Tuesday, 11 May 2010

Suatu hari nanti, saat Saya ...


Membahas berbagai teori tentang konseling keluarga dan perkawinan tak urung membuat saya menjadi lebih banyak berpikir akan keluarga ideal ala saya sendiri. Untuk itu, tak salah kiranya bila saya mencoba memikirkan hal-hal apa yang saya inginkan, idam-idamkan dan berupaya lakukan saat saya memiliki keluarga kecil di kemudian hari.
            Saat saya menikah nanti, saya ingin agar saya dan suami saya telah memutuskan mengenai akan dibawa kemana mahligai perkawinan kami nantinya. Hal-hal yang kami kira penting dalam pernikahan seperti bagaimana kami akan membiayai kehidupan keluarga kami, bagaimana kami akan menghabiskan pendapatan per bulan kami untuk beberapa pos rumah tangga dan keluarga, dimana kami akan tinggal, berapa anak yang ingin kami miliki, peraturan-peraturan khusus keluarga kami (baik itu menyangkut tentang privasi, pekerjaan, manajemen konflik, hubungan dengan orang tua dan keluarga asal, dll) sudah harus kami bicarakan sebelum kami sama-sama bersedia untuk melangkah ke satu fase baru dalam kehidupan kami masing-masing.
Saat saya menikah nanti pun, saya akan selalu berusaha untuk menjaga alur komunikasi yang baik dan selalu jujur atas apa yang saya rasakan pada suami. Mengingat saya adalah orang yang tidak enakan pada orang lain dan cenderung ingin selalu menyenangkan orang lain, saya harap hal ini tak akan terjadi antara saya dan suami saya kelak. Bagaimanapun ia adalah sosok yang akan selalu bersama saya sampai (insya Allah) maut memisahkan. Hal yang mustahil bila saya harus terus berusaha menyenangkannya tapi di sisi lain saya menderita. Saya ingin ada keseimbangan dalam hubungan kami, sehingga hari-hari pernikahan kami akan kami lalui dengan bahagia.
Saat saya menikah nanti, saya ingin kami tinggal di rumah kami sendiri. Di tempat dimana kami bisa menyusun masa depan kami sendiri, menetapkan aturan kami sendiri tanpa ada intervensi langsung dari siapapun, tempat kami bisa melakukan berbagai hal bersama dan semakin mengenali satu sama lain, tempat kami bisa menanam berbagai macam tanaman (pastinya harus ada bunga matahari di taman kami), serta merancang berbagai interior untuk kamar kami, perpustakaan mini, dapur yang nyaman, ruang keluarga yang akan menjadi tempat kami menghabiskan hari dan tak lupa, kamar buah hati kami nantinya.
Saat saya menikah nanti, saya ingin saya dan suami memiliki peran yang setara dalam rumah. Kami tak akan mempermasalahkan gender bila tiba saatnya kami harus mengurus rumah, mengatur hal-hal rumah tangga, apalagi mengasuh anak. Saya ingin kedudukan kami setara tanpa menafikkan beberapa situasi yang menuntut suami untuk lebih berperan. Saya pun akan berusaha untuk tidak menuntut suami untuk melakukan hal-hal tertentu hanya karena dia adalah suami dan kepala keluarga. Hal ini saya lakukan agar ia tidak terbebani akan perannya sebagai suami, karena saya sadar bahwa laki-laki adalah manusia biasa yang tak harus selalu sempurna. Hal yang wajar bila beberapa kriteria lelaki ideal tak ia miliki dan tugas seorang wanita (apalagi istri) bukanlah menjadi seorang pemaksa yang hanya mendorong suami untuk memenuhi berbagai kriteria tersebut, melainkan untuk menerima lelaki itu sebagai suami kita dengan segala kelebihan dan kelemahannya.
Beralih saat saya dan suami memiliki anak nanti. Saat saya memiliki anak nanti, hal pertama yang akan saya dan suami lakukan adalah menjaga anak kami sejak dari dalam kandungan. Menimba ilmu di Psikologi selama hampir 3 tahun terakhir ini cukup memberi saya pengetahuan bahwa masa kehamilan (pranatal) adalah masa-masa krusial, terutama di masa trimester pertama. Harus benar-benar ada penjagaan terhadap janin agar tidak ada kerusakan otak yang nantinya dapat menjadikan anak lahir dengan berbagai ketunaan serta gangguan lainnya. Selain melakukan berbagai tindakan preventif, tak lupa kami sebagai orang tua pun harus membekali janin dengan berbagai doa serta lantunan ayat-ayat suci agar nantinya ia selalu diberi berkah, rahmat dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Saat buah hati telah lahir, saya akan belajar untuk menjadi ibu yang mampu untuk menunjukkan afeksi saya pada anak saya. Saya ingin leluasa mencium, memeluk, membelai kepalanya, serta memujinya tanpa merasa malu ataupun jengah.
Saat saya memiliki anak nanti, saya pun ingin agar saya dan suami dapat berperan sebagai orang tua sekaligus sahabat bagi anak-anak kami. Saya tak ingin menjadi orang tua yang hanya tahu perihal anak-anak saya dari pembantu, supir, guru apalagi tetangga kami. Kami ingin jadi orang tua yang selalu ada disaat anak kami butuh tanpa harus mengekangnya dengan berbagai larangan dan perintah. Kami ingin anak-anak kami menjadi seseorang yang memiliki kepribadian dan selalu bertanggung jawab akan apapun yang ia lakukan.
Saat saya memiliki anak nanti, saya pun ingin menerapkan satu sistem keluarga (termasuk pendidikan) yang mendewasakan kami semua sebagai anggota keluarga. Semua anggota keluarga bebas berpendapat, selama mereka mampu mempertanggung jawabkan seluruh pendapatnya dan tetap menghormati anggota keluarga lainnya. Diharapkan dengan hal ini, semua anggota keluarga merasa bahwa rumah yang mereka tempati adalah tempat dimana mereka bisa pulang kapanpun mereka inginkan tanpa harus merasa terbebani.
Saat saya memiliki anak nanti pun, saya dan suami harus memiliki waktu luang setiap minggu untuk dihabiskan bersama dengan keluarga. Tak perlu dengan kuantitas banyak, yang penting kualitasnya. Selama periode 1 semester pun, saya dan suami harus menyempatkan waktu untuk berlibur bersama. Agar kami dapat menjauhkan pikiran dari berbagai rutinitas dan stress yang terjadi. Saya pun akan mengajaknya untuk dekat dengan keluarga serta kerabat dari pihak saya dan pihak suami. Sehingga anak-anak saya tak akan pernah sendiri dan selalu tahu bahwa banyak sekali keluarga dan teman yang sayang dan peduli padanya dan tak lupa, selalu ada banyak hal yang dapat dipelajari dari berbagai manusia yang telah ditemui.
Saat saya memiliki anak nanti, saya tidak akan pernah memaksakan kehendak saya sebagai orang tua, apalagi bila hal ini menyangkut masa depannya. Sejak dini, saya akan ajarkan anak saya untuk mengambil keputusan akan hidupnya, entah itu memilih baju, peralatan sekolah, kegiatan yang ia ingin ikuti, serta sekolah. Saya sebagai orang tua hanya akan memfasilitasi anak pada hal-hal apa yang menjadi bakat dan minatnya tanpa berniat untuk mencampuri 100% kehidupannya.
Begitu banyak cita-cita dan bayangan saya tentang apa yang akan saya lakukan disaat nanti akhirnya saya menikah dan memiliki anak. Semoga beberapa tahun kedepan saat keluarga kecil saya telah terbentuk, saya mampu tersenyum bahagia dan mengucap syukur karena tulisan yang berawal dari angan-angan ini akhirnya mampu terwujud. Amin :)



