Sunday, 28 March 2010

A for my Exam

I know i'm (kinda) doing "suicide" right now..
in the middle of TONS and TONS of uni assignment, i bump myself for posting something,,,
Well,,,i'm wet anyway, why don't just make it ALL wet??

Beberapa hari ini, aku bener-bener menghadapi satu keadaan dimana aku benar-benar harus mengeluarkan pemikiran dan tenaga ekstra.

Tugas kuliah semakin menjadi-jadi, seakan berkejar-kejaran tiada henti.
Nggak ada satu malam pun yang aku lewatkan tanpa browsing buat tugas, merangkai kata-kata yang aku buat seindah mungkin untuk menyelesaikan tugas dan saat waktu menunjukkan tengah malam, baru badan ini mampu berbaring lurus sambil merancang "Tugas apa yang harus diselesaikan esok hari?"

Phew,,,
 Amanah sebagai Kormanit KKN juga cukup menyita pemikiran dan tenagaku. Tak ada yang bilang bahwa mengendalikan sejumlah manusia dengan segala jalan pemikirannya adalah hal yang mudah. itu pula yang aku rasakan.

Berbagai macam kepentingan dan prioritas harus berusaha aku sesuaikan dengan tujuan yang telah aku set dari awal. Belum lagi bila harus berbenturan dengan keinginan pribadi aku sebagai seorang Manusia, bukan sebagai Ketua ataupun embel-embel lainnya..
Hmfh....
Dengan seleksi AFS yang only around the corner, posisi aku sebagai PI AFS Yogya membuat aku harus mengontrol jalannya persiapan-akhir seleksi. PLUS urusan hostingku.. Harus mempersiapkan home interview bagi calon hostfam, ngurus kepulangan anak hosting disini..
Wew,,,

Kalau memang mau ngeluh, kayaknya 3 hal diatas sudah lebih dari cukup untuk membuat aku teriak
TIME OUT!!!
tapi sayangnya, ini bukan sebuah permainan bola atau basket dimana kamu bisa minta rehat sejenak, sekedar duduk dan minum buat menyegarkan diri dan kemudian kembali bertarung di jalanan..

YOU GOTTA DEAL WITH IT!!!
Lelah,,,memang LELAH...
aku juga sering bilang 1 kata ini di beberapa postinganku sebelumnya dan hal ini masih belum berubah.
Kondisi badan akhir-akhir ini pun tidak begitu mendukung semua kegiatanku.
Tapi akankah mengeluh akan selalu membawa manfaat?

Sharing sama teman memang terkadang membawa kesejukan tersendiri, tapi apakah intensitas sharing yang terlalu sering dengan topik yang sama tidak akan menjemukan? 
Aku pribadi tentunya akan merasa Jenuh..

So,,i won't see it as a huge obstacle, cause actually it isn't..

aku selalu menganggap bahwa
Life is a life time Learning,,, It's a PROCESS, so i gotta do it by steps
Karena pemahaman itu, aku selalu merasa bahwa selain "jabatan" aku sebagai Mahasiswi Psikologi UGM, aku juga Mahasiswi (entah semester berapa) di University of Life.

suatu universitas dimana aku akan terus menjadi mahasiswinya dan tentunya sebagai mahasiswi univesitas ini aku harus selalu siap menghadapi Ujian-ujiannya yang tak pernah dinyana kapan datangnya dan nilainya pun tak bisa selalu aku dapatkan dengan cepat. terkadang aku bisa mendapatkan hasilnya dengan cepat dan kontan, entah itu baik atau buruk. tapi terkadang, hasilnya baru bisa aku dapatkan bertahun-tahun kemudian (bahkan disaat yang tak pernah aku bayangkan)...

This is how this University works...
nilainya memang tak selalu dapat diprediksi kapan keluarnya (karena walaupun ada SIA nya, SIA universitas ini tak akan pernah lekang oleh waktu dan tak akan pernah dikejar deadline), 1 hal yang pasti, nilai yang diberikan Universitas ini akan KONTAN...

hanya orang-orang yang pantas mendapatkan nilai A, yang akan mendapatkan nilai A.
Kumpulkanlah dosen-dosen killer di seluruh Universitas di dunia, aku rasa tak akan ada 1 dosen pun yang mampu memberikan nilai seKONTAN dosen-dosen di Universitas ini.

Karena dosen-dosen universitas ini merupakan dosen-dosen handal yang tahu apa yang mereka kerjakan dan mereka mampu mengenali siapa yang berhak mendapatkan nilai A dan siapa yang mendapatkan nilai E.

