Saturday, 21 November 2009

we are not invincible

-KUTIPAN DARI BLOG RADITYA DIKA-




Okay. Here goes, gue harus nulis ini:

Temen baik gue meninggal minggu lalu.
Temen gue dari SMA sampe sekarang.
One of the smartest friends I got.

Kabar duka itu menabrak gue tiba-tiba di tengah pagi buta, lewat sebuah SMS. Begitu gue baca SMS yang mengabarkan dia meninggal, di saat itu pula gue diem lama. It made me think. Ketika salah satu dari teman baik lo meninggal, di saat itu juga kita sadar bahwa, we are not invincible. Sebelumnya, gue selalu menganggap kematian sebagai suatu hal yang jauh dari diri gue. Gue selalu berpikir, “Well, men, gue masih 24 tahun, gue gak mungkin kenapa-kenapa! Orang jarang ada meninggal umur 24 tahun. Gue bakal mati karena tua.” Sekarang, kematian temen gue ini seperti semacam wake-up call bagi gue. Bahwa no, you are not invicible. It could be you. Umur gak ada yang tahu.

So, keesokan harinya,
I came to her funeral.

Dan sewaktu gue dateng ke pemakaman dia, ada temen-temen gue juga di sana. Di antara temen-temen gue yang dateng, ada yang enggak terlalu kenal sama dia. Ada yang udah kenal banget. Ada yang dulu temen sekelas. Ada yang emang baru deket setelah lulus. Bermacam-macam temen dateng ke sana, tapi mereka punya satu kesamaan: they wanted to see her for the last time. Mereka sayang sama temen gue itu. Mereka menyayangkan kenapa hidupnya harus selesai secepet itu.

As I sat outside, di kursi yang disediakan untuk pelayat, ada yang bilang, “Sayang banget ya, orangnya baik.” Gue sendiri bilang, “Dia bener-bener salah satu orang yang menginspirasi gue”. I know we shouldn’t talk about the dead pas lagi ngelayat. But I can’t help it. She really inspires me. Tulisan-tulisan dia witty, cerkas. Dia pintar. Gue suka banget ngobrol sama dia. Dia mengenalkan gue pada banyak penulis. And then I saw her di pembaringan, smiling peacefully. Kayak tidur nyenyak. So, this is death, my friend? Is it this peaceful?

And you know what? Duduk di antara pelayat-pelayat itu, I can’t help to wonder: gimana ya pemakaman gue nanti? Yes, kadang gue suka berkhayal, seperti apa pemakaman gue nanti. Apa banyak yang datang? Apa ada yang datang? Apa yang mereka bakal bilang tentang gue? Apa kenangan yang mereka inget tetang gue? Apa ada yang rela nyetir mobil, susah-susah parkir, untuk ngeliat gue untuk terakhir kali ya? Apa iya, ada?

Kadang gue ngerasa, kematian adalah topik yang sensitif untuk kita.
Sesuatu yang “ada” tapi selalu kita deny keberadaannya.
Living is constant denying for death.

Kita hidup di dunia ini seolah-olah kematian tidak exist. Kita makan, kita bercanda, kita karaoke, kita jatuh cinta. We forget about death. We are too busy with our distraction. But it is there. And when it hits, it hits hard. Gue udah kehilangan nenek gue. Itu sekali. Kehilangan tante gue. Itu dua kali. But I never feel this sad kehilangan temen gue yang satu ini. Gak tau kenapa. Mungkin karena gue keilangan nenek gue sewaktu gue masih kecil? Atau mungkin gue gak terlalu deket sama tante gue? Atau mungkin, temen gue ini, yang gue anggep cerdas, pinter, baik, tadinya invincible tapi akhirnya bisa juga dipanggil sama Yang Maha Kuasa? I don’t know.

Pulang dari pemakaman, nyetir mobil sendirian, gue ngerasa kecil. Gue ngerasa gue harus make something out of life. Badan ini dipinjamkan. Setiap tarikan napas, adalah satu tarikan napas lagi mendekati kematian. Kita harus ngebuat lebih banyak karya, lebih banyak menikmati hidup, lebih banyak mengambil kesempatan. Hidup ini cuman sekali. Akan sangat sayang untuk kita buang begitu aja. I have to enjoy life.

