Showing posts with label gratitude. Show all posts
Showing posts with label gratitude. Show all posts

Saturday, 13 April 2013

Smile and Life

Have I ever thought about how complicated my life is?
I have. A lot of time...

Have I ever thought that I had nothing but misery in my  life?
Well,, every once a while, i have.

Have I ever felt that I am the most unfortunate person in this whole world?
Yes, I have..

Have I ever felt that I am doing a worthless life?
Mmmm... I have...

On Monday, April 7th 2013.
Something life changing happened.

On Monday, April 7th 2013.
I felt ashamed, because i ever let myself thought about those things.
Ashamed was not even right to describe my feelings.
Perhaps, "Disgusted" was a perfect word for my feelings at that time.

I felt disgusted of myself because of my habit of grumbling. 
I, who run a pretty colorful healthy life, still grumbling about how bad my life was.
I still grumbling about anything that ain't right.
I still grumbling about everything. Every little things that not even matter.

While,
There they were...
Bunch of children, in very young age, were fighting their cancer.
They had to live with syringe stuck in their arms every days of their life.
They had to bear the pain every seconds of their life.
They had to accept that they could not enjoy their life as normal as the other kids did.
They had to do many things because they HAD to, not because they WANT to.


Were they afraid?
They probably were, but it didn't make them stop smiling

Were they disappointed?
Perhaps, but still. They still enjoy the life

There they were...
Among all those restriction, they still had the urge to smile genuinely.

If those children were that happy to face their life,
Then did  i have a single reason to not to?

Saturday, 21 January 2012

5 Bulan

5 bulan telah terlewati, Kawan 

5 bulan yang penuh mata panda karena kurang tidur

5 bulan yang diisi tawa lepas saat ada hal lucu yang terjadi

5 bulan yang seringkali diisi dengan linangan air mata saat akhirnya kita mau untuk membuka sedikit tabir diri kita pada teman sekelas kita 

5 bulan yang penuh dengan jurnal, presentasi dan makalah 

5 bulan yang penuh kehebohan saat kita harus berhadapan dengan HPP serta laporan 

5 bulan yang penuh kata TEMAN-TEMAN,,, SEMANGAT YA... KITA BISA!! 

5 bulan yang  mengenyangkan (serta membulatkan) perut 

5 bulan pemberian materi yang mengasyikkan, menarik juga terkadang membosankan 

5 bulan...
Yang terasa seperti bertahun-tahun 
Mengapa? 
Karena aku merasa bahwa aku berubah dari Nhira yang dulu menjadi Nhira yang sekarang. Bukan perubahan yang sangat ekstrim sampai membuatku tidak mengenali diriku sendiri, tetapi perubahan dalam diriku yang membuatku lebih nyaman dan lebih enteng dalam menjalani kehidupan ini. 


Sampai detik ini, aku masih kaget dengan fakta bahwa hanya dalam waktu 5 bulan, aku bisa mulai melepaskan diri dari kepompong diri seorang Nhira.

Hanya 5 bulan ,untuk membuat seorang Nhira yang dulunya pelit membagi cerita dunia internalnya menjadi seorang Nhira yang sudah mulai membuka pintu dirinya kepada dunia luar 

Hanya 5 bulan, untuk membuat seorang Nhira mengakui bahwa dirinya penuh dengan mekanisme pertahanan diri, distorsi kognitif serta inkongruensi. Sesuatu yang dahulu akan ia coba sangkal saat ada orang lain mengatakan itu padanya 

Hanya 5 bulan, untuk membuat seorang Nhira begitu menghargai emosi-emosi di dalam dirinya, bahkan Nhira sudah bisa menyapa kebanyakan emosi negatif yang ia rasakan. Lagi-lagi, ini adalah sesuatu yang biasa Nhira abaikan 

Hanya 5 bulan, untuk membuat Nhira berani mengutarakan rahasia terbesarnya kepada orang lain 

Hanya 5 bulan, untuk membuat Nhira mengerti bagaimana rasanya afek datar

Hanya 5 bulan, untuk membuat Nhira bisa menangis untuk permasalahan yang dahulu sering dianggapnya remeh 

Hanya 5 bulan, untuk menjadikan Nhira mulai mengenal dirinya 

Hanya 5 bulan, untuk membuka mata Nhira lebar-lebar bahwa Allah itu begitu mencintainya karena telah menempatkannya di mapro klinis 8 

Hanya 5 bulan, untuk membuat Nhira mencintai Mapronis 8 dengan sepenuh jiwanya. 

Samuel Taylor Coleridge mengatakan  
"Friendship is a sheltering tree
Bagiku,, 
Mapronis 8 is my own personal sheltering tree, for it always giving me space to shade for a while before i continue walking for greater journey

Terima kasih untuk semua proses yang telah kita jalani bersama 5 bulan terakhir ini, Mapronis 8 

Terima kasih untuk cinta tanpa syarat yang telah kalian ajarkan 

Dan Terima kasih untuk mau berbagi bersamaku 
Intervensi Komunitas Kelas Mapronis 8

Saturday, 12 November 2011

Sepintas pemikiran

Merasa tertekan, capek dan lelah karena semua rutinitas dan permasalahan akhir-akhir ini? 

Rasakanlah semua perasaan tersebut, 
Rasakan semua rasa capeknya, lelahnya dan
Apabila menangis dirasa akan menenangkan, maka menangislah...

Setelah itu? 
Ingatlah bahwa 
Allah tidak akan memberikan suatu permasalahan yang tidak akan mampu dihadapi umatNya. 

Bersyukurlah, 
Karena Allah telah mempercayaimu untuk menghadapi permasalahan tersebut, BUKAN untuk menghukummu tetapi untuk mengajarimu lebih banyak hal.

-Suatu pemikiran tiba-tiba yang muncul di perjalanan pulang setelah kuliah-

Saturday, 15 October 2011

Manusia Itu ...

Manusia itu mahluk yang .... (isi sendiri menurut mu)

Kalau menurutku? 
Manusia itu mahluk yang Kuat, tetapi juga rentan. 

Normatif?
Mungkin terkesan begitu, tapi cobalah dengar argumentasiku sebentar. 


Manusia adalah mahluk yang kuat, 
karena seorang manusia mampu menguatkan manusia lainnya dengan berbagai cara. Tengok saja kehidupanmu, kamu bisa menguatkan manusia lainnya dengan duduk diam di sampingnya dan mendengarkan segala ceritanya.

Kamu juga bisa memegang tangannya halus tanpa berkata, tetapi matamu dan tubuhku seakan meneriakkan dukungan tanpa henti. 

Kamu juga bisa berbicara tentang berbagai hal yang terjadi pada hidupmu hari ini, kemarin, minggu lalu bahkan beberapa bulan yang lalu. 


Kamu bisa menceritakan tentang sesuatu yang kamu sukai, yang kamu percayai, yang kamu pikirkan, bahkan sesuatu yang kamu imajinasikan. 