Friday, 7 May 2010

Kotak Berharga

Teringat akan satu hari di 2006, tepat jam 00.00, di satu kamar temaram dengan diiringi lagu yang mengalun pelan dari cd player. sebuah pena bergerak lincah di atas buku tebal menuangkan apa yang terlintas...

Pengalaman indah itu ada untuk dinikmati
Ketika pengalaman itu bergerak menua menjadi Kenangan indah

Jangan tangisi kenangan itu!! 


Biarkan mereka tersimpan di kotak emas 
Yang dapat kita buka kapanpun kita ingin mengenang semuanya. 


Bukan untuk ditangisi
apalagi disesali 
Mempertanyakan mengapa semua kenangan indah itu tak bisa bertahan lama. 






Melainkan untuk diingat lalu bersyukur
Bersyukur bahwa kita pernah merasakan hari-hari Indah itu. 




Tak perlu ragu apalagi khawatir,
Hari-hari indah akan selalu datang menyapa
Dalam bentuk yang berbeda-beda

 

Monday, 3 May 2010

Renungan dari pojok kalasan

Terima kasih ya Allah karena Engkau telah kembali "menyentil" ku melalui mahluk ciptaan Mu
rasanya hanya kalimat ini yang mampu aku ucapkan sesaat setelah aku selesai berkunjung ke Panti Asuhan Cacat Ganda Sayap Ibu Kalasan. 

Kunjungan ini dilakukan oleh anak-anak kelas Psikologi Anak dan Remaja Berkebutuhan Khusus. Tugas kami pada kunjungan ini hanyalah melakukan OBSERVASI. melihat bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari di panti ini. suatu tugas yang sederhana, tapi ternyata membawa makna yang begitu dalam bagi kami, terutama bagi ku. 




Sabtu, 1 Mei 2010
Tepat pukul 9.40, tak lebih dari 12 perempuan berbondong-bondong menyemuti jalan-jalan dari Psikologi UGM menuju Kalasan. Tujuan para perempuan ini adalah satu tempat yang terletak di pinggir kalasan. satu tempat tak begitu besar tapi ternyata menyimpan berbagai harapan besar yang hanya bisa terjawab oleh waktu dan tentunya kehendak Allah SWT. 

Namanya Panti Asuhan Cacat Ganda Sayap Ibu. Tempat ini dihuni sekitar 28 anak yang menyandang lebih dari 1 ketunaan dalam dirinya. sebut saja ketunaan yang mungkin diderita seorang anak, panti ini pasti akan menunjukkan padamu (paling tidak) 1 anak yang menyandang ketunaan ini. 