And, mungkin gue suatu hari bakalan mati, tapi gue pengen ngebuat sesuatu yang enggak bakal mati. Katanya Chuck Palahniuk, “The goal is not to life forever, but to create something that will.” Hidup terus. Dengan apa pun.

Temen gue itu,
tidak akan pernah gue lupain.

Gue juga gak mau dilupakan.
Gue gak mau hanya menjadi semacam nama yang hilang begitu saja.

Nama yang dipajang di atas semacam nisan, yang mungkin pertama-tama sering dikunjungi,
namun lama-lama semakin jarang. Hingga pada akhirnya hanya menjelang bulan puasa.
Nama di sebuah nisan yang berlumut. Usang. Bau. Ditakuti orang lewat.

Dan sewaktu hidup, gue gak mau jadi semacam jiwa yang memenuhi bumi ini,
menyesaki kota ini,
sama-sama makan, minum, berak, bicara. Untuk apa?

Gue mau jadi spesial.
Or, I wan’t to die special.

Thursday, 19 November 2009

Membawa orang yang aku Cintai

Hari ini, 19 November 2009

entah untuk keberapa kalinya aku merinding dan hampir menangis saat melihat moment ini terjadi. 

Sering sekali aku melihat terjadinya moment ini

4 kali dalam setahun, 

moment apa sih?

W I S U D A sayangku,,

moment wisuda...


Moment dimana kamu akan mengakhiri masa-masa indah dan melelahkan sebagai Mahasiswa..

moment dimana kamu akan bersorak senang sambil mengenakan baju hitam kebesaran beserta selempang kuning perah khas UGM itu 

moment dimana kamu selangkah lebih dekat menuju gerbang pengangguran atau lebih baik, gerbang kesempatan kerja menggiurkan 


Yang paling membanggakan bagiku, ini adalah moment dimana aku akan membawa orang-orang yang aku cintai ke gedung megah di tengah UGM itu..


Aku akan membawa Papa, Mama, Nhadia, Nenek Ibu, (insya Allah) lelaki pendamping ke gedung megah itu untuk melihatku mendapatkan gelar sarjana Psikologiku..




Teruntuk Papa dan Mamaku tersayang,,
aku akan berusaha keras untuk membawa kalian berjalan ke gedung itu,,
tak hanya berjalan Pa, Ma...
Nhira akan membuat kalian tersenyum bahagia dan bangga..


Nhira tak bisa menjanjikan apakah nanti akan ada selempang tambahan,,,
tidak Pa, Ma...
nhira belum bisa berjanji apa-apa untuk itu..
tetapi nhira berjanji akan mengusahakan yang terbaik untuk Papa dan Mama..




Pa, Ma,
Nhira benar-benar menantikan saat dimana Nhira menelpon papa dan mama untuk mengabarkan nhira telah lulus pendadaran..


pasti akan sangat membahagiakan,,,


Nhira pun akan sangat menantikan kedatangan Papa, Mama, Nhadia dan Nenek datang ke Yogyakarta dan berdandan serta melangkahkan kaki ke GSP kemudian kita berfoto bersama serta mengantarkan kalian semua ke Fakultasku tercinta...




Nhira sangat menantikan itu, Ya Allah...


Ya Allah,,izinkan aku untuk melakukannya..


Tuesday, 10 November 2009

sometimes pictures tell us more


sometimes, pictures tell us more than words could do...
 
the cover


  
letter for my family



  
 a song for them





 
Melbourne i'm in love


  
these kids are gorgeous



 


  
exchange students diaries



 


  
TA,,,



 

i'm such a lucky exchange student...



My story isn't the most  magnificent one,,,

My story isn't the best one,,,

but hey, it's my story
n i'm so grateful for everything i have...

because,,,seriously...
i don't need something better than this...