Bahkan, kamu bisa menguatkan seseorang hanya dengan senyum sederhana dari bibirmu. 


Hal-hal sesederhana dari dirimu itu, yang mampu menyentuh hati dan merombak pemikiran manusia lainnya bahkan memberikan semangat untuk keluar dari keterbatasan yang dibuat oleh tangan-tangan tak terlihat. 


Lalu,, disaat seorang manusia mampu melakukan hal sehebat ini pada manusia lainnya, dimana letak kerentanannya? 
Sudah hilangkah sisi kerentanannya? 


Belum..
Manusia tetaplah mahluk yang rentan. 


Manusia memiliki permasalahan, baik itu permasalahan yang telah dimilikinya sejak dahulu kala dan permasalahan yang baru muncul beberapa menit lalu. 


Manusia memiliki kejadian traumatis bahkan berbagai pengalaman subjektif yang sangat mempengaruhi dirinya. 

Pengalaman yang terkadang membuatnya lebih memilih untuk melupakan dirinya. 

Pengalaman yang membuatnya bersembunyi di balik jati diri baru hasil kreasinya dan menyimpan diri lamanya begitu dalam dan begitu tidak tersentuh dunia luar. 


Begitulah manusia menurut aku. 
Manusia yang kuat, tetapi juga rentan. 
Manusia yang mampu mengeluarkan manusia lainnya dari permasalahan, tetapi kesulitan untuk mencari celah keluar dari permasalahannya sendiri. 


Apakah itu salah? 
Tergantung dari sisi mana kamu melihat. 
Dari sudut pandangku, tidak ada yang salah. 
Manusia hidup dan berproses. 
Selama dia masih ingin menikmati kehidupan dan berproses, dia akan menemukan manusia lainnya yang akan membantunya untuk keluar dari lubang permasalahannya. 

Itu yang aku yakini. 

Tulisan ini lahir dari proses pembelajaran selama 1.5 bulan terakhir. 
Terima kasih kepada teman-teman Mapro Klinis UGM VIII yang telah mengajariku tentang fitrah kita sebagai manusia.

Thursday, 16 December 2010

Mencapai Puncak Gunung

Naik naik ke puncak gunung
Tinggi tinggi sekali
Naik naik ke puncak gunung
Tinggi tinggi sekali
Kiri kanan kulihat saja
Banyak pohon cemara
Kiri kanan kulihat saja
Banyak pohon cemara
Naik-Naik ke puncak gunung (Lagu daerah dari Maluku)
Lirik lagu diatas begitu familiar kan?
Lagu anak-anak sepanjang masa ini menggelitik aku akhir-akhir ini.
Dulu, disaat aku beranjak remaja, aku sempat menertawakan lagu ini
Ngapain juga naik ke gunung liat kiri kanan. Jatuh baru tahu rasa!
itu komentarku dulu dan pernyataan ini belum begitu berbeda sampai beberapa bulan/minggu lalu.

Entah mungkin karena semester ini kuliahku agak lowong dari 2 semester lalu, jadi otakku yang memang suka berpikiran macam-macam menjadi tidak terbendung imajinasinya.

Seperti biasa, secara tiba-tiba, otakku langsung kepikiran lirik lagu ini di satu siang menjelang sore
Kiri kanan kulihat saja
Banyak pohon cemara
tiba-tiba otakku memvisualisasikan aku sedang membopong ranselku naik ke gunung.
gunung yang hijau, dihiasi berbagai warna bunga yang menarik
langit biru tentunya terasa begitu dekatnya dengan aku saat itu
leherku tak henti berputar ke segala arah, seakan membantu memanjakan mataku melihat keindahan ini
puncak masih terlihat jauh, tapi aku terlihat begitu sumringah menenteng ransel hitamku menuju puncak.

Aneh,,
Visualisasi ini hanya terjadi tidak lebih dari 10 detik, tapi kenapa rasanya aku benar-benar ada disana ya?
Seakan aku benar-benar menuju puncak gunung dan melihat berbagai persembahan alam itu di depan mataku.
Bahkan, aku setengah mati menginginkan visualisasi itu kembali. Kali ini, aku akan memastikannya untuk bertahan lebih lama.
Seakan berhadapan dengan kaset macet, kali ini aku tidak berhasil. rasa penasaran dan keinginan untuk benar-benar ada disana membuatku susah untuk membayangkannya.

Lagi-lagi aku terdiam..
satu pemahaman menyusup di otakku.

Aku berjalan menuju puncak gunung, 
sama yah seperti posisi aku sekarang?

Aku saat ini sedang berusaha menuju puncak pendidikanku yang pertama, MENYELESAIKAN SKRIPSI.

Mataku seakan lapar melihat sekeliling, ada banyak bunga berbagai warna yang menarik mata,
sama yah seperti yang aku alami sekarang?
topik skripsiku menuntut aku untuk banyak berinteraksi dengan keluarga ODS (Orang Dengan Skizofrenia-cerita sebelumnya). interaksi ini bukan hanya sekedar bertemu beberapa menit dan menawarkan skala penelitianku untuk diisi, melainkan juga berbicara dan mendengarkan cerita mereka.

Aku bisa bilang, cerita-cerita mereka sangat menggugah aku.
Setiap aku bertemu satu keluarga ODS, aku hanya bisa mengurut dada dan mengucapkan rasa syukurku pada Allah.

Syukur karena Allah SWT masih memberikan begitu banyak hati mulia pada orang-orang terpilih ini.
Syukur karena Allah SWT masih memberikan rahmatNya pada orang-orang ini
terutama, Syukur karena Allah SWT masih memberiku kesempatan untuk mengenal keluarga-keluarga ini.

Jujur, ada rasa lelah dan pemikiran "apakah aku akan berhasil" saat aku melihat pergerakan angka responden skripsiku yang begitu pelan merangkak naiknya.
Alhamdulillah, Allah SWT masih sangat sayang dengan hambaNya yang satu ini

Aku diberikan DPS yang begitu baiknya dan begitu mendukung,

Aku diberikan dosen-dosen yang masih mau menoleh dan membantuku,

Aku diperkenalkan pada orang-orang yang begitu baik, yang mau membantuku mendapatkan responden dan belajar dengan melihat mereka menghadapi masyarakat,

Aku diberkahi teman-teman yang begitu luar biasanya mendukungku, bahkan dengan cara yang sepele seperti posting status di twitter dan facebook, juga posting notes dan blog,

Terlebih lagi, aku diberikan otak (dan atau hati?) yang cukup responsif terhadap banyak stimulus di sekitarku. Sehingga sering kali beberapa hal yang sepele (walaupun cuma sekedar sering jatuhnya sterofoam yang aku tempeli berbagai impianku atau uang 500 yang aku berikan pada tukang parkir atau adegan 1 sinetron, sekelebat iklan dll), dapat otakku rubah menjadi sesuatu yang aku analogikan dengan hidup sehingga dapat menginspirasiku sebegitu besarnya .