Tak ada konflik kepentingan, yang ada hanya penilaian atas semua hal yang telah kita kerjakan

Tak perlu takut mereka akan berat sebelah, karena mereka akan adil

Tak perlu takut mereka akan menyalahkan jawaban kita karena jawaban yang kita berikan tak ada di hand out kuliah yang diberikan, karena mereka bukan tipe dosen yang hanya mencari satu jawaban. Terlebih lagi, TIDAK PERNAH ada hand out kuliah. Kamu hidup dimana? disitulah kamu belajar. Hanya itu prinsipnya.
Simple...Tapi bukankah sesuatu yang simple itu yang justru susah untuk dicapai?
 Nilai A ini yang ingin aku dapatkan..
No matter how hard it is
No matter how much tears that i'd wipe
No matter how tiring it is

I know it's a war that really worth to do..
It's hard to get an A for the University of Life's exam but it's not that impossible

Saturday, 13 March 2010

Titania


Nama gadis itu Titania
Bukan tanpa alasan orang tuanya memberinya nama Titania, Titania melambangkan kekuatan dan memang begitulah Titania.
Badannya tidak lah besar, cenderung kecil malah
Tubuhnya yang tak begitu tinggi tapi sesuai dengan postur tubuhnya
Wajahnya menyunggingkan senyum dan menggelegarkan tawa beberapa kali, tapi saat ia terdiam hanya terlihat wajah kuat dengan sorot mata yang berubah-ubah sesuai perasaannya saat itu.
Sekilas ia tampak sama dengan gadis pada umumnya, tapi lihatlah jauh ke dalam mata dan jiwanya. Ia sekuat namanya,,,Titania..

“Sakit ini telah mencapai stadium lanjut, hanya pengobatan dengan dosis tinggi yang akan membantumu. Tapi itu pun tak akan membuatmu sehat seperti sedia kala”

Titania kaget, diapit kedua orang tuanya tidak membuatnya dapat menerima kabar ini dengan tegar. Kekagetan itu tergambar dengan jelas, tapi ia tak membiarkan kabar itu menghancurkannya
“Lalu apa yang akan terjadi dok?”
akhirnya suara titania terdengar
Dokter pun hanya menggeleng, tidak rela membiarkan kabar besar ini diterima oleh gadis mungil yang berusaha tampak tegar di depannya.

“ini suntik aku yang ke lima, setelah suntikan ke enam aku nggak boleh menyuntikkan obat ini lagi ke tubuhku. Dosisku cukup sampai disitu dan aku pun akan kembali ke keadaan sakitku seperti dulu lagi”  cerita Titania di suatu siang.

Tampang teman-temannya yang mendengarkan cerita titania sangatlah beragam. Ada yang menunduk, seakan takut untuk mendengar lebih banyak lagi. ada yang memandang Titania dengan kedua tangan menggenggam tissue yang sudah siap di bawah mata, Ada yang menatap wajah Titania langsung, seakan berusaha mencari tanda-tanda jatuhnya air mata. Tapi tidak, tidak ada tanda air mata itu akan turun. Seorang gadis mungil itu, mampu menghadapi penyakit yang mampu merenggut masa depannya itu dengan tegar. Sekali lagi kawan, dia Titania… tidakkah itu cukup?

“Dia orang yang selalu ada dan mampu memahami aku dan yang terpenting lagi, dia membuat aku bahagia. Tidakkah alasan itu cukup untuk membuatku memilihnya menjadi pendampingku? Dia merelakan waktu  istirahatnya aku ambil  untuk mengantarku ke berbagai tempat yang aku inginkan, dia mau memberikanku banyak hal walaupun ia dalam keterbatasan, dia mau menghadapi segala keegoisan dan kemanjaanku, dia mau berbagi segala kepenatanku dan yang terpenting, dia selalu mau berada di sisiku saat aku benar-benar butuh dukungan!!. ”
“aku ada di posisi aku saat ini, karena dia ada di sampingku. Lalu haruskah aku berpisah darinya?” 

Titania terlihat gamang saat mengatakan ini. Dia tak lagi tampak sekuat namanya, karena memang saat ini ketegarannya diuji. Salah satu tonggak penyangganya terancam hilang. Itu meresahkannya, secara batiniah, dia terguncang.

Mirza, lelaki yang selama ini telah begitu sabar dan memperhatikannya terancam pergi dari hidupnya. Bukan karena perasaan mereka yang berubah. Aku piker, walaupun bumi ini berguncang hebat dan merusakkan semua jaringan di dunia ini, perasaan mereka berdua tak akan berubah. Terutama perasaan Mirza pada Titania. Lalu mengapa?
Alasan paling klasik tetapi paling mendasar, yaitu ketidaksetujuan orang tua. Hidup di budaya Timur membuat masyarakatnya memandang pernikahan bukan hanya sebagai suatu persatuan antara sepasang laki-laki dan perempuan, melainkan persatuan dua buah keluarga. Apalagi Titania dan Mirza merupakan tipe anak yang memiliki kedekatan emosional dengan kedua orang tuanya. Mereka (terutama Mirza) lebih memilih untuk berpisah dibandingkan berhubungan –apalagi menikah- tanpa diiringi restu orang tua.