I LOVE it the way it is,,,

Thursday, 5 November 2009

Golden year

i got this poem about 4 years ago, when i was still an exchange student in my hosting country (Australia)...

reading it now, makes me sucked back into my GOLDEN YEAR (as i could say..)

it was once a lifetime experience for sure,,
and i will keep those memories in my mind,,
not to be cried about, but only to be memorized...

for all exchange student in this world,,
i present you this...


THE GOLDEN YEAR 
by an exchange student



"A year has past and now we stand on the brink of a returning to a world where we are surrounded by the paradox of everything and yet nothing being the same.

In one month we will reluctantly give our hugs and, fighting the tears, say goodbye to people who were once just names on a sheet of paper to return to the people we hugged and fought tears to say goodbye to, before we ever left.

We will leave our best friends to return to our best friends.

We will go back to the places we came from and go back to the same things we did last summer and every summer before.

We will come into town on that same familiar road, and although it has been months, it will seem like only yesterday.

As you walk into your old bedroom, every emotion will pass through you as you reflect on the way your life has changed and the person you have become.

You suddenly realize that things that were the most important to you

a year ago, don´t seem to matter so much anymore, and the things you hold highest now, no one at home will completely understand.

Who will you call first?

What will you do your first weekend at home with your friends?

Where are you gonna work?

Who will be at the party on Saturday night?

What has everyone been up to in the past few months?

How long will be before you acctually start missing people barging in without calling or knocking?

Then you start to realize how much things have changed, and you realize the hardest part of being an exchange student is to balance the two completely different worlds you now live in, trying desperately to hold on to everything while trying to figure out what you have left behind.

We now know the meaning of true friendship.

We know who we have kept in touch with over the past year and who
we hold dearest to our hearts.

We've left our worlds to deal with the real world.

We've had our hearts broken, we've fallen in love, we've helped our best friends overcome eating disorders, depression, stress, and death.

We've lit candles at the grotto and we've stayed up all night on the phone just to talk to a friend in need.

There have been times when we've felt so helpless being hours away from home when you know your family or  friends needed you the most, and there have been times when we know we have made a difference.

Two months from now we will leave.

Two months from now we will take down our pictures and pack up our clothes.

No more going next door to do nothing for hours on end.

We will leave our friends whose random emails and phone calls brought us to laughter and tears this summer, and hopefully years to come.

We will take our memories and dreams and put them away for now,saving them for our return to this world.

Two months from now we will unpack our bags and have dinner with our families

We will drive over to our best friend's house to do nothing for hours on end.

We will return to the same friends whose random emails and phone calls have brought us to laughter and tears over the year.

We will unpack old dreams and memories that have been put away for the past year.

In two months we will dig deep inside to find the strength and conviction to adjust to change and still keep each other close.

And somehow, in some way find our place between these two worlds.

In two months....are you ready?"



it's been way long ago since i was staying in Albany, Australia. 

Still, i can remember each details of it. 

Those memories will always be in my heart forever

Monday, 2 November 2009

Ya Allah

Ya Allah,,
beri selalu Nhira ketenangan batin ya Allah..

Ya Allah,,
jauhkan segala rasa ketidaknyamanan ini dari hati Nhira ya Allah..

Ya Allah,,
enyahkan rasa muak yang menyiksa ini dari batin Nhira ya Allah..

Ya Allah,,
berikanlah selalu kelapangan pada hati yang hari demi hari terasa makin sempit ini 

Ya Allah,,
Jauhkan siapapun yang berniat tidak baik padaku


Ya Allah,,
lapangkanlah jalanku untuk menapaki rencana-rencana indahMu


Ya Allah,,
terangkanlah pikiran ini agar aku tak lagi salah berpikir


Ya Allah,,
aku pun berserah padaMu..


apa yang menurutmu terbaik, silahkanlah datang padaku


hati ini akan berusaha ikhlas menerima segalanya

Monday, 26 October 2009

sahabat bagimu dan teman dekat bagiku

Sahabat??? 
apa itu? 

Terlalu luas untuk mendefinsikan sahabat, terutama untuk memaksakan pengertian diri sendiri terhadap apa makna sahabat kepada orang lain...

