with
a big heart to conquer everything for her family
A woman who
looks fragile but eventually stronger than anyone could be
A woman with
intelligence and warm heart not only to educate her kids, but also to hold decent fair discussion with her husband
So,, will my hypothesis be proven?
Even tough it is, i might not find any scientific explanation
What i wish for now is ...
I look great on my night gown and i could be this kind of woman for my family :)
Sunday, 17 October 2010
Tangis seorang ibu
Suara sesenggukan di sebelahku tak urung membuat keningku berkerut.
Ya, Ibu yang sedang berdoa di sebelahku ini menangis sesenggukan.
Yah, sekarang kan sedang shalat. Wajar kalau dia menangis
Malam esoknya, kembali si ibu menangis.
ternyata bukan hanya 2 malam ini, malam besok, besoknya, besoknya dan besoknya lagi si ibu masih tetap menangis tiap kali berdoa seusai shalat tarawih di masjid dekat rumahku.
Tergerak dengan suara tangis pilunya, aku pun berusaha bertanya padanya malam ini
saya lihat, ibu selalu menangis saat berdoa seusai shalat. ada apa bu?
ibu itu terdiam sebentar, lalu menjawab
Nggak apa-apa. saya cuma teringat suami saya. suami saya sudah meninggal beberapa tahun lalu
aku pun hanya dapat mengangguk kaku mendengar jawabannya lalu berpamitan pergi
Malam esoknya, kembali si ibu menangis. entah kenapa, kali ini tangisannya terdengar lebih memilukan. Berbekal rasa sok perhatian, kembali aku mendatangi si ibu dan bertanya
saya merasa tangisan ibu lebih memilukan malam ini. Ibu kangen sekali ya dengan suaminya?
dengan masih sesenggukan, si ibu menjawab
sebenarnya saya punya 2 orang anak. anak saya yang kecil sedang sakit panas. sudah berhari-hari panasnya belum turun-turun. saya mau bawa berobat, tetapi belum punya uang.
kali ini satu pemahaman merasuk dalam diriku. Mungkin saja tangisan-tangisan ibu di beberapa malam tarawih ini bukan hanya meneriakkan rindu pada suaminya, tetapi juga meneriakkan pertolongan kepada Allah bagi putra kecilnya. Kali ini aku tak hanya mengangguk kaku, aku berbalik menuju rumahku dan mengambil sedikit uang yang aku rasa cukup untuk pengobatan. segera aku bergegas menemui si ibu yang bersiap pergi meninggalkan masjid.
Ibu, ini ada rezeki buat putra ibu. Besok pagi, segera dibawa ke puskesmas ya. Jangan ditunda-tunda lagi. belikan dia obat dan minum obatnya secara teratur
Hampir lemas rasanya badanku saat si ibu berusaha mencium tanganku dan bibirnya tak henti mengucapkan terima kasih.
Alhamdulillah,,, saya akan bawa anak saya ke dokter besok pagi. Terima kasih banyak,, terima kasih banyak..
Malam ini, kembali aku tarawih di masjid ini tapi tak kulihat sosok ibu yang senantiasa menangis itu
Esoknya, kembali ku jumpai si ibu di masjid ini. Wajahnya terlihat lebih cerah. dengan semangat ia mendekatiku
terima kasih banyak sudah membantu saya kemarin nak. anak saya Alhamdulillah sudah sembuh. sekarang malah sudah bisa ikut shalat tarawih di masjid. Mau ketemu sama ibu baik katanya
aku hanya bisa tersenyum dan tak urung ada setitik kelegaan yang menetes di hatiku. ALHAMDULILLAH, masih bisa berbagi rezeki di bulan baik ini.
Sepulang tarawih, si ibu tergopoh-gopoh menggandeng seorang anak lelaki mendekatiku.
ini ibu baiknya, le
si anak langsung mencium tanganku seraya mengucapkan terima kasih. Dari hasil perbincangan malam itu, baru aku tahu bahwa ibu ini Janda beranak 2. suaminya meninggal beberapa tahun lalu karena sakit. rumahnya ternyata cukup jauh dari masjid ini, tapi ia rela menempuh jarak yang jauh demi mendapatkan zakat fitrah dari masjid ini. lagi-lagi aku merasa hatiku teriris mendengar penuturan ibu ini.