“Aku salah apa? Kenapa kesulitan seakan menjadi nama tengahku?” suara lelah Titania menutup untaian kata-katanya saat itu.
Bukan salah siapa-siapa, Titania. Ini semua memang sudah Takdir Tuhan yang sudah kamu sanggupi keberadaannya sesaat  sebelum kamu memperdengarkan tangisanmu di dunia ini.
Semua hal yang kamu hadapi serasa saling membelit dan tak akan membiarkanmu lepas. Karena memang begitulah adanya. Rantai kapal tak akan melepaskan kapal sampai si kapal sudah siap untuk berangkat. Dalam hal ini, kehidupan Titania selalu dijerat berbagai hal. Sakitnya, teman-temannya, Mirza, orang tua, permasalahan hidup adalah segelintir penjerat yang akan selalu ada sampai pada masa yang akan ditentukan.


1 thing at a time,

Aku selalu suka kalimat itu, karena kalimat itu menunjukkan bahwa setiap hal selalu terjadi pada masanya. Tak perlu memaksakan terjadinya sesuatu, karena kalau memang itu akan terjadi, maka terjadilah. Tak perlu mencari strategi jitu untuk membuat sesuatu yang terkesan mustahil menjadi sesuatu yang pasti terjadi.
Kita berhak bermimpi dan kita wajib untuk berusaha mewujudkan impian-impian itu. Hal terakhir yang dapat kita lakukan adalah berdoa dan berharap semoga apa yang kita inginkan terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan. Karena memang begitu adanya…

Teruntuk Titania-ku dan Titania-Titania lainnya,,
Berjuta ucapan salut dan pujian-pujian dari ku memang tak akan pernah cukup untuk menggambarkan kekagumanku, apalagi  membuat segala hal menjadi lebih baik. Satu hal yang pasti, semua manusia butuh dukungan, begitu pula Titania.
Pakailah sepasang telinga ini bila engkau butuh sepasang telinga ini untuk mendengarkan semua ceritamu
Pakailah bahu ini bila memang engkau butuh sandaran bagi kepalamu yang berat
Pakailah kedua tangan ini bila engkau butuh sentuhan penenang
Pakailah jari-jari ini bila memang engkau membutuhkannya untuk menghapus bulir air matamu
Izinkanlah hati ini untuk tertawa dan menangis bila memang engkau butuh hati lain untuk berbagi
Hanya dukungan ini yang bisa aku berikan dan semoga itu membuatmu semakin kuat
 




Friday, 12 March 2010

Learn to love Yourself

Don't you ever wish you were someone else,
You were meant to be the way you are exactly.
Don't you ever say you don't like the way you are.
When you learn to love yourself, you're better off by far.
bagi yang belum tahu, tulisan diatas adalah potongan lirik lagu Stay the Same by Joey McIntire

lagu lawas memang, tapi entah kenapa beberapa hari ini aku sukaaaa banget dengerin lagu ini diantara beribu-ribu lagu yang ada di playlist winamp ku. 
entah mungkin ini pengaruh alam bawah sadarku yang menuntut "pelepasan kebutuhan" tertentu..

Entahlah, aku sedang malas berteori saat ini :))
1 hal yang jelas, saat aku benar-benar mendengarkan lirik lagu ini, secara nggak langsung aku tersindir dan pasti akan banyak orang yang tersindir *sok-sok nyari temen*

Jujur aja deh, semua pasti pernah merasakan atau paling tidak terbersit pemikiran 
coba aku jadi si A..
(I, My self were on that situation few times and i have no regret to admit that, because it's true and it's so natural :) )

Pasti pernah di satu waktu kita merasa 
seharusnya aku jadi kaya dia,, aku nggak mau jadi aku yang begini
sadar nggak kalau dengan menyatakan berbagai kata-kata itu kamu bukannya menolong diri kamu sendiri, justru malah makin menenggelamkanmu dalam lubang dalam yang bodohnya dirimu sendiri yang buat? 
It's a pity,,but it happens. 

Kita terkadang nggak sadar kalau sebenarnya kita "bersinar" dengan cara kita masing-masing.
karena itu di dunia ini nggak hanya ada satu warna, ada beribu warna di dunia ini. 

sering lihat ini?
 
 PELANGI 
iya, pelangi..

Kenapa banyak orang yang mengatakan bahwa pelangi itu bagus? 

Karena WARNA nya...
ada banyak warna yang berbeda dan kemudian bergabung menjadi satu. 
bayangkan kalau warna di dunia ini hanya ada satu, apa indahnya pelangi? 
bahkan pelangi pun tak akan mungkin ada.

Begitu juga manusia kan? 
apa serunya kalau hanya ada 1 jenis manusia di dunia ini? 
kebayang kacau nya dunia kalau semua wanita ingin seperti Miss universe dan semua pria ingin seperti Mr. Universe ?

Semua orang sudah punya "jatah tugas" masing-masing di dunia ini
ada yang berperan sebagai pemimpin, pendamping dan penyokong..

kalau kita bisa sadar tugas apa yang kita emban di dunia ini, kita nggak akan pernah mau menjadi orang lain. 
Tuhan itu adil, dia akan memberikan tugas sesuai dengan kemampuan kita. 

Lalu apakah baik bila kita marah karena telah mendapatkan tugas yang paling pas dan pasti bisa kita selesaikan?
apakah wajar bila kita kemudian mencak-mencak dan meminta tugas itu diganti dengan satu tugas yang bahkan kita tak tahu kemana itu akan membawa kita? 
Tak perlu menjadi peneliti untuk tahu, bahwa semua manusia memang secara lahiriah selalu mencari suatu kepastian dalam hidupnya.