Tuna netra ? CHECKED..
Tuna rungu ? CHECKED..
Mental Retarded ? CHECKED..
Tuna wicara ? CHECKED..
Cerebral palcy ? CHECKED..
Autis ? CHECKED..
Hiperaktif ? CHECKED..
Hipoaktif ? CHECKED..

apa lagi?? pernah dengar Hydrocephalus? Belum?? Pernah?? Bukan masalah kalian pernah dengar atau tidak, tapi panti ini pun MEMILIKI seorang balita yang menyandang penyakit ini. 


Kedatangan kami disambut oleh seorang pegawai panti yang langsung memboyong kami untuk menikmati keadaan panti di tempat yang lumayan rindang sembari mendengarkan penjelasannya tentang kehidupannya sebagai perngurus panti. Sesuatu yang sebenarnya sudah cukup untuk membuat hatiku teriris. 

Mendengar bagaimana para orang-orang hebat (mengutip kata-kata bu Indati "orang-orang dengan tujuan Surga") ini tanpa kenal lelah merawat para anak-anak yang selalu butuh perhatian lebih dan bahkan sebagian dari anak-anak ini pun tak akan mampu memanggil nama pengasuh mereka dengan panggilan sayang. 

Aku pikir, melihat para anak-anak ini mau melakukan apa yang mereka suruh saja tampaknya adalah berkah terindah bagi para pengurus panti ini. 



Berjalan menyusuri lorong-lorong panti ini, melihat beberapa anak yang tampak normal bermain serta menyongsong kami untuk kemudian meminta tangan kami untuk mereka cium serasa membangkitkan satu rasa yang tak dapat aku gambarkan lebih jauh. 


Hebat... 
Anak-anak yang mungkin dipandang sebelah mata oleh masyarakat malah mampu memberikan penghormatan kepada orang - orang yang lebih tua. 



Memasuki bangsal pertama, kami langsung disuguhi pemandangan seorang anak yang berbaring di box tempat tidur dengan mata terpejam tapi terus bergerak seakan tak kenal lelah. ternyata anak ini menderita tuna netra dan hiperaktif. 
ini dia baru bisa agak tenang setelah kami beri obat. biasanya kalau dia lagi tantrum, susah sekali diatasi bahkan sampai dia tidak bisa tidur. 


Hhh,,,kami hanya bertukar pandang dan tak sedikit dari kami yang mengelus dada pelan. 
Kami pun terus menuju ke ruangan sebelah. disini kami bahkan disuguhi pemandangan yang begitu menguras emosi. kalau waktu itu tidak ada begitu banyak orang disana, mungkin aku akan menangis. 


dia kami ambil dari satu RS Swasta. Ditinggal ibunya dalam keadaan yang sangat menggenaskan.
 begitu bu retno membuka penjelasannya tentang keadaan anak ini. aku pun melongokkan kepala dan yang aku lihat adalah seorang balita berumur 2 tahun dengan kepala yang luar biasa besar. Yup, inilah anak yang aku katakan menderita Hydrocephalus. 


untuk ukuran anak 2 tahun, tubuh anak ini sangaaaaaaaaattt kecil. sangat tak sesuai dengan ukuran kepalanya yang besar. ternyata selain menderita Hydrocephalus, anak ini juga menderita Cerebral Palcy Spastik, dimana penderitanya hanya mampu diam dan tak mampu bergerak bebas. semua anggota tubuhnya kaku dan tak mampu digerakkan. anak ini pun hanya mampu menggenggam tangannya sendiri dan gemetar. sebagai tambahan, matanya pun tak mampu melihat lagi dan telinganya tak mampu mendengar suara apapun. 


Bu Indati pun lalu memainkan mainan berbunyi yang ditaruh di bagian atas box tempat tidurnya. tak ada sedikit pun tanda anak ini mampu merespon stimulus yang diberikan. 


ya Allah,,, apa tujuanmu mengirimkan anak ini di dunia? Sejenak aku mempertanyakan keputusan Allah pada mahluk nan lucu ini. 


Kembali kami bergerak menuju ruangan lain, dimana kami melihat anak-anak yang menderita tuna netra beserta gangguan lainnya. sebagian besar anak-anak ini hanya mampu tidur di tempat tidur dan tak merespon stimulus apapun. Bahkan, ada 1 anak ganteng yang menyandang 3 ketunaan sekaligus. Tuna netra, wicara dan rungu. 
Ya Allah,, mengapa mereka harus hidup dengan keadaan seperti ini? kembali hatiku bertanya

Ya Allah,,Apa memang mereka hidup di dunia ini hanya untuk diam dan dirawat di panti ini?
walaupun sebagian anak-anak di panti ini hanya mampu diam di satu tempat. sebagian anak lainnya tergolong anak-anak yang aktif. ada anak yang menderita retardasi mental dan masih mampu berceloteh riang serta mengajak kami kenalan dan menanyakan banyak hal pada kami. 


ada pula anak yang terkesan normal, tapi setelah diperhatikan ia menderita cacat tubuh ringan. 