Malam-malam tarawih terus berlalu, si ibu masih kerap menangis walaupun kini sesenggukannya terdengar lebih lirih. satu yang aku perhatikan, makin hari wajahnya terlihat murung. kembali aku ajak si ibu mengobrol.
kenapa kok wajahnya murung bu?
kaget dengan kedatanganku yang tiba-tiba, si ibu sedikit terlonjak.
Ah, tidak. Lebaran sudah dekat. anak saya tanya tahun ini dia bisa pakai baju baru atau tidak? Saya nggak bisa jawab. karena saya juga tidak tahu.
aku pun hanya tersenyum samar mendengarnya
Esoknya, aku mencari putra si ibu tadi. sebelum pulang, aku beri dia amplop.
ini buat beli baju ya. Buat kakak juga.
terlihat sekali ekspresi tidak nyaman dari si ibu.
bukan maksud saya untuk meminta kepada ibu. sungguh
saya juga hanya bermaksud untuk berbagi rezeki dengan anak ibu, tidak ada maksud lain
mendengar itu, si anak kembali mencium tanganku. wajah si ibu pun tersenyum. Aku hanya berharap, senyum di wajah sang ibu dapat terus terpasang di wajahnya. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik bagi keluarga ini, hanya itu doaku saat itu
Esoknya, wajah si ibu kembali cerah.
anak saya tidak bisa berhenti tersenyum hari ini. semenjak pulang dari membeli baju di pasar, kerjanya hanya memandangi baju barunya terus. dia terlihat bahagia sekali.. Terima kasih banyak bu
Tak kuasa membayangkan ekpresi anak itu, aku hanya bisa mengangguk dan dalam hati bersyukur atas segala rezeki yang telah Allah berikan padaku dan keluargaku.
-sebuah cerita nyata yang dialami langsung oleh Tanteku di Bulan Ramadhan 1431 H-
Bersyukurlah kawan,
karena kamu masih bisa tidur dan makan enak
Bersyukurlah kawan,
karena kamu masih memiliki uang untuk terus menopang hidupku, walau sekadarnya
Bersyukurlah kawan,
karena kamu masih memiliki hati untuk melihat penderitaan orang lain
Bersyukurlah kawan,
karena kamu masih bisa menolong orang lain
Wednesday, 19 May 2010
Mum's twins
TWINS?
do you believe that all of us really have Twins who lived in the other part of country (or even in the other part of the world)?
Well, i DO believe it now!!
Suppose you all know that i have 2 mums, Mama and Mum.
i love her both, but this time i'd talk about Mum, Glenda Hiscox.
FYI i don't mean to disgrace Mama by saying this, because she always have her very private special space in my heart.
anyway, last time i met my mum was in July 2007 when she visited me and my family in Samarinda.
and since, all communication is done through email and YM.
one day, i got an offer from my friend to be one of the translator for the international early childhood education seminar.
i said YES and started working on my job desc.
On the D-day, after i did my very last checking on my translation, i saw this lady with her formal dress stood about 100 meters from me. i couldn't do anything but stood there in silence and my lips whispered
Mum...
i shook my head and accommodated my eyes fully to have a better view.
God, she looked and dresses like my mum
Geez, how on earth this could happen?
In short, everytime she was around me, i couldn't take my eyes of her (her name is Siobhan Fitzpatrick anyway and she's from Ireland). i became such an exaggerating girl by informing this to all of my friends and family EVEN i texted my mum. my mum was just laughing and didn't really believe me.
On the second day of seminar, i wasn't on duty, but i was there to make sure everything was fine. so i sat next to Yusti and did the presentation clicking :). she was in the same room as well, so i could see everything she did.
Based on my observation, i could assure you that all her action were pretty much the same as Mum's. the way she bit her nails, her expression when she laughed, her way when she touched her neck and nodded, the way she talked to others and lowered her head to see other's face clearer and etc.
Aaaah,,, it was sooo silly but i almost couldn't hold my tears up.
have you ever experienced this kinda thing?
When you miss someone so much and all of the sudden you met someone who looked EXACTLY like her, what would you do?
have you ever felt like you wanna hug her, felt her warmth but you couldn't?
simply just because SHE is not someone you are missing...