Kali ini, Otak (dan atau hati?) yang hebat ini kembali berulah sepertinya.
ditengah gerimis lelah dan putus asa yang terkadang muncul ini, Otakku selalu mampu menghadirkan berbagai hal yang justru membuat tekadku makin bulat.

Kamu pasti lelah dan merasa skeptis dengan jumlah responden yang kamu dapat sekarang Nhira, tapi lihat dan ingat wajah-wajah keluarga ODS yang sudah kamu temui. Kamu bukan hanya sekedar mendapatkan data di atas skala-skala penelitianmu itu. Kamu juga mendapatkan data kualitatif berkat obrolanmu dengan mereka dan kamu mendapatkan mata kuliah yang bernama Kasih Sayang dan Cinta Keluarga yang tidak kamu dapatkan di bangku kuliah mahalmu itu!

kalau kamu sadar, Ini adalah proses! Proses yang begitu berharga dan tak ternilai harganya. Proses yang tidak semua orang bisa sebegitu beruntungnya untuk menghadapi sendiri. Proses yang tidak begitu mudahnya untuk didapat. Proses yang mengajarimu begitu banyak hal, bahkan tanpa kamu sadari!
Pemahaman ini tiba-tiba saja datang padaku di tengah jalan saat aku mengendarai revoku kembali dari puskesmas hari ini.



Aku menaiki puncak gunungku saat ini 
Jalannya panjang dan mungkin berliku
Melelahkan dan mungkin aku akan sendirian di beberapa lekuk gunung
Tapi, akan selalu ada bunga-bunga berwarna-warni menarik hati di sepanjang perjalanan
Akan ada burung-burung berkicau memeriahkan suasana
Akan ada pohon-pohon dan awan yang menaungiku dari sengatan matahari dan serbuan rintik hujan
Akan ada teman seperjalanan yang aku temui
Akan ada keyakinan di hati, kalau aku akan sampai di puncak dengan selamat dan berbahagia
Pastinya, akan selalu ada Allah SWT yang membimbingku dan memberikan jalan

Well, I know it's a journey of mine that worth to travel..
So, No Hurry!! 
I will enjoy my every moment out of it. 


Monday, 15 November 2010

Dengan kereta ku pergi, Dengan kereta ku kembali

naik kereta api Tuttt Tuttt Tutt
siapa hendak turut? 
Ke bandung... Surabaya... 
(Tak) bolehlah naik dengan percuma
Ayo kawanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama 

Di masa kecilku, lagu ini sering kali kunyanyikan dengan teman-temanku. biasanya kami menyanyikan ini saat main kereta-keretaan. rasanya senang sekali saat berdiri berbaris panjang dan badan berlenggak lenggok saat bermain kereta-keretaan ini. 
Saat itu nhira kecil belum pernah melihat dengan mata kepala sendiri seperti apa wujud si ular besi ini. Bentuk-bentuk kereta hanya bisa kulihat dari berbagai gambar di buku-buku mewarnai dan buku-buku belajar membaca. kejadian ini terus berlanjut, setidaknya sampai aku menginjak SD. Papa dan Mama mengajak berlibur ke Jakarta, dimana akhirnya aku berhasil melihat langsung si ular besi dengan kedua mataku sendiri. ternyata, hanya melihat tidaklah cukup. Ingiiiiin rasanya menjejakkan kaki ke dalam dan berjalan-jalan di dalam kereta. 
bagaimana yah rasanya naik kereta? 
sepertinya kurang lebih itulah yang terlintas dalam pikiranku saat itu. 

Akhirnya, niatan untuk merasakan naik kereta pun terlaksana. setelah melalui perencanaan panjang, akhirnya aku, winda dan devi berhasil mewujudkan misi kami untuk liburan ke bandung-jakarta. Berangkatlah aku dan devi ke bandung naik KA Eksekutif Turangga. Wuih,, pernah kan merasa sangat excited saat mendapatkan sesuatu yang kamu idam-idamkan sejak dulu? 

Pengen lompat-lompat?
jantung berdetak begitu cepat?
Bibir tak henti menyunggingkan senyum? 
Itu semua aku rasakan saat aku akhirnya duduk menunggu kereta ini datang di stasiun tugu Jogja. 

saat kereta datang? 
Percaya deh, jantung ini rasanya mau keluar saking senangnya.. Hahahaha

Sebenarnya, aku juga pernah naik kereta. Kereta Parahyangan dari bandung-jakarta dan Prameks Jogja-solo sudah pernah kunaiki, tapi dari dulu aku pengen banget merasakan naik kereta yang lama, perjalanan yang cukup lama sehingga aku bisa merasakan kursi kereta untuk tidur. 
akhirnya saya naik kereta!!!! 

Perjalanan kereta malam itu cukup menarik. walaupun cukup lelah, mata seakan tak rela untuk menutup. memang mata tak begitu dimanjakan dengan pemandangan di luar jendela, tetapi obrolan heboh di tengah malam cukuplah menjadi teman seperjalanan sembari mata ini berusaha melihat setiap detail dalam kereta ini. 

aku bisa bilang kalau perjalanan kereta dari jogja-bandung kali ini cukup menyenangkan, walaupun terkadang tidurku terusik dengan suara kereta yang agak horor (seakan roda kereta ini mau lepas dari relnya). tidurku cukup nyaman, AC dalam kereta masih dapat ditolerir (dapat selimut dan bantal juga looh!!!), penjual makanan berseliweran, barang aman dan tidak ada tindakan tidak senonoh yang terjadi. yah,, cukup pantaslah kereta ini menyandang gelar kereta eksekutif. 

Saat langit mulai terang, tanda matahari mulai menggeliat barulah pemandangan yang tak akan kulupakan selama hidupku tertangkap kedua mataku. sawah-sawah hijau dan gunung seakan membiusku di subuh itu. Saat aku beranjak dari kursiku untuk memenuhi panggilan alam, otomatis aku keluar gerbong keretaku. angin pagi yang dingin menusuk menyambut bersamaan dengan pemandangan hijau nan landai di luar sana. Sesaat aku merasa bukan di Indonesia. 
Subhanallah,, bagus banget siiih!!! Ini pemandangan JUARA nih. 