Sesaat aku memperhatikan tingkah polah mereka lebih lama. Saat itu ada 3 orang anak panti yang umurnya tak lagi dapat dibilang muda. 

1 orang lelaki yang katanya berumur 24 tahun hanya bisa duduk di atas kursi roda nya dengan tangan kanan memegang tangan kirinya tanpa dapat digerakkan bebas. ternyata ia menderita cerebral palcy spastik. badannya sangat kecil bila dibandingkan dengan pemuda berumur 24 tahun pada umumnya. Kepalanya bergerak ke kiri dan kanan secara monoton. Wajahnya pun menampakkan emosi datar walaupun sesekali dahinya berkerut. Berpikir kah? Aku tak tahu.. Ingin rasanya memiliki kemampuan untuk membaca pikiran orang, sehingga aku dapat mengerti apa yang sebenarnya ia ingin teriakkan pada dunia...
apa yang ingin kamu katakan pada Dunia, teman? 


Lelaki lainnya duduk bersebelahan dengan lelaki pertama. ia berumur 19 tahun. Terlihat ada beberapa luka di kulitnya. Kedua tangannya diletakkan erat di belakang punggungnya. Aku pikir ia diikat oleh pengasuhnya, tapi ternyata tangannya tak terikat oleh apapun. ia sendiri yang mengaitkan kedua tangannya. Kepalanya pun bergerak monoton dan sesekali terdengar lenguhan keras dari bibirnya. lelaki ini ternyata menderita autisme-hiperaktif. 


Di depan lelaki ini, terlihat seorang lelaki lain yang duduk di lantai dengan tangan terikat. ia ternyata anak yang mengikat dirinya sendiri, karena ia menderita autisme-hiperaktif. 


Di perjalanan pulang, otakku yang suka random ini kembali mengingat berbagai kejadian di panti sayap Ibu. mengingat keadaan sebagian besar anak-anak panti yang hanya bisa diam di atas tempat tidur dan menunggu kedatangan orang lain untuk merawatnya, memberinya makan, memandikan, dan menyayanginya. intinya, mereka hanya MENUNGGU!!!. Bahkan satu hal yang langsung terlintas di pikiranku 
apakah mereka hadir di dunia ini hanya untuk menunggu nyawanya diambil kembali oleh Allah SWT?


Setiap manusia pasti memiliki misi khusus mengapa mereka ada di Dunia. Tanya dirimu, apa yang ingin kamu lakukan di Dunia ini? Apa yang mau kamu lakukan bagi orang-orang sekitarmu? and once you said yours, you know how to accomplish it, don't you? 

Lalu, bagaimana bila kita tanyakan hal ini pada anak-anak panti sayap ibu? Apakah mungkin mereka memiliki misi khusus dalam hidup mereka selain untuk bertahan hidup? Bagaimana mungkin anak-anak yang bahkan merawat dirinya sendiri tak bisa, berani berpikir untuk melakukan sesuatu bagi orang lain? Sungguh pemikiran ini begitu memenuhi benak ku saat itu. 

Tak ayal, aku pun mengingat pertanyaanku kepada Allah. Mengapa Allah menciptakan mereka? 

Aku yakin Allah tak pernah melakukan sesuatu hanya karena Ia iseng. semua pasti ada alasannya. Tapi apa? 

Diam...

Diam...

dan Hanya diam yang ada...


Tanpa sadar ada satu pemahaman baru yang masuk dalam pemikiranku. 
Kalau memang manusia normal mengemban misi untuk menolong sesama, maka teman-teman di panti ini mengemban misi yang sama mulia nya. misi mereka adalah untuk menyentuh jiwa-jiwa terpilih agar jiwa-jiwa ini dapat tergerak dan membantu sesama.

Inilah jawabannya,,, 
Jawaban bahwa memang Allah itu adil. 

Last word my Friend, 
Kalau teman-teman di Sayap Ibu itu mampu menjalankan misi mereka pada beberapa orang. Lalu kapan saatnya kita yang menyebut diri kita manusia normal untuk bergerak dan menebar lebih banyak manfaat bagi sesama? 

Regards 
Nhira
 

Wednesday, 21 April 2010

1 cerita tentang Wanita di Hidupku

Selamat Hari Kartini untuk para Wanita Indonesia
Jujur saja, lama banget sejak terakhir kali aku merayakan hari Kartini.
Ini tahun ketiga ku di bangku Universitas dan memang selama ini tak pernah ada satu event khusus yang membuat aku merayakan event kartinian. 

Tak bermaksud untuk antipati, tapi memang beginilah adanya 
*pasrah banget,,*

Hari ini dimulai dengan bangun yang kesiangan. Walhasil harus buru-buru mandi dan siap-siap ke kampus. Udah di masa-masa genting gitu, masih sempet aja aku nonton gosip di tv yang emang nyala dari tadi dan denger berita tentang si Cinta Laura yang ceritanya memaknai hari Kartini. Kan dia ditanya tuh 
apa arti kartini buat kamu?
well, i don't really celebrate kartini day, yang aku tahu dia adalah pahlawan wanita dan  jelas dia berjasa banget bagi para wanita. Nggak mungkin para wanita bisa kaya sekarang kalau nggak ada dia
dan entah si reporter nanya apa ke dia, tiba-tiba aja dia bilang
aku berharap di hari kartini ini, wanita indonesia bisa keep on Rocking!
hehehe,,,random thought aja sih. aku ngebayangin aja R.A. Kartini yang wanita jawa, lemah lembut nan ayu tiba-tiba ngomong 
Yeah Wanita Indonesia,, Keep on Rocking!!
Silly Nhira!!