How Ironic!! That's all i could say.
so, i told myself to workin on something so that i could get closer to her and told her about this thing and took a photo with her.
this opportunity finally came when Pak Adi announced that we would have a committees and speaker photograph.
i made my way to the front then searched for Siobhan and stood RIGHT next to her :)
You know, my lips couldn't do anything but SMILED...
i believe my face was FULLY BRIGHT and totally COVERED with smile.
after the photo session, i finally told her about this "issue" and i showed her my Mum's picture and she couldn't even believe her eyes either :))
now i believe that we do have "twins" and those are spread all over the world. i found mine in australia through you.
hehehe,,, just hang on a sec Mum, i'll send my photo with your "twins"SOON
it's a sneak peek though
Left-Right: My Mum (Glenda Hiscox) - Siobhan Fitzpatrick
do you think they look alike?
Wednesday, 21 April 2010
1 cerita tentang Wanita di Hidupku
Selamat Hari Kartini untuk para Wanita Indonesia
Jujur saja, lama banget sejak terakhir kali aku merayakan hari Kartini.
Ini tahun ketiga ku di bangku Universitas dan memang selama ini tak pernah ada satu event khusus yang membuat aku merayakan event kartinian.
Tak bermaksud untuk antipati, tapi memang beginilah adanya
*pasrah banget,,*
Hari ini dimulai dengan bangun yang kesiangan. Walhasil harus buru-buru mandi dan siap-siap ke kampus. Udah di masa-masa genting gitu, masih sempet aja aku nonton gosip di tv yang emang nyala dari tadi dan denger berita tentang si Cinta Laura yang ceritanya memaknai hari Kartini. Kan dia ditanya tuh
apa arti kartini buat kamu?
well, i don't really celebrate kartini day, yang aku tahu dia adalah pahlawan wanita dan jelas dia berjasa banget bagi para wanita. Nggak mungkin para wanita bisa kaya sekarang kalau nggak ada dia
dan entah si reporter nanya apa ke dia, tiba-tiba aja dia bilang
aku berharap di hari kartini ini, wanita indonesia bisa keep on Rocking!
hehehe,,,random thought aja sih. aku ngebayangin aja R.A. Kartini yang wanita jawa, lemah lembut nan ayu tiba-tiba ngomong
Yeah Wanita Indonesia,, Keep on Rocking!!
Silly Nhira!!
Nggak biasanya, jam 7.20 aku baru keluar dari kamar dan menemui si Revo ku untuk kemudian mempersiapkannya untuk ke kampus. pas lagi manasin motor, adek (Arga- cucu ibu kosku) memanggilku pelan
Mbak Nhira :) (bibirnya menyunggingkan senyum dikulum)
aku hanya bisa mendesah tertahan
Aaah,,,adek!! Kamu ganteng banget!! (Sumpah, mukaku kaget campur bloon liat dia dengan pakaian jawa lengkap).
baru deh pemahaman baru masuk ke otakku.
Iya yaah, ini kan hari kartini! Toeng,,,Toeng,,,
ternyata walaupun aku udah ngetawain si Cinta laura tadi, aku blom bener-bener ngeh kalau hari ini hari Kartini.
2 kuliah pertama hari ini pun dilalui dengan cukup biasa tanpa ada embel-embel hari Kartini. walaupun bu Murtini di awal kuliah mengucapkan selamat hari kartini kepada para wanita di kelas. Di kuliah terakhir, akhirnya bu Tina menghidupkan suasana Kartini di kelas. Beliau yang biasanya mengajar dengan blazer dan celana kali ini berdandan khusus dengan kebaya kuning.