Belum putus rasanya kekagetanku, ternyata saat masuk ke toilet kereta ada yang lebih mengagetkanku lagi. Ternyata segala hajat yang dibuang di toilet ini tidak ditampung di tempat khusus melainkan langsung terjun ke bawah kereta (baca: jalan rel kereta). 
WOW

toilet seperti ini bukan pemandangan baru buat aku sebenarnya. saat safari zaman aku AFS dulu, aku juga pernah menggunakan toilet seperti ini, dulu kami menyebutnya "bush toilet", tapi kan itu di tengah-tengah hutan dan segala hajat yang dibuang pun akan langsung tertanam berpuluh-puluh meter dari permukaan tanah. bukan di jalanan kereta seperti ini!! Ckckckck,,, akhirnya aku menemukan satu ketidakpantasan dalam kereta eksekutif Indonesia. 

seakan tak mau kalah dengan pesawat terbang, ternyata kereta ini pun memiliki majalah kereta, berisi tentang berbagai informasi tentang kereta dan berbagai tempat wisata di kota Bandung dan sekitarnya. berhubung aku dan devi buta mengenai bandung, kami pun sepakat untuk mengambil majalah ini untuk menjadi guide kami, yang ujung-ujungnya nggak terlalu digunakan juga sih :)) dan sekarang pun aku lupa dimana menaruh majalah itu. 

Sekitar jam 7 pagi, akhirnya kereta ini memberhentikan diri di stasiun bandung. Aaaah,,, halo Bandung!!! bubur ayam depan stasiun pun diputuskan menjadi langkah awal kami berkuliner di bandung.. 

Aku pikir inilah kali terakhir aku menaiki kereta dalam liburanku ini. tapi ternyata merapi membuat liburanku yang awalnya cuma bandung jakarta harus bertambah menjadi tangerang. Situasi merapi yang tidak kondusif membuat papa mama merasa harus mengungsikan anaknya dan tanteku di tangerang dengan sigap menerima keponakannya ini. hihihi

keberadaan aku di tangerang nggak disia-siakan oleh tanteku. dengan semangat si tante mengajak aku ke mangga dua. 
kita ke mangga dua naik kereta aja neng, jam 9 kereta berangkat dari stasiun tangerang. nanti kita tinggal jalan atau naik angkot aja dari stasiun jakarta kota ke mangga dua. 
Denger mangga dua, aku siih hayuuuk aja!!!
Jadilah aku naik kereta lagi. bisa dibilang, selama "liburan" di tangerang aku cukup kenyang naik kereta. walaupun cuma berkereta selama 1 jam, ternyata cukup banyak hal yang aku lihat dan cukup membuatku tertegun. kalau selama perjalanan jogja-bandung yang aku lihat adalah yang baik-baik, maka kali ini aku melihat sisi gelap jakarta. 

rumah-rumah kecil dari kardus dan triplek terlihat rapuh tapi ternyata cukup kuat menahan terpaan kencangnya angin kereta. sampah berbagai bentuk dan jenis bertebaran di sekeliling rumah, hidup di rumah yang sempit dan kurang ventilasi belum lagi dengan sanitasi yang sangat jauh dari kata memadai. begitu kontrasnya dengan gedung-gedung modern nan kinclong di latar belakang rumah mereka. 


anak-anak kecil bermain di antara rel-rel rumit kereta, berlarian seakan tak kenal takut bahkan tidak tampak khawatir melihat kereta yang tanpa ampun berseliweran di sampingnya. sekelompok bapak dan ibu yang berjuang mencari nafkah dengan berjualan di antara rel-rel kereta api. bahkan segepok pisang yang dijual ditaruh hanya sekitar 10cm dari rel kereta. Ckckckck,,, satu realita kembali tersaji di hadapan mukaku.

2 kali bolak balik naik kereta tangerang ekspres ini cukuplah mengajariku banyak hal. berbagai cara mengejar kereta sudah dilalui, mulai dari duduk manis menunggu datangnya kereta sampai pada lari kocar kacir mengejar kereta yang sudah mau berangkat. perjalanan dengan duduk dan berdiri pun sudah dirasakan. beginilah memang kalau menggunakan transportasi umum.


Sampai akhirnya tiba saatnya untuk pulang ke Jogja. lagi-lagi karena merapi, penerbangan ke jogja semua ditutup. jadilah aku harus lewat solo dulu sebelum mencapai jogja. Untuk ke jogja pastinya harus naik prameks kan? disini terjadi kejar-kejaran waktu lagi antara aku dan prameks. pesawat mendarat sekitar pukul 5.10 dan kereta berangkat pukul 5.54. mau tak mau, taksi dari bandara adi sumarmo kuminta untuk ngebut mencapai stasiun purwosari. Phewww,,, sampailah akhirnya di stasiun dan tiket prameks pun aman di tangan. Tengok kanan kiri, stasiun ini cukup penuh. 
bakal berdiri di kereta ni kayaknya
benar saja,, prameks dari balapan sudah penuh banget. tambah lagi penumpang dari purwosari. Yaaa sudah,, berdirilah dengan tegar aku di kereta selama kurang lebih 1 jam. tak banyak yang dapat dilihat di luar kereta kali ini. tapi tentu saja pemandangan di dalam kereta tak kalah meriah. banyak penumpang yang duduk bergelimpangan di lantai kereta, anak kecil yang digendong papa mamanya dan terlihat damai sekali dalam tidurnya seakan tak mendengar teriakan penjual makanan dan koran mondar mandir gerbong, seorang lelaki dan wanitanya yang saling mengobrol lirih bahkan ada yang saling sms an padahal mereka duduk berseblahan, kakek yang duduk di pojokan memegang karung gandumnya erat, nenek yang berjongkok dengan menggandeng cucunya yang duduk bersandar di dada sampai pada muda mudi zaman sekarang yang heboh mengobrol atau bahkan hanya duduk diam sambil mendengarkan lagu yang ada di playlistnya. 

Kereta,,
dengan caramu sendiri ada pesona yang menguar


tampilanmu yang mewah 
maupun yang kusam mengajarkan berbagai hal padaku 

kini aku tak lagi hanya sekedar menyanyikan lagu kanak-kanak zaman dulu
aku MERASAKAN naik kereta api yang tak lagi berbunyi tuuuttt tuttttt tuuuttt..

beberapa menit sebelum kereta ini sampai di lempuyangan
tiba-tiba satu kesadaran menyusup di otakku 
kemarin pergi liburan naik kereta, sekarang pun mengakhiri liburan dengan kereta 

Well,, see you around train!!
Thanks for the amazing experience!

Sunday, 17 October 2010

Tangis seorang ibu

Suara sesenggukan di sebelahku tak urung membuat keningku berkerut. 
Ya, Ibu yang sedang berdoa di sebelahku ini menangis sesenggukan. 
Yah, sekarang kan sedang shalat. Wajar kalau dia menangis
Malam esoknya, kembali si ibu menangis. 
ternyata bukan hanya 2 malam ini, malam besok, besoknya, besoknya dan besoknya lagi si ibu masih tetap menangis tiap kali berdoa seusai shalat tarawih di masjid dekat rumahku. 