I think that you could be whatever you wanted to be
If you could realize, all the dreams you have inside.
Don't be afraid if you've got something to say,
Just open up your heart and let it show you the way.
kembali dikutip dari lagu yang sama,,
kita nggak perlu menjadi orang lain untuk jadi apa yang kita mau
karena semua yang kita inginkan itu ada di hati kita
tanya hati kita lalu ajak otak untuk berunding tentang strategi apa yang harus dijalankan

It's as simple as that, 
yang kamu perlukan adalah dialog intrapersonal yang jujur..
seberapa sering kamu bertanya kepada hatimu?
seberapa baik hubungan hati dan otak mu? 

Believe in yourself, you will come alive
percaya sama diri kamu sendiri
karena kalau bukan kamu yang memulai untuk percaya sama diri kamu sendiri, siapa yang akan percaya? 

are you believe in yourself?



Saturday, 6 March 2010

Lelah berbuah sunggingan senyum

Lihat tampang lelahmu dan wajah pusingmu, karena suatu saat kamu akan mengingatnya dengan senyum bangga dan berkata "akhirnya aku berhasil"
kata-kata ini tiba-tiba muncul dalam pikiranku disaat aku dan Isya sedang  membicarakan balada KKN via twitter. 

walaupun kami nggak sekelompok, tapi pengalaman dan kesusahan akibat KKN ini benar-benar menghantam kami semua :) dan itulah yang mempersatukan kami yang beda kelompok ini.

LELAH,,jujur aku lelah. 
lelah fisik dan batin..
menerima amanah sebagai ketua seperti ini harus benar-benar bisa membagi waktu. 
apalagi kegiatanku tak hanya KKN ini,
masih ada tugas-tugas kuliah di semester ini yang seakan tak henti menggoda untuk diselesaikan ditambah lagi kegiatan AFS..

Jujur lagi,,saat ini aku ada di poin mengacuhkan anak hosting ku,,
Judith, maafkan aku yah..
Biarlah dida menjalankan tugas sebagai CPmu :)

Hhhh,,,aku nggak mau post kali ini menjadi postinganku yang desperate..

selelah apapun, aku harus berusaha dan BANGKIT
Karena aku tahu aku bisa..

aku dipilih sebagai ketua bukan tanpa alasan dan bukan tanpa kepercayaan
Kepercayaan itu yang harus dijaga. 

ini amanah dan bagaimanapun amanah itu adalah tanggung jawab
tanggung jawab itu nantinya akan dipertanyakan..
Jadi,, HARUS LAKUKAN YANG TERBAIK NHIRA 

kelelahan ini tak akan ada artinya,,
Visualisasikan senyum kebanggaanmu saat mengatakan "AKHIRNYA AKU BERHASIL"
karena itu yang akan terjadi nantinya (atas izin Allah SWT)

Mengutip kata Ibunya Irwan 
 memang kita tidak boleh mengatur, tetapi kita minta pengaturan-Nya

Ya Rabb, Nhira minta pengaturanMu yang terbaik,,,
Nhira telah berusaha sekuat tenaga dan akan terus berdoa,
hasilnya akan sepenuhnya Nhira serahkan pada Mu

in the mean time, i'd always keep in mind that one day i'm going to be succeess :)




Thursday, 4 February 2010

Bewitched by ...

Banyak hal yang dapat membuat seorang Nhira terdiam, mengangakan mulutnya tanpa sadar dan menahan nafas barang beberapa detik saking terpesonanya

Tapi, kalau boleh jujur,,
sedikiiiiit sekali hal yang benar-benar membuatku hampir kehabisan nafas, mengalami serangan lutut lemas mendakak dan tak lupa senyum-senyum sendiri sambil mata memancarkan sinar yang tak terdefinisi

salah satu hal yang dapat menghasilkan efek samping diatas adalah 
 
JIKUSTIK 
Tiap kali jikustik tampil di layar kaca, aku akan selalu usahain BANGET buat nonton..
gimanapun caranya,,,

pernah pas waktu itu di kos, aku belum ada tv pribadi n sejak jauh-jauh hari aku udah tahu kalau Jikustik bakal manggung di salah satu stasiun tv nasional. Demi ngeliat mereka nih,,,saat itu juga aku langsung bilang sama salah satu mbak kos aku yang punya tv, nanyain kira-kira bisa nggak aku "numpang" di kamarnya sebentaaar aja buat ngeliat mereka perform. 

bayang pun,,, aku tuh orang yang cenderung nggak suka mengandalkan  dan ngerepotin orang lain dan sekarang demi Jikustik aku rela deh ganggu mbak kos ku bentar untung liat aksi mereka. 

Saat ngeliat mereka yah,,,SUMPAH!!!! aku bakal cuma diam, mata lurus ke arah tv dan frekuensi berkedip akan berkurang drastis. bibir tak hentinya membentuk senyuman kecil dan kalau mau tau? Jantung rasanya berdegup sangat kencang dan sangat lambat dalam waktu yang bersamaan. 