Sebelum kelas dimulai beliau mengucapkan Selamat Hari Kartini dan menanyakan apa yang kami pelajari dari Kartini. setelah diskusi sedikit, beliau pun akhirnya menyebutkan kepanjangan KARTINI hasil formulasi beliau dan anak-anak kelas eksperimennya
KARTINI : Kehidupan Akan jadi Rahmat Tatkala Ibadah jadi Niat dan Inti perilaku
*cenderung maksa emang, tapi IT'S REALLY SWEET AND MEANINGFUL
Memang suatu hal akan jadi lebih indah bila kita melakukan semuanya atas nama ikhlas dan ibadah. karena imbalan yang pantas bagi hal ini hanya Rahmat Illahi yang tak ternilai harganya.
kembali ke konteks Kartini, saat diskusi tentang kartini dengan bu Tina tadi, ada seseorang yang menyebutkan
wanita boleh berkarier, tapi harus ingat kodratnya
aku langsung kepikiran 1 sosok wanita yang kalimat itu banget. kalau di twitter mungkin udah ada tulisan #OhJustLikeHer :). wanita itu adalah
MAMA
She' my role model. Mamaku wanita hebat and she's a super woman.
Bangga banget punya mama seperti mama.
Mama anak pertama di keluarganya, sehingga ia terbiasa untuk bertanggung jawab atas segala hal dan aku benar-benar bilang SEGALA HAL bahkan buat hal-hal yang seharusnya nggak dia urusin.
Mungkin karena sifatnya yang seperti ini mamaku terkenal sebagai orang yang cerewet dan disegani oleh keluarga ku. hampir nggak ada orang yang bisa bilang B, kalau mama udah bilang A. she's born to be a leader, after all.
Mama juga wanita yang berani. disaat tempurung lututku tergeser dan aku nangis kesakitan saat diurut. Malah mama yang duduk pas di depan aku dan marah-marahin papa yang malah takut duduk di samping aku. Mama juga berani belain keluarganya yang diperlakukan nggak adil, bahkan bila lawannya adalah lelaki sekalipun.
Mungkin terkesan mama adalah tukang ngatur. Well, emang sih tapi bukan berarti kata-katanya adalah titah sang ratu. NGGAK. Mama tetap bisa nurut sama Papa di saat-saat tertentu. Mama bisa sangat tegas akan suatu hal, tapi juga bisa sangat plin plan untuk sesuatu. Mama tipe orang yang tahu kapan harus strict sama anaknya dan kapan nggak. begitu susah bagi aku untuk diizinin bawa motor di tahun pertama aku kuliah, tapi mama akan langsung bilang iya akan semua makanan dan keperluan lain yag aku tunjuk saat kami menjelajah carrefour, toko buku dan sejenisnya :).
Mama bukan tipe mama yang akan memuji anaknya setinggi langit saat anaknya berhasil. Bahkan pernah pas aku kasih tau IP aku di 1 semester yang naik 0.02 dari IP semester sebelumnya. mama bilang
Kok naiknya dikit a'?
hmm,,,kalau kamu nggak tahu gimana keluarga aku berkomunikasi, mungkin dalam hati kamu akan mikir "Gaya banget nih ibu". walaupun aku juga nanggapin kata-kata mama dengan "Ya Allah, itu juga udah susah ma..". aku tahu itu salah satu cara mama untuk memujiku and i really don't mind.
Mama adalah sosok wanita yang kayaknya bisa ngelakuin hampir semua hal. Masak makanan berat bisa. bikin kue basah bisa. bikin kue kering bisa (apalagi kastangel :)), bikin puding bisa. nyambel bisa. bersih-bersih rumah SANGAT JAGO. belanja n muter-muter berbagai tempat perbelanjaan akan dia lakukan dengan senang hati. JAGO BANGET nawar. Organizing something? oke banget. tambah oke lagi kalau mimpin orang. humble. beramah tamah sama orang? well she's done that all years. mulai dari petani sampai ibu-ibu pejabat kayaknya oke aja sama mama.
Mama adalah orang yang punya prinsip dalam hidupnya. sayang banget sama keluarganya, bahkan kadang terlalu belain ponakan-ponakannya (sampe anaknya sebel). mama juga sosok yang cukup bijaksana, walaupun mama cenderung orang yang emosional, setiap aku lagi keseeeeeellll banget sama orang, mama nggak pernah ngomporin. nenangin banget malah. "Ya,,kalau berhadapan sama orang ya gitu.. Nah, lain kali kamu..." adalah kata-kata yang biasanya mama ucapin dan 1 hal yang aku pikir nurun ke aku, entah kenapa dalam situasi buruk pun, mama pasti bisa nemuin 1 hal baik dalam situasi itu.