Nggak biasanya, jam 7.20 aku baru keluar dari kamar dan menemui si Revo ku untuk kemudian mempersiapkannya untuk ke kampus. pas lagi manasin motor, adek (Arga- cucu ibu kosku) memanggilku pelan 
Mbak Nhira :) (bibirnya menyunggingkan senyum dikulum)
aku hanya bisa mendesah tertahan 
Aaah,,,adek!! Kamu ganteng banget!! (Sumpah, mukaku kaget campur bloon liat dia dengan pakaian jawa lengkap).
baru deh pemahaman baru masuk ke otakku. 
Iya yaah, ini kan hari kartini! Toeng,,,Toeng,,,
ternyata walaupun aku udah ngetawain si Cinta laura tadi, aku blom bener-bener ngeh kalau hari ini hari Kartini. 


2 kuliah pertama hari ini pun dilalui dengan cukup biasa tanpa ada embel-embel hari Kartini. walaupun bu Murtini di awal kuliah mengucapkan selamat hari kartini kepada para wanita di kelas. Di kuliah terakhir, akhirnya bu Tina menghidupkan suasana Kartini di kelas. Beliau yang biasanya mengajar dengan blazer dan celana kali ini berdandan khusus dengan kebaya kuning.

Sebelum kelas dimulai beliau mengucapkan Selamat Hari Kartini dan menanyakan apa yang kami pelajari dari Kartini. setelah diskusi sedikit, beliau pun akhirnya menyebutkan kepanjangan KARTINI hasil formulasi beliau dan anak-anak kelas eksperimennya 
KARTINI : Kehidupan Akan jadi Rahmat Tatkala Ibadah jadi Niat dan Inti perilaku
*cenderung maksa emang, tapi IT'S REALLY SWEET AND MEANINGFUL 
Memang suatu hal akan jadi lebih indah bila kita melakukan semuanya atas nama ikhlas dan ibadah. karena imbalan yang pantas bagi hal ini hanya Rahmat Illahi yang tak ternilai harganya. 

kembali ke konteks Kartini, saat diskusi tentang kartini dengan bu Tina tadi, ada seseorang yang menyebutkan
wanita boleh berkarier, tapi harus ingat kodratnya
aku langsung kepikiran 1 sosok wanita yang kalimat itu banget. kalau di twitter mungkin udah ada tulisan #OhJustLikeHer :). wanita itu adalah

MAMA
She' my role model.  Mamaku wanita hebat and she's a super woman. 
Bangga banget punya mama seperti mama. 
Mama anak pertama di keluarganya, sehingga ia terbiasa untuk bertanggung jawab atas segala hal dan aku benar-benar bilang SEGALA HAL bahkan buat hal-hal yang seharusnya nggak dia urusin. 
Mungkin karena sifatnya yang seperti ini mamaku terkenal sebagai orang yang cerewet dan disegani oleh keluarga ku. hampir nggak ada orang yang bisa bilang B, kalau mama udah bilang A. she's born to be a leader, after all. 


Mama juga wanita yang berani. disaat tempurung lututku tergeser dan aku nangis kesakitan saat diurut. Malah mama yang duduk pas di depan aku dan marah-marahin papa yang malah takut duduk di samping aku. Mama juga berani belain keluarganya yang diperlakukan nggak adil, bahkan bila lawannya adalah lelaki sekalipun. 

Mungkin terkesan mama adalah tukang ngatur. Well, emang sih tapi bukan berarti kata-katanya adalah titah sang ratu. NGGAK. Mama tetap bisa nurut sama Papa di saat-saat tertentu. Mama bisa sangat tegas akan suatu hal, tapi juga bisa sangat plin plan untuk sesuatu. Mama tipe orang yang tahu kapan harus strict sama anaknya dan kapan nggak. begitu susah bagi aku untuk diizinin bawa motor di tahun pertama aku kuliah, tapi mama akan langsung bilang iya akan semua makanan dan keperluan lain yag aku tunjuk saat kami menjelajah carrefour, toko buku dan sejenisnya :). 


Mama bukan tipe mama yang akan memuji anaknya setinggi langit saat anaknya berhasil. Bahkan pernah pas aku kasih tau IP aku di 1 semester  yang naik 0.02 dari IP semester sebelumnya. mama bilang
Kok naiknya dikit a'?
hmm,,,kalau kamu nggak tahu gimana keluarga aku berkomunikasi, mungkin dalam hati kamu akan mikir "Gaya banget nih ibu". walaupun aku juga nanggapin kata-kata mama dengan "Ya Allah, itu juga udah susah ma..". aku tahu itu salah satu cara mama untuk memujiku and i really don't mind. 