Tergerak dengan suara tangis pilunya, aku pun berusaha bertanya padanya malam ini
saya lihat, ibu selalu menangis saat berdoa seusai shalat. ada apa bu?
 ibu itu terdiam sebentar, lalu menjawab
Nggak apa-apa. saya cuma teringat suami saya. suami saya sudah meninggal beberapa tahun lalu
aku pun hanya dapat mengangguk kaku mendengar jawabannya lalu berpamitan pergi
Malam esoknya, kembali si ibu menangis. entah kenapa, kali ini tangisannya terdengar lebih memilukan. Berbekal rasa sok perhatian, kembali aku mendatangi si ibu dan bertanya 
saya merasa tangisan ibu lebih memilukan malam ini. Ibu kangen sekali ya dengan suaminya?
dengan masih sesenggukan, si ibu menjawab 
sebenarnya saya punya 2 orang anak. anak saya yang kecil sedang sakit panas. sudah berhari-hari panasnya belum turun-turun. saya mau bawa berobat, tetapi belum punya uang.
kali ini satu pemahaman merasuk dalam diriku. Mungkin saja tangisan-tangisan ibu di beberapa malam tarawih ini bukan hanya meneriakkan rindu pada suaminya, tetapi juga meneriakkan pertolongan kepada Allah bagi putra kecilnya. Kali ini aku tak hanya mengangguk kaku, aku berbalik menuju rumahku dan mengambil sedikit uang yang aku rasa cukup untuk pengobatan. segera aku bergegas menemui si ibu yang bersiap pergi meninggalkan masjid. 
Ibu, ini ada rezeki buat putra ibu. Besok pagi, segera dibawa ke puskesmas ya. Jangan ditunda-tunda lagi. belikan dia obat dan minum obatnya secara teratur
Hampir lemas rasanya badanku saat si ibu berusaha mencium tanganku dan bibirnya tak henti mengucapkan terima kasih. 
Alhamdulillah,,, saya akan bawa anak saya ke dokter besok pagi. Terima kasih banyak,, terima kasih banyak..

Malam ini, kembali aku tarawih di masjid ini tapi tak kulihat sosok ibu yang senantiasa menangis itu
Esoknya, kembali ku jumpai si ibu di masjid ini. Wajahnya terlihat lebih cerah. dengan semangat ia mendekatiku
terima kasih banyak sudah membantu saya kemarin nak. anak saya Alhamdulillah sudah sembuh. sekarang malah sudah bisa ikut shalat tarawih di masjid. Mau ketemu sama ibu baik katanya
aku hanya bisa tersenyum dan tak urung ada setitik kelegaan yang menetes di hatiku. ALHAMDULILLAH, masih bisa berbagi rezeki di bulan baik ini. 
Sepulang tarawih, si ibu tergopoh-gopoh menggandeng seorang anak lelaki mendekatiku. 
ini ibu baiknya, le
si anak langsung mencium tanganku seraya mengucapkan terima kasih. Dari hasil perbincangan malam itu, baru aku tahu bahwa ibu ini Janda beranak 2. suaminya meninggal beberapa tahun lalu karena sakit. rumahnya ternyata cukup jauh dari masjid ini, tapi ia rela menempuh jarak yang jauh demi mendapatkan zakat fitrah dari masjid ini. lagi-lagi aku merasa hatiku teriris mendengar penuturan ibu ini. 
Malam-malam tarawih terus berlalu, si ibu masih kerap menangis walaupun kini sesenggukannya terdengar lebih lirih. satu yang aku perhatikan, makin hari wajahnya terlihat murung. kembali aku ajak si ibu mengobrol. 
kenapa kok wajahnya murung bu?
kaget dengan kedatanganku yang tiba-tiba, si ibu sedikit terlonjak. 
Ah, tidak. Lebaran sudah dekat. anak saya tanya tahun ini dia bisa pakai baju baru atau tidak? Saya nggak bisa jawab. karena saya juga tidak tahu.
aku pun hanya tersenyum samar mendengarnya
Esoknya, aku mencari putra si ibu tadi. sebelum pulang, aku beri dia amplop. 
ini buat beli baju ya. Buat kakak juga.
terlihat sekali ekspresi tidak nyaman dari si ibu. 
bukan maksud saya untuk meminta kepada ibu. sungguh
saya juga hanya bermaksud untuk berbagi rezeki dengan anak ibu, tidak ada maksud lain 
mendengar itu, si anak kembali mencium tanganku. wajah si ibu pun tersenyum. Aku hanya berharap, senyum di wajah sang ibu dapat terus terpasang di wajahnya. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik bagi keluarga ini, hanya itu doaku saat itu
Esoknya, wajah si ibu kembali cerah. 
anak saya tidak bisa berhenti tersenyum hari ini. semenjak pulang dari membeli baju di pasar, kerjanya hanya memandangi baju barunya terus. dia terlihat bahagia sekali.. Terima kasih banyak bu
Tak kuasa membayangkan ekpresi anak itu, aku hanya bisa mengangguk dan dalam hati bersyukur atas segala rezeki yang telah Allah berikan padaku dan keluargaku. 
-sebuah cerita nyata yang dialami langsung oleh Tanteku di Bulan Ramadhan 1431 H-

Bersyukurlah kawan, 
karena kamu masih bisa tidur dan makan enak

Bersyukurlah kawan, 
karena kamu masih memiliki uang untuk terus menopang hidupku, walau sekadarnya

Bersyukurlah kawan,
karena kamu masih memiliki hati untuk melihat penderitaan orang lain

Bersyukurlah kawan, 
karena kamu masih bisa menolong orang lain


Wednesday, 29 September 2010

The Skripsweet begins

satu sms darii seorang teman -sebut saja Devi- membuat perutku langsung melilit
Say,, DPS udah ada. kamu mau liat sendiri apa aku kasih tau?

dengan cepat aku langsung membalas
siapa say?

Lama tak kunjung ada balasan, akhirnya temanku yang satu lagi -sebut saja winda- menelpon devi dan langsung menanyakan nama DPS.setelah winda menanyakan DPS nya, akhirnya winda bilang kalau
DPS mu Bu Sofi

Kalau sms tadi membuat perutku melilit, telepon ini malah membuat mulutku terkunci, diam seribu bahasa dan lututku lemas.
it's true,,
i dont try to be such an exaggerated girl or whatsoever, but my reaction was pretty much it.

Bukannya bu sofi nggak pernah terlintas di pikiranku, bahkan dulu disaat semester awal aku pengen untuk dibimbing beliau, tapi makin kesini dan mengerti bagaimana ibu, aku lebih memilih untuk "menyimpan" ibu untuk S2 nanti (AMIN).
jadi beralihlah aku ke Ibu Nuryati Atamimi. apa mau dikata, takdir berkata lain dan jadilah bu sofi DPSku.
Tau apa kalimat yang aku ucapkan saat lumayan sadar dari speechless nya aku?
ntar aku bimbingan pakai baju apa yah?
kontan aja si tiara dan winda langsung ketawa ngakak.