Mama juga bukan tipe mama yang selalu nanyain aku gimana dan ada masalah apa. beliau tipe orang yang hanya memperhatikan dan nanya "kamu kenapa?" saat dia liat aku rada beda. saat aku bilang "nggak apa-apa" ya end of discussion. Bukan berarti dia nggak care tapi karena dia tahu, toh kalau itu masalah berat pun, aku pasti cerita. kalau aku nggak cerita, ya itu tandanya aku bisa handle semuanya sendiri.
Mama aku juga wanita biasa, yang punya kelemahan. mama tipe orang yang emosional dan nggak jarang, tak terprediksi. saat aku pikir mama bakal marah, ternyata dia nggak marah begitu juga sebaliknya. mama juga suka ngomel dan seperti kebanyakan ibu-ibu lainnya, ngomelnya suka berepisode dan gak pandang bulu. salah apa nggak, kalau kamu lagi di deket dia, ya kena aja omelannya.
Mama juga tipe holder (nurun ke aku juga niih) sukaaaaa banget nyimpenin berbagai hal, mulai dari toples, tas dan hal-hal lainnya dan akhirnya ngebuat kamar n rumah makin sesak. DAN,, satu hal lagi yang nurun ke aku, mama tuh PELUPA nya tahap hampir parah. file-file penting aja bisa hilang coba.
aku nulis semua ini bukan untuk menghina mamaku. sama sekali nggak. Mamaku NGGAK pantas dihina.
Mama seorang wanita karier dan sedikit banyak, aku melihat sebagian diri ku saat nantinya aku akan menjadi mama bagi anak-anakku kelak. Seorang mama yang berlaku apa adanya dia. Dengan segala ketegasan dan kelembutan yang dia punya.
To be honest, nggak perlu moment hari Kartini untuk menyebut mama aku Kartini.
Nggak perlu juga berbagai macam kelebihan itu untuk menyebut mamaku hebat atau apaaa lah sebutannya
Cukup jadi Mamaku yang ngebuat aku dan adekku seperti ada apa nya kami sekarang, itu sudah satu poin yang membuat Mamaku Hebat.
I Love You, Mama
Thursday, 24 December 2009
Happy Birthday Mum
Dear Mum,
It's 24th of December,
Today is your birthday..
happy birthday Mum,,
You know how bad i am to be on the plane right now and finally hug you and say
I know you will have such a wicked birthday ever.
You've been through such a hard year, but now you can scream to the world aout loud that you're finally back on your own track and you're happy with your life.
I adore you for every things you've done...
I love the way you love people..
You love people unconditionally, and that makes you very special.
It's so sad if i admit i only celebrate your birthday with you ONCE
i really want to celebrate it again with you,
but distance wont keep me to say this happy birthday greetings...
I LOVE YOU MUM,,,
It's 24th of December,
Today is your birthday..
happy birthday Mum,,
You know how bad i am to be on the plane right now and finally hug you and say
HAPPY BIRTHDAY MY LOVELY MUM
I know you will have such a wicked birthday ever.
You've been through such a hard year, but now you can scream to the world aout loud that you're finally back on your own track and you're happy with your life.
I adore you for every things you've done...
I love the way you love people..
You love people unconditionally, and that makes you very special.
It's so sad if i admit i only celebrate your birthday with you ONCE
i really want to celebrate it again with you,
but distance wont keep me to say this happy birthday greetings...
I LOVE YOU MUM,,,
Thursday, 17 December 2009
Ungkapan untuk istri tercinta
By Ustad M Fauzil Adhim
Bila malam sudah beranjak mendapati subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri anda yang sedang terbaring letih menemani bayi anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.
Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri anda pula yang harus mencucinya.
Di saat seperti itu, apakah yang anda pikirkan tentang dia?
Masihkan anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam berbicara, lulus dalam memilih setiap kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.
Sekali lagi, masihkan anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak anda membiarkan istri membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara suami tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tak sabar.
Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Di saat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak menjerit karena cubitannya yang bikin sakit.
Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada anda.
Sementara gejolak-gejolak jiwa memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan utuk mendengar, atau ia tak pernah anda akui keberadaannya, maka kangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak.
Jangankan istri anda yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Shallallahu 'Alayhi wa Sallam tak mau mendengarkan, melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Shallallahu 'Alayhi wa Sallam hanya diam menghadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.