Mama adalah sosok wanita yang kayaknya bisa ngelakuin hampir semua hal. Masak makanan berat bisa. bikin kue basah bisa. bikin kue kering bisa (apalagi kastangel :)), bikin puding bisa. nyambel bisa. bersih-bersih rumah SANGAT JAGO. belanja n muter-muter berbagai tempat perbelanjaan akan dia lakukan dengan senang hati. JAGO BANGET nawar. Organizing something? oke banget. tambah oke lagi kalau mimpin orang. humble. beramah tamah sama orang? well she's done that all years. mulai dari petani sampai ibu-ibu pejabat kayaknya oke aja sama mama. 

Mama adalah orang yang punya prinsip dalam hidupnya. sayang banget sama keluarganya, bahkan kadang terlalu belain ponakan-ponakannya (sampe anaknya sebel). mama juga sosok yang cukup bijaksana, walaupun mama cenderung orang yang emosional, setiap aku lagi keseeeeeellll banget sama orang, mama nggak pernah ngomporin. nenangin banget malah. "Ya,,kalau berhadapan sama orang ya gitu.. Nah, lain kali kamu..." adalah kata-kata yang biasanya mama ucapin dan 1 hal yang aku pikir nurun ke aku, entah kenapa dalam situasi buruk pun, mama pasti bisa nemuin 1 hal baik dalam situasi itu. 


Mama juga bukan tipe mama yang selalu nanyain aku gimana dan ada masalah apa. beliau tipe orang yang hanya memperhatikan dan nanya "kamu kenapa?" saat dia liat aku rada beda. saat aku bilang "nggak apa-apa" ya end of discussion. Bukan berarti dia nggak care tapi karena dia tahu, toh kalau itu masalah berat pun, aku pasti cerita. kalau aku nggak cerita, ya itu tandanya aku bisa handle semuanya sendiri.

Mama aku juga wanita biasa, yang punya kelemahan. mama tipe orang yang emosional dan nggak jarang, tak terprediksi. saat aku pikir mama bakal marah, ternyata dia nggak marah begitu juga sebaliknya. mama juga suka ngomel dan seperti kebanyakan ibu-ibu lainnya, ngomelnya suka berepisode dan gak pandang bulu. salah apa nggak, kalau kamu lagi di deket dia, ya kena aja omelannya.

Mama juga tipe holder (nurun ke aku juga niih) sukaaaaa banget nyimpenin berbagai hal, mulai dari toples, tas dan hal-hal lainnya dan akhirnya ngebuat kamar n rumah makin sesak. DAN,, satu hal lagi yang nurun ke aku, mama tuh PELUPA nya tahap hampir parah. file-file penting aja bisa hilang coba.



aku nulis semua ini bukan untuk menghina mamaku. sama sekali nggak. Mamaku NGGAK pantas dihina. 

Mama seorang wanita karier dan sedikit banyak, aku melihat sebagian diri ku saat nantinya aku akan menjadi mama bagi anak-anakku kelak. Seorang mama yang berlaku apa adanya dia. Dengan segala ketegasan dan kelembutan yang dia punya. 

To be honest, nggak perlu moment hari Kartini untuk menyebut mama aku Kartini. 
Nggak perlu juga berbagai macam kelebihan itu untuk menyebut mamaku hebat atau apaaa lah sebutannya

Cukup jadi Mamaku yang ngebuat aku dan adekku seperti ada apa nya kami sekarang, itu sudah satu poin yang membuat Mamaku Hebat

I Love You, Mama

 

Saturday, 17 April 2010

I love You, because we are different

We are different
That's why we're meant for each other
There are too many crowd out there complaining for the difference among us
Most people said 
It's OK to be different
but in fact, they keep complaining those bumpy road along the way. 
so it comes to the random thought of me
What is the meaning of difference for them?

Or maybe, the sentence hadn't finished yet, maybe they meant to say 
It's OK to be different (as long as i can handle it)

So once they think it's too hard for them to handle, they wont take it as a difference anymore..
It's a HARM of their lives. 


i don't wanna be such a hypocrite, sometimes i also put those sentences on the bracket as well, but it doesn't mean that if there are few differences that i couldn't handle become something that would threaten my life or something. 

the most i would do is just Questioning 
why on earth would this thing happen? 


Right o, it's not my first post about differences and such things alike. 
it might not something new, but i love to talk about this matter because i live surrounded by the difference and somehow i'm happy and most importantly I SURVIVE

Thursday, April 15th 2010. I read my new novel to start the Day then when clock struck 10.40 am, friends of mine invade my room then for about 15 minutes later, they already throw such a little crowd in my (not so big) room. Then we made our way to XXI to watch MY NAME IS KHAN

we are so left behind (I KNOW!!!)... But it's better late than nothing, now i'm hanging on this aphorism. Anyway, it's such a Must SEE movie

You guys would easily found the details about this movie, therefore i wont tell you the synopsis. 

in its own way, it tells you lots of thing about differences. That it isn't something that you need to fight for, because you're already born with it. It's God's deed. Then if you believe in God or Whatever it is who rule this massive world, would you still complaining and fight for eliminating those differences? 

then i'd ask you one interesting question 
if we are now the same, would we still arguing each other?
No wonder, i'd say HELL YEAH. What do you think?