Hahaha,,, gini nih kalau punya DPS yang strict masalah berpakaian rapi.
well,, masalah berpakaian jujur bukanlah satu hal yang menjadi major concern aku, aku malah sedikit takut dengan perfeksionisnya ibu dan keribetan nanti.

But hey,, skripsi mana sih yang nggak ribet?
So, i'll receive this great news with all of my heart and i thank God for giving me bunda sofi as my supervisor.

She's one of the best lecturer and psychologist ever.
I think it's one of Allah's way to make me become a better person (and a better -up coming- clinical psychologist).
AMIN... AMIN YA RABBAL ALAMIN

Monday, 3 May 2010

Renungan dari pojok kalasan

Terima kasih ya Allah karena Engkau telah kembali "menyentil" ku melalui mahluk ciptaan Mu
rasanya hanya kalimat ini yang mampu aku ucapkan sesaat setelah aku selesai berkunjung ke Panti Asuhan Cacat Ganda Sayap Ibu Kalasan. 

Kunjungan ini dilakukan oleh anak-anak kelas Psikologi Anak dan Remaja Berkebutuhan Khusus. Tugas kami pada kunjungan ini hanyalah melakukan OBSERVASI. melihat bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari di panti ini. suatu tugas yang sederhana, tapi ternyata membawa makna yang begitu dalam bagi kami, terutama bagi ku. 




Sabtu, 1 Mei 2010
Tepat pukul 9.40, tak lebih dari 12 perempuan berbondong-bondong menyemuti jalan-jalan dari Psikologi UGM menuju Kalasan. Tujuan para perempuan ini adalah satu tempat yang terletak di pinggir kalasan. satu tempat tak begitu besar tapi ternyata menyimpan berbagai harapan besar yang hanya bisa terjawab oleh waktu dan tentunya kehendak Allah SWT. 

Namanya Panti Asuhan Cacat Ganda Sayap Ibu. Tempat ini dihuni sekitar 28 anak yang menyandang lebih dari 1 ketunaan dalam dirinya. sebut saja ketunaan yang mungkin diderita seorang anak, panti ini pasti akan menunjukkan padamu (paling tidak) 1 anak yang menyandang ketunaan ini. 

Tuna netra ? CHECKED..
Tuna rungu ? CHECKED..
Mental Retarded ? CHECKED..
Tuna wicara ? CHECKED..
Cerebral palcy ? CHECKED..
Autis ? CHECKED..
Hiperaktif ? CHECKED..
Hipoaktif ? CHECKED..

apa lagi?? pernah dengar Hydrocephalus? Belum?? Pernah?? Bukan masalah kalian pernah dengar atau tidak, tapi panti ini pun MEMILIKI seorang balita yang menyandang penyakit ini. 


Kedatangan kami disambut oleh seorang pegawai panti yang langsung memboyong kami untuk menikmati keadaan panti di tempat yang lumayan rindang sembari mendengarkan penjelasannya tentang kehidupannya sebagai perngurus panti. Sesuatu yang sebenarnya sudah cukup untuk membuat hatiku teriris. 

Mendengar bagaimana para orang-orang hebat (mengutip kata-kata bu Indati "orang-orang dengan tujuan Surga") ini tanpa kenal lelah merawat para anak-anak yang selalu butuh perhatian lebih dan bahkan sebagian dari anak-anak ini pun tak akan mampu memanggil nama pengasuh mereka dengan panggilan sayang. 

Aku pikir, melihat para anak-anak ini mau melakukan apa yang mereka suruh saja tampaknya adalah berkah terindah bagi para pengurus panti ini. 



Berjalan menyusuri lorong-lorong panti ini, melihat beberapa anak yang tampak normal bermain serta menyongsong kami untuk kemudian meminta tangan kami untuk mereka cium serasa membangkitkan satu rasa yang tak dapat aku gambarkan lebih jauh. 


Hebat... 
Anak-anak yang mungkin dipandang sebelah mata oleh masyarakat malah mampu memberikan penghormatan kepada orang - orang yang lebih tua. 



Memasuki bangsal pertama, kami langsung disuguhi pemandangan seorang anak yang berbaring di box tempat tidur dengan mata terpejam tapi terus bergerak seakan tak kenal lelah. ternyata anak ini menderita tuna netra dan hiperaktif. 
ini dia baru bisa agak tenang setelah kami beri obat. biasanya kalau dia lagi tantrum, susah sekali diatasi bahkan sampai dia tidak bisa tidur. 


Hhh,,,kami hanya bertukar pandang dan tak sedikit dari kami yang mengelus dada pelan. 
Kami pun terus menuju ke ruangan sebelah. disini kami bahkan disuguhi pemandangan yang begitu menguras emosi. kalau waktu itu tidak ada begitu banyak orang disana, mungkin aku akan menangis. 


dia kami ambil dari satu RS Swasta. Ditinggal ibunya dalam keadaan yang sangat menggenaskan.
 begitu bu retno membuka penjelasannya tentang keadaan anak ini. aku pun melongokkan kepala dan yang aku lihat adalah seorang balita berumur 2 tahun dengan kepala yang luar biasa besar. Yup, inilah anak yang aku katakan menderita Hydrocephalus. 


untuk ukuran anak 2 tahun, tubuh anak ini sangaaaaaaaaattt kecil. sangat tak sesuai dengan ukuran kepalanya yang besar. ternyata selain menderita Hydrocephalus, anak ini juga menderita Cerebral Palcy Spastik, dimana penderitanya hanya mampu diam dan tak mampu bergerak bebas. semua anggota tubuhnya kaku dan tak mampu digerakkan. anak ini pun hanya mampu menggenggam tangannya sendiri dan gemetar. sebagai tambahan, matanya pun tak mampu melihat lagi dan telinganya tak mampu mendengar suara apapun. 


Bu Indati pun lalu memainkan mainan berbunyi yang ditaruh di bagian atas box tempat tidurnya. tak ada sedikit pun tanda anak ini mampu merespon stimulus yang diberikan. 


ya Allah,,, apa tujuanmu mengirimkan anak ini di dunia? Sejenak aku mempertanyakan keputusan Allah pada mahluk nan lucu ini. 


Kembali kami bergerak menuju ruangan lain, dimana kami melihat anak-anak yang menderita tuna netra beserta gangguan lainnya. sebagian besar anak-anak ini hanya mampu tidur di tempat tidur dan tak merespon stimulus apapun. Bahkan, ada 1 anak ganteng yang menyandang 3 ketunaan sekaligus. Tuna netra, wicara dan rungu. 
Ya Allah,, mengapa mereka harus hidup dengan keadaan seperti ini? kembali hatiku bertanya

Ya Allah,,Apa memang mereka hidup di dunia ini hanya untuk diam dan dirawat di panti ini?
walaupun sebagian anak-anak di panti ini hanya mampu diam di satu tempat. sebagian anak lainnya tergolong anak-anak yang aktif. ada anak yang menderita retardasi mental dan masih mampu berceloteh riang serta mengajak kami kenalan dan menanyakan banyak hal pada kami. 


ada pula anak yang terkesan normal, tapi setelah diperhatikan ia menderita cacat tubuh ringan. 