Ketika menginginkan ibu anak-anak anda selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu anda berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu anda berikan agar hatinya tidak dingin,apalagi beku, dalam menghadapiu anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih sayang.
Ada ketulusan yang harus anda usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap mememilki energi untuk tersenyum kepada anak-anak anda, sepenat apapun ia.
Ada lagi yang lain : PENGAKUAN. Meski ia tak pernah menuntut, tetapi mestikah anda menunggu sampai mukanya berkerut-kerut?
Karenanya, anda kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu melewati tengah malam, pandanglah istri anda yang terbaring letih itu, lalu pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa anda lakukan sekedar mengucapkan terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.
Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka,“Ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?“
Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya meyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau anda terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah, sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang anda lakukan.
Anda tidak akan mendapati amal-amal anda saat berjumpa dengan Allah di yaumil-qiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin anda lakukan, terserah anda. Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan anda untuk menyatakan terima kasih, tak ada airmata duka yang menetes baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang anda berikan lepadanya, kelak istri anda akan berkata tentang anda sebagaimana Bunda ‘Aisyah RA berucap tentang suaminya, Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wa Sallam, ”Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku”.
Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.
Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan. Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.
Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah anda ingat kembali ketika Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wa Sallam berpesan tentang istri. “Wahai manusia, sensungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah...,” kata Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wa Sallam melanjutkan, ”kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitan Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurusi istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik.”
Anda telah mengambil istri anda sebagai amanah dari Allah. Kelak anda harus melaporkan kepada Allah Ta’ala bagaimana anda menunaikan amanah dari-Nya. Apakah anda mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, anda sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri.
Semoga anda memberi ungkapan yang lebih agung untuk istri anda.
Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri anda pula yang harus mencucinya.
Di saat seperti itu, apakah yang anda pikirkan tentang dia?
Masihkan anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam berbicara, lulus dalam memilih setiap kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.
Sekali lagi, masihkan anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak anda membiarkan istri membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara suami tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tak sabar.
Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Di saat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak menjerit karena cubitannya yang bikin sakit.
Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada anda.
Sementara gejolak-gejolak jiwa memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan utuk mendengar, atau ia tak pernah anda akui keberadaannya, maka kangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak.
Jangankan istri anda yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Shallallahu 'Alayhi wa Sallam tak mau mendengarkan, melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Shallallahu 'Alayhi wa Sallam hanya diam menghadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.
Ketika menginginkan ibu anak-anak anda selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu anda berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu anda berikan agar hatinya tidak dingin,apalagi beku, dalam menghadapiu anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih sayang.
Ada ketulusan yang harus anda usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap mememilki energi untuk tersenyum kepada anak-anak anda, sepenat apapun ia.
Ada lagi yang lain : PENGAKUAN. Meski ia tak pernah menuntut, tetapi mestikah anda menunggu sampai mukanya berkerut-kerut?
Karenanya, anda kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu melewati tengah malam, pandanglah istri anda yang terbaring letih itu, lalu pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa anda lakukan sekedar mengucapkan terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.
Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka,“Ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?“
Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya meyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau anda terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah, sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang anda lakukan.
Anda tidak akan mendapati amal-amal anda saat berjumpa dengan Allah di yaumil-qiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin anda lakukan, terserah anda. Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan anda untuk menyatakan terima kasih, tak ada airmata duka yang menetes baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang anda berikan lepadanya, kelak istri anda akan berkata tentang anda sebagaimana Bunda ‘Aisyah RA berucap tentang suaminya, Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wa Sallam, ”Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku”.
Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.
Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan. Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.
Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah anda ingat kembali ketika Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wa Sallam berpesan tentang istri. “Wahai manusia, sensungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah...,” kata Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wa Sallam melanjutkan, ”kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitan Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurusi istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik.”
Anda telah mengambil istri anda sebagai amanah dari Allah. Kelak anda harus melaporkan kepada Allah Ta’ala bagaimana anda menunaikan amanah dari-Nya. Apakah anda mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, anda sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri.
Semoga anda memberi ungkapan yang lebih agung untuk istri anda.
Subscribe to:
Posts (Atom)