I heard uncertain voices say "NO", but definitely more voices say "YES"


So, if it's a YES, why would we fight for those differences? why would we hate others who don't behave, think, and dress like us? 


Why oh Why my Dear friends??


one of the scene in this movie pictured how the non moslems treat the moslems or the people's who they suspect as moslems. Not nice at all !!!

They could've done something better than that! For God sake, they are SMART and for me, it's not an action to protect their selves but really, it's such a humiliation for their own selves. 

MISCONCEPTION and Surely 1 sided point of view is the main cause.     
i am in a state very confident to shout this phrase out loud. 
why so? 

Because i -once- lived in among those non-moslems. 
i felt how hard it is to be a minority figure among those majority

i knew how much effort you need to make your smooth entrance among those people who have pretty different cultural background, skin color and not to mention the expressed emotion. 

i had the intrapersonal fight about should i do my religion responsibilities while those people didn't even pick any religion as i do or shouldn't i? 

i experienced  how hard it was to explain something that i wasn't even know exactly what it was about. Jackpot!!!


i felt the confusion about how should i behave as an Indonesian among those Australian, while there's a 'hurricane' between Indonesia-Australia diplomacy. 


I know those things perfectly and to be honest, it was kinda bumpy road for me. For a while, i lost my track and i'm proud to declare that.
i wasn't fail. i fell but then i was back on my own feet. Also, i got the special Bonus.. I am now not the same old Nhira, i am the Brand New Nhira.

Khan acted as genuine as he is. he said everything which cross his mind. he said YES when he thought that's the only word he should say and also his heart shone because of his humanity. 

was it enough to make others accept him as the way he is? that he's a moslem? 
No... It was not. 


i acted as genuine as i could be. i smiled to pretty much everyone i passed by. i respected older people and i heart those little kids. i tried to explore everything. i didn't argue much and i tried to live my life to the fullest. 

When abu bakar Ba'asyir was released from jail and from any other accusations, my heart pumped hard. he was accused for the Bali Bombing and few australians are the victims. it's really natural if they strafe me with questions about the released and it's not impossible if then they perceive me as their enemy. I couldn't even dare to imagine how mean they would be to me. NOT EVEN ONCE...

i tried to cheer myself though 
you've done such a tremendous thing Nhira. You never did any harm to them. why worry?
Well,, Were those good deeds enough? for most of moslems or Indonesian in America, those things were NEVER enough. And i thought, these australians will do pretty much the same thing.  God, screw Me!!


Then i realize that God loves me so much for not putting me on that kinda situation. my friends' and neighbor's reaction toward this matter was really unbelievable. 

Instead of alienating me or  offending me, they were really supportive (if not) wise. 
they once asked 
what do You think about Ba'asyir Nhira?
i had no answer but 
personally, i don't heart him. even tough they said he's clean. i think he's not that clean.. although i'm an Indonesian, i don't support the adjudication.
everything i said were really something that cross my mind. i didn't try to please anybody but myself. 

And when finally one of them said 
Listen Nhira,,, If you think we would across you just because this Ba'asyir thingy or anything about indonesia-australia diplomacy, we have to say we're sorry to disappoint you. We are NOT going to do that to You. most importantly, how can we do that to you?
i stood in real silence
couldn't even say a word or even breath..

You are such a nice girl. You smile almost everytime. You never do any harm to us and we believe you won't (he smiled). This business is about we and you. even tough there's a war between our country, it means NOTHING. Because all that matter is about YOU whom we see eveyday, hang out with us everyday, and smile to us everyday. Damn others!!

WOW!!! it was a breath taking moment
i could do nothing but said 
Thanks, That's very sweet of You all
I wasn't even dare to think this moment would happen, not even a sec
but it happened..

those people who live in Manypeaks, about 40kms in the south of Albany tought me how you should see someone through his heart

those people who always work really hard in the farm have a lot better understanding about differences and how to cope with that. 



 3 of us are different in skin colors, culturally background and mother tongue.
i am from Indonesia, jasmin is originally from germany and Kate is the australian.
can't we be best friends? 


 see the difference here? 
are we all alike? 
No..
Then should we hate each other because we are different?


Family isn't a term for groups of people who share the same blood,
but also emotionally bound. 
This is My Family..

 They are the Best parents in the whole world..
Proudly to say, they are from 2 different countries and cultures
and they share the same language called LOVE

It's not wrong, It's not right. It's just different

and there's nothing wrong about living in the differences

You know what? the simplest word i know is "I", the sweetest word i know is "LOVE" and the only thing that remind me of that is 'YOU'

i LOVE You my Dear friends and family, because we are DIFFERENT

Saturday, 10 April 2010

Bahasa Langit

Lihat langit itu
Cerah dengan Cyrus bertebaran disana-sini

Perhatikan pula si kuning penguasa langit siang
Tersenyum dengan bangganya
entah apa yang dadanya busungkan

Apapun itu, 
Aku tak mengerti

Sinarnya Jauh dari abadi
Posisinya tak selamanya berada di puncak kepala
Lalu kenapa ia begitu pongahnya? 