Ckckckckck...
cuma itu yang bisa keluar dari bibir ini 
Pastinya dong yah, diantara sekelompok bintang yang bersinar akan ada bintang yang sinarnya paling terang, 
aku juga gitu tuh. 
Aku CINTA MATI sama jikustik, tapi tetep ada 1 orang yang bener-bener aku CINTA..
he's one if Jiks personils named Icha 
 
Icha a.k.a Aji Muhammad Mirza Ferdinand Hakim 

God, kalau si Mulan Jameela bilang 
kau adalah mahluk Tuhan yang paling seksi 
then i'd say Ichaku adalah mahluk Tuhan yang paling indah :P
right, in my eyes he's so damn perfect. 

Pernah nih ya akhirnya aku ketemu sama dia FACE TO FACE,,
Ya Allah,,,lutut rasanya lemeeeees banget..
posisi dia tuh di depan aku
harusnya kalau aku lagi punya akal sehat, aku bakal langsung manggil dong yah

Tapi?? what did i do??
i was like cursed...
i was immobile..

akal sehatku cepat mengambil alih dan akhirnya tanpa pikir panjang aku teriak rada nyaring 
Mas Icha, salaman dong !!!

Hahahaaha,,,,,beribu banyak kalimat yang ada,,
aku malah minta salaman sama Icha.. :P

tapi...tapi...tapi...it was really worth it loh,,
Icha langsung berbalik, senyum dan bibirnya berkata 
Eh iya,,,boleh!!! (Sambil ngulurin tangannya)
pas akhirnya kita salaman pun, aku udah rasanya mau lumer...hehehe
*even thinking about it now makes me act kinda crazy 

apalagi nih,,,saat akhirnya aku mengekor dia dan akhirnya nebelin muka untuk minta dia foto berdua. 
and as i predicted before, he said YES
 
akhirnya,,,,Icha dan Aku

Pagi tadi nih, kegilaanku akan si mas satu ini keulang LAGI DAN LAGI 
tadi pagi Icha perform di Dahsyat, 
aku udah tahu berita ini dari minggu lalu, jadi langsunglah aku taruh event ini di reminder hp ku (Just in case, otakku yang sangat brillian ini melupakan hal yang sangat penting ini :P)

jadilah tadi pagi aku nonton icha perform di Dahsyat,,
n oh My...
He's as gorgeous as what i always imagine :P

 

udah ada 2 album solo yang dilahirkan Icha sejauh ini
album pertama Yang Jauh Disana,,,

sempat rada tersanjung sih sebenernya, abis album ini keluar pas aku lagi nggak ada di Indonesia. 
pas banget kan?? Yang jauh disana

sekarang,,Icha datang dengan album baru lagi.
judul albumnya Bintang Yang Bersinar



udah tahu single baru dalam album kedua nya ini? 
judulnya Terimalah Maafku (Pujaanku)

seriously, this sing is really deep and drop dead beautiful :)

kalau buka blog aku juga langsung disuguhi playlist kan? 
check out the song on the top of playlist, itu lagunya Icha :)

here's the video 

so what are you waiting for??
Get his CD NOW...

i'd lead my feet to the nearest CD store as well

PS::: next time i'd write another thing about Jikustik and also about this gorgeous man

Tuesday, 2 February 2010

Indonesia Panas, Semangat Membara

Makin hari terasa makin panas nggak sih?
cuma aku aja yang ngerasa atau yang lainnya juga?

Akhir-akhir ini semua hal makin panas
Nggak cuma cuaca yang kisarannya 35 derajat celcius dengan humidity nya yang ampun-ampunan, ngebuat hampir tiap orang nggak bisa lepas dari yang namanya AC, kipas angin atau bahkan lembaran kertas yang dialih fungsikan sebagai kipas dadakan barang beberapa menit,,

SEMUA HAL...
mulai dari gosip perceraian selebritis, kisah mengharu birunya kehidupan para "sosok impian" itu seakan nggak berhenti wara-wiri di televisi

Kasus Bank Century yang kalau makin dilihat makin kehilangan esensi inti yang dicari,,
mungkin agak telat untuk komen sekarang, tapi bener-bener deh geram aja denger komen yang beredar akhir-akhir ini, but i'll have a go..

PANSUS yang harusnya jadi pihak yang bisa jadi pembuka jalan, malah kaya jadi arena orang-orang yang pamer intelektualitas.
oke sih ya, mereka punya jabatan sebagai anggota DPR yang Terhormat dengan background pendidikan yang "mumpuni", tapi dilihat dari aksi mereka di beberapa sidang PANSUS, kebanyakan dari mereka justru memperlihatkan beberapa hal yang seharusnya tidak diperlihatkan oleh orang-orang seperti mereka.

mereka kan seharusnya menjadi pihak netral yang diujung pemeriksaannya nanti dapat memberikan hasil mengenai apa yang sebenarnya terjadi serta mempertimbangkan mengenai label "bersalah" atau "tidak bersalah" yang dapat ditujukan ke beberapa orang yang terlibat.

menurut pendapatku, apa yang PANSUS lakukan malah cenderung langsung nge judge orang-orang yang duduk di "kursi pesakitan" itu sebagai orang yang bersalah. pertanyaan dilontarkan dengan emosi yang meluap-luap dengan bahasa yang terkadang jauh dari kesan berpendidikan. BAHKAN mereka mempermasalahkan penggunaan kata yang digunakan disaat rapat dan kemudian mengaitkannya dengan filsafat penggunaan bahasa. 
for God Sake, would you please get yourself on track??