Kenapa? bukankah kita semua punya sahabat? 

Lalu kenapa itu begitu sulit untuk didefinisikan? 


Kawan,,,sadarkah kalian? 
1 orang manusia memiliki 1 otak yang terbagi menjadi beribu-ribu girus otak dan berarti memiliki pemahaman yang beraneka ragam atas suatu kata yang disebut sahabat. 

Maka, bila 1 manusia telah memiliki sekitar 100 pemahaman mengenai kata "Sahabat", bisa kah kau hitung berapa banyak pemahaman yang akan dimiliki oleh 250 ribu manusia Indonesia akan satu kata yang disebut "Sahabat"??


Masing-masing orang hidup dan menjalani aktivitas, keinginan dan impiannya masing-masing. 

Karena itu,cara hidup masing-masing orang tentulah berbeda antara orang satu dan yang lainnya. 

hal itulah yang membuat masing-masing orang ini memiliki level kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan berbagi dan kebutuhan untuk memperhatikan dan diperhatikan secara berbeda. 


Kembali ke topik awal, kenapa sahabat begitu susah untuk didefinisikan? 

karena memang, setiap orang memiliki pemaknaan yang berbeda terhadap sahabat...

ada orang yang menganggap bahwa sahabat adalah orang yang mengetahui dirinya luar dalam...

ada juga yang bilang sahabat adalah teman untuk saling berbagi 


Untuk aku sendiri,,,
aku bingung aku menginginkan sahabat yang seperti apa...
karena aku takut untuk mengkotak-kotakkan apa yang aku inginkan...

terlebih lagi,,,aku termasuk ke dalam orang yang sangat takut untuk melabel seseorang sebagai sahabat. 


Bukan karena mereka tak pantas untuk menjadi sahabatku,,,
BUKAN....SAMA SEKALI BUKAN...

itu karena ketakutanku sendiri,,,
aku takut untuk melabel dia menjadi sahabatku, karena aku takut tidak bisa melakukan semua peran yang harus aku tanggung dengan melabel dia sebagai sahabatku...


bukan karena aku takut dia akan mengambil separuh jam tidurku hanya untuk mendengarkan dia berkeluh kesah,,,


bukan karena aku malas menemaninya melewati masa-masa sulit...


percayalah, walaupun kau bukan sahabatku, walaupun kau orang yang baru aku kenal, kalau memang kau sedang melewati masa-masa sulit, aku akan ada di sampingmu...


ini semua karena AKU,,,


aku takut kalau aku tidak bisa menjadi seperti yang kau harapkan...
aku takut kalau ternyata kamu berharap terlalu banyak padaku dan jadinya kamu malah kecewa


aku bukanlah orang yang sangat gampang mengekspresikan semua yang aku rasakan
 aku bukanlah orang yang bisa menceritakan semua masalahku kepadamu

aku bukanlah seseorang yang bisa selalu ada di dekatmu  kapanpun


itu semua bukan karena aku tidak percaya padamu,,,
melainkan karena aku memang seperti itu. 

aku tidak bicara banyak mengenai permasalahanku, itu karena aku bukan tipe orang yang menganggap semua hal yang terjadi sebagai masalah bagiku...

mungkin terdengar seperti aku merepres perasaanku sendiri, tapi begitulah aku. 
semua hal yang terjadi padaku, tidak semuanya aku masukkan dalam hati...
tingkat rasionalisasi dan restrukturisasi pemikiranku sangatlah tinggi...


cenderung sangat mudah bagiku untuk merubah hal-hal negatif menjadi hal-hal positif. 


lalu,,kalau kau menganggap sikapku itu adalah salah satu bentuk ketidakmengganggapanku sebagai sahabat kepadamu,,,


apalah hendak dikata? 