Sesaat aku memperhatikan tingkah polah mereka lebih lama. Saat itu ada 3 orang anak panti yang umurnya tak lagi dapat dibilang muda. 

1 orang lelaki yang katanya berumur 24 tahun hanya bisa duduk di atas kursi roda nya dengan tangan kanan memegang tangan kirinya tanpa dapat digerakkan bebas. ternyata ia menderita cerebral palcy spastik. badannya sangat kecil bila dibandingkan dengan pemuda berumur 24 tahun pada umumnya. Kepalanya bergerak ke kiri dan kanan secara monoton. Wajahnya pun menampakkan emosi datar walaupun sesekali dahinya berkerut. Berpikir kah? Aku tak tahu.. Ingin rasanya memiliki kemampuan untuk membaca pikiran orang, sehingga aku dapat mengerti apa yang sebenarnya ia ingin teriakkan pada dunia...
apa yang ingin kamu katakan pada Dunia, teman? 


Lelaki lainnya duduk bersebelahan dengan lelaki pertama. ia berumur 19 tahun. Terlihat ada beberapa luka di kulitnya. Kedua tangannya diletakkan erat di belakang punggungnya. Aku pikir ia diikat oleh pengasuhnya, tapi ternyata tangannya tak terikat oleh apapun. ia sendiri yang mengaitkan kedua tangannya. Kepalanya pun bergerak monoton dan sesekali terdengar lenguhan keras dari bibirnya. lelaki ini ternyata menderita autisme-hiperaktif. 


Di depan lelaki ini, terlihat seorang lelaki lain yang duduk di lantai dengan tangan terikat. ia ternyata anak yang mengikat dirinya sendiri, karena ia menderita autisme-hiperaktif. 


Di perjalanan pulang, otakku yang suka random ini kembali mengingat berbagai kejadian di panti sayap Ibu. mengingat keadaan sebagian besar anak-anak panti yang hanya bisa diam di atas tempat tidur dan menunggu kedatangan orang lain untuk merawatnya, memberinya makan, memandikan, dan menyayanginya. intinya, mereka hanya MENUNGGU!!!. Bahkan satu hal yang langsung terlintas di pikiranku 
apakah mereka hadir di dunia ini hanya untuk menunggu nyawanya diambil kembali oleh Allah SWT?


Setiap manusia pasti memiliki misi khusus mengapa mereka ada di Dunia. Tanya dirimu, apa yang ingin kamu lakukan di Dunia ini? Apa yang mau kamu lakukan bagi orang-orang sekitarmu? and once you said yours, you know how to accomplish it, don't you? 

Lalu, bagaimana bila kita tanyakan hal ini pada anak-anak panti sayap ibu? Apakah mungkin mereka memiliki misi khusus dalam hidup mereka selain untuk bertahan hidup? Bagaimana mungkin anak-anak yang bahkan merawat dirinya sendiri tak bisa, berani berpikir untuk melakukan sesuatu bagi orang lain? Sungguh pemikiran ini begitu memenuhi benak ku saat itu. 

Tak ayal, aku pun mengingat pertanyaanku kepada Allah. Mengapa Allah menciptakan mereka? 

Aku yakin Allah tak pernah melakukan sesuatu hanya karena Ia iseng. semua pasti ada alasannya. Tapi apa? 

Diam...

Diam...

dan Hanya diam yang ada...


Tanpa sadar ada satu pemahaman baru yang masuk dalam pemikiranku. 
Kalau memang manusia normal mengemban misi untuk menolong sesama, maka teman-teman di panti ini mengemban misi yang sama mulia nya. misi mereka adalah untuk menyentuh jiwa-jiwa terpilih agar jiwa-jiwa ini dapat tergerak dan membantu sesama.

Inilah jawabannya,,, 
Jawaban bahwa memang Allah itu adil. 

Last word my Friend, 
Kalau teman-teman di Sayap Ibu itu mampu menjalankan misi mereka pada beberapa orang. Lalu kapan saatnya kita yang menyebut diri kita manusia normal untuk bergerak dan menebar lebih banyak manfaat bagi sesama? 

Regards 
Nhira
 

Friday, 1 January 2010

The Secret

Right, now i have to admit that i MIGHT suffer from ADD (Attention Deficit Disorder).
When i really want to focus on something i'm working on, even if it's VERY VERY  IMPORTANT take home exam, STILL this disorder occurs.

After all, writing this post at a delicate new year morning is really wicked though.
it's 01-01-2010 people!!
now i wont bother much about my take home exam (yet), i'd start this new day with a huge passion of my life.
I wanna see this world waaaay brighter and more optimist.

ini bukan cerita, tetapi sebuah insight yang aku tulis saat menonton film The Secret. mungkin kalian berpikir, rajin amat nonton film trus nulisin insight yang didapat.

Hey,,dengar dulu..
aku juga nulis insight itu karena tugas DDI dari bunda sofi, kalau nggak ya ngapain juga ditulis?
aku tipe pengamat dan penikmat sesuatu, walaupun ujung-ujungnya aku sangat bersyukur aku disuruh menulis tentang insight yang aku dapat, karena ini akan terus mengingatkanku akan hal-hal yang sangat mudah otakku lupakan.

Sebagai prolog, The Secret adalah film yang diadaptasi oleh buku yang berjudul sama dan ditulis oleh Rhonda Byrne. Bercerita tentang kesaksian langsung dari para pelaku The Secret dan mereka tak akan seperti teman zaman SD kalian yang sangat takut nilainya kalah tinggi dengan memberikan sedikit resep sukses. mereka akan memberi tahu kalian semua. ini adalah cerita tentang kekuatan pikiran dan bagaimana kita memaksimalkan kebaikan dan kepositivan yang kita miliki. lebih lanjut, silahkan lihat The Secret.

so, here's what i wrote months ago guys. Enjoy!!