Okey, FYI this post doesn't mean to harm or insult someone out there, i'm just trying to say what i think. 

Masyarakat diluar sana sibuk dengan kasus triliunan rupiah bank Century, tapi mereka ngelupain kaum minoritas (yang mungkin jumlahnya akan terus membengkak menjadi separuh penduduk Negeri) yang tersebar di penjuru Indonesia yang bahkan untuk memikirkan makanan apa yang akan dimakan hari ini pun tak bisa.

Dalam headline berita beberapa hari ini, banyak sekali berita yang meneriakkan nama-nama kemiskinan dan kesengsaraan. 

Sinar, gadis kecil yang harus melakukan semua pekerjaan rumah (and i really mean ALL HOUSEWORK) sekaligus bersekolah. kenapa begitu? karena ibunya lumpuh sejak beberapa tahun lalu. sehingga ia harus mengatur dan melakukan semua pekerjaan rumah sambil mengurus ibunya. bayangkan, anak umur 7 tahun melakukan berbagai macam pekerjaan yang tampak sepele tapi ribet itu. bisakah kamu melakukannya?

Jujur disaat aku berumur 7 tahun, aku TIDAK BISA melakukan hal itu semua. memasak air pun aku tak bisa. hebat banget kamu dek..

lain lagi dengan cerita si Bilqis. adek kecil ini malah harus berjuang dengan sakit kuning di usianya yang masih sangat sangaaat belia. bayi yang hanya bisa digendong ini terlihat hanya tidur diam, sesekali bergerak. kalaupun ia bangun, mata pun rasnaya tak tega menatap mata dan keseluruhan tubuhnya. tubuhnya yang berkulit sawo matang seakan bercampur dengan warna kuning, matanya pun terlihat kuning. 

Simpati masyarakat pun mengalir dalam gerakan Koin untuk Bilqis

cuma 2 kasus itu? 
masih banyak kawan,,

Pernah dengar kasus penjualan bayi? 
Yup, bayi itu dijual langsung oleh ibunya seharga Rp 3.800.000,00. Rp 800.000 digunakan untuk membayar biaya persalinan dan Rp 3.000.000 sisanya untuk membayar bayinya. kenapa sang ibu tega? 
karena saya nggak punya uang untuk membiayai anak saya
Jujur sekali alasan ibu itu..
Tega sekali memang, tapi alasan sang ibu juga sebenarnya patut dimaklumi walaupun bukan berarti dibenarkan. 

Kasus bayi hydrochepalus (aku lupa nama bayi dan asalnya), 
umurnya juga masih dalam hitungan bulan, tetapi kepalanya sudah besaaaar sekali. 
lagi-lagi tak ada yang bisa dilakukan oleh keluarga, karena mereka tak ada biaya untuk mengobati buah hati mereka. 

Hmmm,,,terlalu berlebihan kah saya kalau akhirnya saya mengatakan bahwa sekarang, para penduduk yang hidup di bawah standar kehidupan normal kembali dicabut haknya atas 1 hal? 

orang miskin DILARANG untuk SAKIT

Ya Allah, ini potret Negriku yang katanya Zamrud Khatulistiwa. Negeri yang dulunya berjaya dan sekarang mulai timbul tenggelam di "dunia persilatan". mengutip kata Shakespeare 
when trouble comes, they come not in single spies, but in batallions
sepertinya memang itu yang terjadi saat ini di Indonesia. kalian tak perlu diingatkan mengenai apa saja yang terjadi kan? 

then again, should we just quit? 
if you choose so, go ahead. i'd choose my own path. cited from Gandhi's 
you must be the change you wish to see in the world

If you want a better life, CHANGE!!!


Semua masalah ada pangkalnya kan? semua yang berpangkal itu SELALU ada ujungnya.

Ayo kita cari ujung penghabisan dari masalah kita, Kawan!!!


Monday, 1 February 2010

GPA, Graduation and things

"Graduates of Yale University, I apologize if you have endured this type of prologue before, but I want you to do something for me. Please, take a good look around you. Look at the classmate on your left. Look at the classmate on your right.

Now, consider this: five years from now, 10 years from now, even thirty years from now, odds are the person on your left is going to be a loser. The person on your right, meanwhile, will also be a loser. And you, in the middle? What can you expect? Loser. Loser hood. Loser Cum Laude.