Lihat Langit itu
Tak banyak kunang-kunang putih pendamping Bulan terlihat

Kemana perginya sang sahabat Bulan? 
Lelahkah ia?
atau ...
Malu kah mereka bersanding menghadapi dunia?



Lihatlah langit itu
Semburat warna melontarkan berbagai mimpi

Sebuah awal
pangkal dari segala misteri 

Bukan untuk diungkap
Melainkan untuk diamati

Pikirkan 

dan Akhirnya resapi




Tak patut berkata
Karena memang kata tak berarti lagi

Tak patut bertindak
Karena memang tenaga tak lagi ada 

Terdiam kah? 

Jangan coba jawab

Amatilah semua 

Pikirkan 

Lalu Resapi..




Lihatlah langit itu
Biru dan bersih

Terlihat menenangkan
tapi juga terlalu biasa 


apakah memang selalu begini? 
Tak lagi mampu membedakan 


Mata terasa buta
Hati perlahan tumpul




Lihatlah Langit itu
abu-abu bergerak menuju kelam

Sinar mengejutkan muncul sesekali
dimanapun ia merasa nyaman 

riuh rendah gemuruh 
entah apa yang diributkan


Lihatlah langit itu
dihiasi awan gemuk menghitam

Turunkan semua bebanmu wahai awan
Lepaskan muram durja

Berikan kesegaran dengan titik-titik air mu
Berikan  kenyaman paru-paruku dengan mengecup uap mu
Berikan ketenangan dengan sentuhan mu  
 
 

Friday, 2 April 2010

Aku? Seperti apa aku?

What is Your Temperament?
Pertanyaan ini mengusikku saat sekilas aku membaca pertanyaan ini di salah satu kuis di Facebook. 
Bohong kalau aku bilang aku nggak pernah ikut kuis ginian
Bohong juga kalau aku bilang aku nggak tertarik hal ginian

Passion aku ada di bidang Psikologi, jelas aja ketertarikan untuk hal-hal ini pastilah sangat wajar. 
Beberapa buku pernah aku baca dan sembari membaca aku pun membanding-bandingkan berbagai macam karakter yang ada di buku dengan karakterku sendiri. 

Kebanyakan hasil menunjukkan bahwa aku adalah orang yang MELANKOLIS

ini adalah deskripsi MELANKOLIS berdasarkan kuis FB terakhir yang aku ikuti...
You are a deep ocean and just as violent.

You are emotional and thoughtful, artistic and musical. Even if you don't draw or play an instrument, art and music play a big part in your life. You are talented and creative.

You are philosophical and poetic. Sometimes that me...ans you create a piece of art or poetry, and sometimes it means you have a new idea or a new way of approaching something.
You are always an original.
You underestimate yourself and are sensitive. You put others before yourself. You feel their pain. When someone has a problem, they come to you. Not to solve it, but to cry with them.
You are analytical and conscientious. Even with all this analysis you are idealistic. You appreciate beauty.
You see things others miss, and can feel a problem coming like a chill before the rain.
You are orderly and organized and strive for perfection in everything you do.
You value things, people, resources. You are very focused on the details.

You make friends cautiously and the friends you have are few and very close to you.
You are very faithful and devoted. You value loyalty and can become resentful if betrayed. You seek out special people who see your depth and beauty and they travel with you for long friendships.
You have a deep concern for other people and will listen to their complaints. People rely on you.

Last but not the least, You are Introvert: The Resident Genius.
Wow,,,bahkan aku pun amaze dengan hasil yang diungkap oleh tes beberapa pertanyaan ini.
Singkirkan segala penjelasan tentang validitas dan reliabilitas secara statistik, karena memang tidak ada yang bisa membuktikannya kecuali aku sendiri.

Dari 14 poin yang dijabarkan, aku menemukan diriku sendiri tertaut pada 12.5 poin.
Kok ada setengahnya sih? *maksa banget
Karena emang kalimat ini cuma setengahnya doang yang aku banget :)) *Yup, maksa emang :)


Ahh well,,, intinya sebenarnya bukan aku yang ingin mengekspos diri atau bahkan mempromosikan si kuis facebook ini. Melainkan lebih kepada proses mengenal diri kamu sendiri.

Di beberapa post sebelumnya aku pernah bilang bahwa "LIFE IS A PROCESS"

Proses disini termasuk dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mengenal diri kamu sendiri.
Jangan salah yah, Mengenal diri kamu sendiri itu JAUH lebih susah daripada mengenal orang lain.
Karena untuk melakukan ini, kamu harus bisa Jujur dengan diri kamu sendiri.

Jujur atas semua hal yang kamu inginkan,,,
Jujur atas semua pengalaman (baik itu pengalaman manis dan pahit) dalam hidup kamu
Jujur tentang apa yang sebenarnya ada di pikiranmu,,
Jujur dengan Perasaan kamu,,

Dengan apa kamu bisa melakukan itu semua?
salah satunya adalah dengan Dialog Intrapersonal. 

Dialog ini adalah dialog yang kamu lakukan dengan diri kamu sendiri. 
simple memang, tapi susah. 

Hmm,,,Ayo kenali diri kamu sendiri!!!
Karena dengan begitu, kamu bisa jadi PRIBADI YANG BRILIAN