Diri kita adalah magnet the universe. Karena itu, Kita adalah pencipta dunia kita sendiri (we create our own universe). Setiap keinginan yang ingin kita ciptakan akan terwujud dalam hidup kita. Percayalah bahwa kita adalah PELUKIS hari2 kita. Anda menciptakan alam semesta anda sendiri sepanjang perjalanan hidup anda. Apa yang anda pikirkan dan apa yang anda rasakan dan apa yang menjadi kenyataan, semuanya selama sama hasilnya setiap saat
Kita harus selalu fokus sama apa yang kita inginkan BUKAN kebalikannya. Kita boleh memperhatikan apa yang tidak kita inginkan, tapi TETAP FOKUS PADA APA YANG KITA INGINKAN! Apa yang sedang anda rasakan adalah refleksi sempurna dari apa yang sedang dalam proses menjadi sesuatu.
RASAKAN cinta, RASAKAN syukur, walaupun itu tak ada di sekitarmu. Syukurilah semua yang ada, terutama hal-hal buruk. Percayalah bahwa 1 hal buruk tidak akan membawa keburukan lainnya, rubahlah mood mu, karena itu yang akan membuat harimu cerah.
Proses kreatif pikiran:                                                              
1.       Meminta,,,apa yang kamu mau?? PIKIRKAN apa yang kamu inginkan, YOUR WISH IS MY COMMAND
2.      Jawab,,, terus pancarkan pikiran tentang apa yang kita inginkan. Alam yang akan menjawab
3.      Menerima. Selaraskan diri kita dengan apa yang kita inginkan. Keep that passion!! Jangan marah n putus asa.
Jangan menunda, jangan curiga, JUST ACT. Lakukan lah apa yang ingin kita lakukan. Jangan terbelunggu terhadap pemikiran negatif.  Berperasaan baik lah, karena hal baik ini yang akan menarik banyak hal baik mendekati kita dan membuat kita lebih baik
Powerful proses pemikiran kita:
1.       Buat daftar hal2 yang anda syukuri , THANKS GOD
Bangun pagi akan bersyukur atas segalanya, n jangan berpikir rutinitas yang melelahkan,,,
2.      VISUALISASI. Pikirkan seakan kamu melakukan dan rasakan!!! Jangan hanya membayangkan “suatu saat aku akan mendapatkan …” tapi bayangkan n beraksi lah seperti itu telah terjadi,,,feel the JOY n EXCITEMENT. Buat VISION BOARD (suatu papan yang akan kamu tempeli dengan hal-hal yang ingin kamu capai)

Tentukan apa yang kamu mau, percayalah bahwa kamu memang pantas memilikinya, percayalah semua hal itu “mungkin” terjadi padamu, rasakan [erasaan seolah kamu telah memilikinya dan setelah itu bersyukurlah pada hal-hal yang telah anda miliki, dan benar-benar nikmati dan kemudian lepaskan seluruh perasaan dan pikiranmu kea lam semesta dan percayalah alam semesta akan menemukan cara untuk mewujudkannya.
Kemakmuran mencakup keseimbangan dalam keseluruhan hidup, bukan hanya kaya tapi kamu nggak bahagia, KESEIMBANGAN, ITU YANG DIBUTUHKAN.
Kalau kamu mau membuat nyaman orang yang bersama-sama dengan dirimu, buatlah dirimu sendiri nyaman saat kamu hanya ditemani oleh dirimu. Terima dirimu apa adanya, jangan hanya menunggu seorang laki-laki datang dan melihat seberapa cantiknya dirimu. Pikirkan bahwa kamu CANTIK dan nikmati perasaan kamu cantik. Semua orang akan mulai mencintai dirimu dan melihat dirimu yang cantik.
Anda (diri kita sendiri) adalah satu-satunya yang menciptakan realitas anda. Mulai sekarang, aku tidak akan menunggu orang untuk berperilaku tertentu  untuk merasa aku bahagia, aku akan membuat kegembiraan aku sendiri.
STRESS itu adalah hal yang membuat kita sakit. Kita sakit karena kita terus memikirkan bahwa kita sakit terus menerus dan membicarakan penyakit kita dengan orang lain, kemudian menjadi stress dan menciptakan semakin banyak sel penyakit. Kita tidak menyadari bahwa kita memiliki kemampuan untuk self healing yaitu menyembuhkan diri sendiri. Ingat! Penyakit tidak dapat tumbuh dalam tubuh dengan emosi yang sehat. Pandang diri kita sebaagai individu yang sehat secara sempurna.
KUASAI PIKIRAN KITA SENDIRI, itu yang terpenting!
MANUSIA MENJADI APA YANG MEREKA PIKIRKAN.
Masa lalu adalah suatu hal pembentuk apa yang sekarang kita capai, sekarang adalah saatnya memikirkan masa depan. Apa yang akan aku pilih untuk aku ke depannya? Pikirkan apa yang mau aku capai dan dengan sendirinya, hal yang aku inginkan akan tercapai dan hal-hal yang aku khawatirkan secara perlahan akan menghilang. Mulai sekarang aku akan fokus pada apa yang akan aku raih, aku akan fokus pada mimpi-mimpiku dan sedapat mungkin menghindarkan diriku untuk berpikir negatif. Perasaan tidak nyaman hanya akan membuat hati dan kualitas hidupku menurun tetapi senyum bahagia dan pikiran positif akan membuatku tenang dan kualitas hidupku akan meningkat.
Orang-orang di film ini mampu membuktikan kebangkitan mereka dari keterpurukan. Aku sendiri belum pernah sampai di poin keterpurukan seperti mereka (insya Allah tak akan pernah), tetapi mulai sekarang aku akan melihat duniaku dengan perspektif baru. Tidak ada lagi keluhan, yang ada hanyalah senyum, pikiran positif dan bersyukur dan biarkan Allah serta alam semesta yang mengatur sisanya.
Aku pun akan rajin mempraktekkan visualisasi atas semua mimpi-mimpiku. Aku selalu percaya akan mimpi dan keinginan. Aku pernah mengalaminya beberapa kali dan itu selalu terjadi. Sekarang barulah aku sadar, mungkin aku tekah mempraktekkan “hukum daya tarik” ini sedari dulu, hanya aku tidak menyadarinya. Sekarang aku akan serius. Aku juga akan segera membuat “my own vision board”, mimpi-mimpi ku akan ku pajang dan aku visualisasikan.
Aku percaya bahwa aku hebat. Selalu ada yang akan membuat aku dan diriku luar biasa. Kekuatan yang ada di dalam diriku akan membawaku ke pencapaian yang luar biasa. Atas izin Allah, semua akan terwujud. Amin. 

Pikiran kita kawan!!!
i've been practicing this secret for weeks now. 
i try to only visualizing good things and it works...


i try to think only the good things, every morning i wake up, i always try to only think about the best thing that might come. 


no matter how sleepy i am, i always try to smile and cheer my self up 
Pasti bisa Nhira...Hari ini akan INDAH
 dan ini bukan hanya sekedar mengatakan, tetapi benar-benar percaya dengan apa yang kamu katakan.. 

guess what??

I passed my days amazingly, there were obstacles, but somehow i always find the solutions right away..



Pikiran kita adalah dunia kita, seperti yang Ford bilang 
Whether you think you can or can't. You are ABSOLUTELY right.

Keep that in mind!

Anyway, i'm posting it today to whisper you something that i hope really means something to you. i wont force you to say YES for everything i said, i just want you to have a little bit of thinking about this. 


This is your life, youw own world and also your mind. 
What are you going to do about yours? 


Have an Exquisite 2010 Mate,,,


May we all be blessed :)