In fact, as I look out before me today, I don’t see a thousand hopes for a bright tomorrow. I don’t see a thousand future leaders in a thousand industries. I see a thousand losers. You’re upset. That’s understandable. After all, how can I,Lawrence “Larry” Ellison, college dropout, have the audacity to spout such heresy to the graduating class of one of the nation’s most prestigious institutions?

I’ll tell you why. Because I, Lawrence “Larry” Ellison, second richest man on the planet, am college dropout, and you are not. Because Bill Gates, richest man on the planet-for now anyway-is a college dropout, and you are not. Because Paul Allen, the third richest man on the planet, dropped out of college, and you did not. And for good measure, because Michael Dell, No.9 on the list and moving up fast, is a college dropout, and you, yet again, are not.

Hmm … you’re very upset. That’s understandable. So let me stroke your Egos for a moment by pointing out, quite sincerely, that your diplomas were not attained in vain. Most of you, I imagine, have spent four to five years here, and in many ways what you’ve learned and endured will serve you well in the years ahead. You’ve established good work habits. You’ve established a network of people that will help you down the road. And you’ve established what will be lifelong relationships with the word “therapy.” All that of is good.

For in truth, you will need that network. You will need those strong work habits. You will need that therapy. You will need them because you didn’t drop out, and so you will never be among the richest people in the world. Oh sure, you may, perhaps, work your way up to #10 or #11, like Steve Ballmer. But then, I don’t have to tell you who he really works for, do I? And for the record, he dropped out of grad school. Bit of a late bloomer.

Finally, I realize that many of you, and hopefully by now most of you, Are wondering, “Is there anything I can do? Is there any hope for me at all? Actually, no. It’s too late. You’ve absorbed too much, think you know too much. You’re not 9 anymore. You have a built-in cap,and I’m not referring to the mortarboards on your heads.

Hmm … you’re really very upset. That’s understandable. So perhaps this Could be a good time to bring up the silver lining. Not for you, Class of ’00. You are a write-off, so I’ll let you slink off to your pathetic $200,000-a-year jobs, where your cheques will be signed by former classmates who dropped out two years ago.

Instead, I want to give hope to any underclassmen here today. I say to you, and I can’t stress this enough: leave. Pack your things and your ideas and don’t come back. Drop out. Start up. For I can tell you that a cap and gown will keep you down just as surely as these security guards dragging me off this stage are keeping me down…”


(speech by: Lawrence Ellison, second richest man on the planet, Oracle’s CEO)

Thursday, 21 January 2010

gara-gara durian dan lai

Rumah memang selalu menjadi tempat paling nyaman buatku
walaupun di rumah banyak keribetan dan terkadang lebih santai dan tenang di kos, tetap saja,,
pulang ke rumah adalah hal yang sangat aku tunggu-tunggu

sekarang aku sudah di rumah
menulis dengan si kecil alya yang berceloteh ramai tentang tayangan sirkus yang ada di televisi beserta nenek yang mulutnya tak henti berdecak kagum melihat para pemain sirkus beraksi. 

this is when HOME is very quiet

Nggak jarang memang, rumah besar ini akan mejadi HEBOOOOH banget. 
nggak perlu sekompi pasukan untuk membuat rumah ini ramai, 
kadang hanya butuh 5 orang, atau bahkan 2 orang bisa membuat rumah ini ramai.
walaupun 1 kompi pasukan juga akan membuat rumah ini seakan hampir roboh karena suaranya yang STEREO abis. Hahaha,,,

Jadi ceritanya, kemaren itu (20/1/2010) adalah hari kedua aku ada di rumah. 
setelah seharian mati lampu (Yeah, hampir lupa kalau balik ke samarinda = siap-siap mati lampu), sore-sore saat papa, mama, sama Nhadia sudah pulang dari aktivitas sehari-hari, datang sepupuku yang baru pulang kerja sama Papanya. 

paginya, sepupuku yang cowok, si Reza, udah datang duluan. dia datang dengan Mamanya, karena mengaku bosan di rumah. FYI, reza ini lagi dalam masa pemulihan habis tabrakan. jadi wajah serta badannya masih penuh dengan codet-codet hasil mencium aspal. Walhasil, si alya pun sama sekali nggak berani deket-deket sama dia, jangankan mendekat, melihat mukanya dari jauh aja, dia nggak mau. dia akan buru-buru memalingkan wajah kalau lewat ruangan yang ada reza nya. 
alya abis bangun tidur dan masih menolak ngeliat Reza


si reza

singkatnya, di Samarinda kan lagi musim durian dan lai ni
berhubung aku datang, jadilah rumahku penuh durian dan lai.