Kawan,,,perspektif kita mengenai sahabat mungkin saja berbeda..
kamu mengharapkan sahabat bagimu adalah yang seperti A, B, C dan D...
aku menghargai itu,,,
tapi bisakah pernyataan ku kamu pahami? 
Nggak semua yang kita mauin bakal kesampaian,,,nggak semua yang kita tulis atau kita tetapkan harus terjadi,,,nggak semua standard yang kita punya harus terpenuhi...n last,,,nggak semua keinginan kita harus dituruti sama orang lain.
  
aku menghargai mu kawan,,,

walaupun sampai detik ini, aku masih bertanya-tanya 
kenapa kamu masih belum mengerti kalau aku adalah pribadi yang seperti ini??
aku pun ingin kau mengerti, bahwa tanpa aku menyebut atau melabel seseorang menjadi sahabat, bukan berarti aku nggak menghargaimu...



selama ini aku menggambarkan kedekatan aku dengan seseorang teman hanya sebatas 
dia teman baik aku,,,atau dia teman dekat aku
kata itu janganlah dipandang dari 2 kata yang dipasang bersama,,,
karena aku menghargainya lebih dalam daripada itu...
susah bagiku untuk mengucapkan 
dia teman baikku
 karena memang aku cukup selektif dalam memilih teman atau orang yang benar-benar bisa masuk dalam lingkup terdekatku.
 










Anda tidak boleh bernegosiasi dengan Impian anda

Sebuah artikel dari Mario Teguh Golden Moment

Anda tidak boleh bernegosiasi dengan impian Anda.


Anda tidak boleh bernegosiasi
dengan impian Anda.
Bernegosiasilah dengan apa yang harus
Anda lakukan untuk mencapainya.

Anda memang mungkin akan berakhir dengan keharusan untuk menerima yang kecil,
jika Anda kalah dalam bernegosiasi dengan orang lain.

Tetapi itu adalah kemungkinan yang bisa Anda perbaiki
dengan menjadikan diri Anda lebih ahli dalam jalan dan cara negosiasi.

Tetapi, Anda akan hanya mengharapkan sebuah kehidupan yang kecil,
jika Anda menang bernegosiasi melawan impian Anda sendiri.

Maka, jangan tawar impian Anda.
Jangan kurangi yang mungkin Anda capai.

Apa pun yang Anda impikan, biarkanlah ia besar dan tinggi.

Lalu, besarkanlah harapan Anda, tuluskanlah doa Anda, ikhlaskanlah kelebihan pelayanan Anda,
dan utuhkanlah keberserahan Anda.

Jangan kalahkan hak Anda untuk berhasil.

...........

Seorang nenek kebetulan berlalu saat saya berjalan menelusuri sisa-sisa dari yang dulunya adalah bangunan-bangunan tua nan elok di pinggiran sungai Batang Arao, Padang.

Dia membawa semua harta yang dapat dibawanya, dengan senyum dan keramahan yang membekukan langkah saya.

Jiwa yang kuat dan ikhlas seperti ini belum tentu berlabuh dalam badan-badan yang lebih muda, yang lebih kuat, dan yang lebih sehat.

Kekuatan jiwa adalah masalah keputusan.

Anda memutuskan untuk kuat, atau tidak.

Itu pilihan Anda. Bukan pilihan orang lain.

Jangan harapkan orang lain, yang akan memutuskan apa yang harus Anda hidupi dengan berani.

Ini kehidupan Anda.

Keputusan kehidupan adalah keputusan pribadi.

Putuskanlah dengan berani,

Karena,

Keberanian adalah bukti dari iman.

Sunday, 18 October 2009

Ajaibnya otak seorang Nhira

Heiii,,,,
so here's another silly story from a kinda silly girl (in my defence, i'm still a girl. so it's OK if i accidentally do random silly things)..

Alkisah, seorang Nhira janjian sama temennya buat nonton final basket di Stadion Kridosono..
Nhira ma temennya ini janjian jam setengah 4 nyampe di kridosono...

So,,,nhira berangkat dari kos jam 3.15. 
melaju kencanglah nhira bersama revo hitamnya...
jalan,,,jalan,,,selip kanan kiri, lewat gale, naek jembatan layang, nemu perempatan gayam dan berputar-putar stadion lah si nhira ini...
celingak-celinguk nyari keramaian para penonton basket...

hmmm,,,,kok nggak ada yah??? aneh banget!!! mana lagi nih pintu masuk stadionnya...


yah akhirnya muter-muterin tuh stadion lah sekitar 5 menitan...
n pas lagi muter-muter akhirnya baca tulisan
MANDALA KRIDA

SHOOT,,,,langsung lah aku sadar kalau aku salah stadion...

DODOL....

langsunglah aku tancap gas lagi,,,
lewatin perempatan lagi,,,naek jembatan layang lagi, selap selip kanan kiri dan sampailah aku pada stadion kridosono yang kali ini FULL ma orang-orang...
ckckckck,,,,,

Nhira....Nhira,,,,

berapa tahun sih lo di jogja???

entah ada apa dengan otak aku hari ini???
kelamaan dipake tidur kayaknya...
hahahaha....

tapi untunglah, ni otak bisa diajak kerjasama malam ini...

setelah tadi nge hang sejenak, ni otak bisa juga diajak kompromi untuk mengerjakan tugas review buku kesukaran belajar yang bahasanya njelimet itu...
ckckckckck,,,,

love u so much my brain...
terus bekerja yah,,,
hehehehe




 

Wednesday, 14 October 2009

Your last conversation to someone you love

Judulnya serem yah???
tapi sebenernya hal ini sangat ummm,,,,,sangat sedih (according to me..)


jadi tuh, malem ini ditengah-tengah lagi online sambil review jurnal, i suddenly found out that Armageddon is on!

FYI, setiap aku nonton ini aku selalu nangis.
no matter hhow many times i watch it, i always cry, especially in the ending part.
ketika Harry akhirnya terkoneksi sama anak perempuannya nan cantik jelita (Grace), tepat setelah harry memutuskan untuk menggantikan posisi AJ (pacar Grace) untuk tinggal di asteroid dan meledakkan asteroid itu.

di momen itulah, terjadi percakapan yang bener-bener berkualitas antara dua bapak dan anak ini.
saat itulah biasanya aku mulai nangis.
apalagi pas Gracenya bilang
aku bohong saat aku bilang aku nggak mau seperti kamu DAD (suatu kata yang paling ia benci untuk ucapkan). karena aku memang seperti kamu. semua hal baik yang ada pada diriku, itu semua berasal dari kamu.

kali ini pun, aku mulai menangis di scene ini,,,
beberapa kali aku menangis karena nonton film ini, aku langsung merefer pada kenyataan yang ada di diri aku.
gimana yah kalau aku harus kehilangan papa aku? 
gimana yah kalau papa aku harus melakukan hal yang sama kaya harry? aku harus gimana? aku belum ngelakuin apapun buat beliau?

beberapa kali aku nonton, terus-terusan itu yang terlintas di pikiranku...

malam ini, ada satu hal lain yang terlintas..
sesuatu yang membuat aku menangis lebih keras dan tergugu.

aku membayangkan, bagaimana kalau aku ada di keadaan dimana percakapan yang sedang aku lakukan dengan seseorang yang aku cinta adalah percakapan terakhir antara aku dan dia?

apa yang akan aku katakan?

sebutlah, percakapan itu adalah percakapan antara aku dengan orang tua ku.
aku mau bilang apa?

pengakuan atas semua kesalahanku selama ini?
pengakuan seberapa bandelnya aku selama ini?
pengakuan seberapa bangganya aku menjadi anak mereka?
pengakuan seberapa hebatnya mereka membentuk diriku yang sekarang?

berterima kasih atas semua yang telah mereka lakukan selama ini?
berterima kasih telah menyayangiku sampai aku sebesar ini?
berterima kasih karena mereka masih mau meminjamkan lengan mereka sebagai tempatku bersandar?

hanya itukah???
apalagi nhira??

tetapi,,,lebih dari itu semua...
satu pertanyaan polos cukup mengguncang hatiku...

hey Nhira,,,bisakah kamu menjamin bahwa kamu masih punya waktu untuk melakukan percakapan terakhir itu kepada orang tua atau siapapun yang kamu cintai?