siapa aja juga tahu kalau membuka durian memang harus penuh tenaga
jadilah, papa dan Kiki (sepupuku) yang diberi kehormatan untuk membuka durian dan lai itu. 
aku dan lainnya?? cukuplah menunggu buah-buah itu terbuka dan berebutan mengambil dagingnya. 
believe me, nyorakin oknum pembuka durian dan lai sudah membuat rumah ini seakan bergetar karena ributnya. ada-ada aja yang dikomentarin 
Ya ampun, papa sampai keringat dingin nih buka duriannya 
hahaha,,,salah buka nih si Kiki.. masa sampai dagingnya ikut kebelah
wahh,,enak nih...enak nih...dagingnya warnanya gini, enak pasti nih..manis deh
belum lagi kalau buahnya sudah kebuka, 6 orang penunggu setia buah yang dibuka akan mulai merangsek maju dan menyambar buahnya. not to mention, 2 orang pembuka buah pun nggak mau kalah 
waah,,,kita harus dapat ni om..masa kita yang buka kita yang nggak dapat? (kiki berkata ke papaku dengan penuh esmosi...sabar BU!!!!) 
papa makan duren

hebohnya kiki buka duren

penunggu duren setia

orang-orang baru pulang kerja, langsung alih profesi jadi pembuka durian

si duren

Kiki si pembuka duren

duren terakhir

Hhhh,,,hal-hal seperti ini yang selalu membuatku kangen akan ke hebohan rumahku
walaupun di kos bisa santai dan tenang, 
aku tetap memilih kehebohan yang seperti ini

apalagi kalau ada duren sama lai nya :P


 

Sunday, 17 January 2010

My silent witnesses

Surely, there are people and things that follow the whole or maybe only part of  your life journey
it's such a huge lie if  i say that that statement of mine is wrong.
i do have people who watch me grow, see the activities of mine and also be there when i feel like i wanna balance my own life.


the thing i want to share now is about THINGS that follow my life journey.
all right, maybe it's kinda silly, but i wanna make a confession that not anyone knows.
i have such a huge bonding -if you don't call it weird- towards my bedrooms
i don't know why it happens, but it just happens.
every time i'm away from home, the thing i miss first is my bedroom.


i miss lying myself on my comfy bed. FYI my bed isn't a feather bed yet air bed. it's just an ordinary sponge bed.


i miss cuddling my pillows
sneak into my blanket when the fan made the room so freezing
and beyond that, i miss my personal thought and talking when i'm alone, right to the place where i feel really comfortable.


if you ask me, where's my comfort zone?
i'd all of the sudden answer "MY BEDROOM"


since i was born until now, i have 7 bedrooms.
quiet a few surely,,
but each bedrooms has their own personal story.


my first one was my baby till i 8 years old.
this room was on my grandma's house. i had lots n lots wicked story about this bedroom.
i used to sleep here with my parents and may parents and also my little sister.
what story in my kiddies time do you want to know?
1 of the happy story was when i finally have my own bed...
such a cute bed though, 2 layers bed with all pinkish bedsheet.
 and Ooohh...when i was little, i used to ask my mum and dad to make the milk. i always have the "boss feeling" after i decide who should make my milk tonight. hahaha
sad story?? surely when my mum got angry with me :)
i also remember when there was a thief who tried to steal from this bedroom.
he tried to steal at midnite, luckily my dad hadn't slept yet. so it was quiet easy for him to know when there was something wrong going on.


if i have the chance to have myself riding the time machine, i'd love to be back on this "bedroom" time.
pure and innocent bedroom for someone like me.




second bedroom,,
i got this bedroom when my family finally move to a new house.
actually i didn't live in this house quiet long, i bet it's only 3 or 4 years.
but that didn't mean i never have wicked experience in that bedroom of mine..
it's my bedroom of my OWN. i own this room for myself..



i remember when i slept late only to make summary for my interschool competition, when i made my own calendar and also when i was sick and grumbeling random things..
then finally i was moving in to my grandma's again,,
because my grand dad died and my grandma needed more company in her big house. 
then it lead me to my 


third bedroom..
i stayed at this room since i was on 6th grade till my 11st grade. 
this is where i spent my teen's life..
lots of stormy days, fear, hopes, everything!!
this room is a place where i started to read before i sleep and this habit grow,,until now. 
this room is also place where i spent my days n night to prepare for my exchange year. 
all expectation, fear, all gather in one..
then finally i move to my 


fourth bedroom
this bedroom is located miles away from my hometown, Samarinda..
this cute bedroom is in Albany, Western Australia.
my bedroom for about 11 months. 

if this room could talk, then you might hear this room tell you about the joy when i experienced something new and challenging, it will tell you about the nights that i spent only for crying because of my homesick, the nights that i spent while i was so in love with the novels and wrote my diaries, tried to put everything which happen on that day into words, days when this room was extremely messy, when it's loaded with stuff that i wanted to fit in my suitcase. my activities when i tried to make a book for my host fam, my smile when i finally see my sun flower grew directly to my bedroom window, sneaked into the blanket when winter came, my look when finally morning came then i have to made myself out of the bed. 
 
 



especially, this room wouldnt forget to tell you about my bitter sweet feeling when i finally made my way to Albany an also my last night in this beautiful bedroom before i headed back to my hometown then finally met my new bedroom.


my fifth bedroom..
it's in my grandma's, basically i'm back to my first bedroom
but now, this bedroom is now on its fresh look. 
quiet different to my old one. 
this is my room where i planned my future, where i imagined all of my dreams, studied (not too) hard for my final exam, sometimes also felt the emptiness, questioned myself, tried to figure everything out...



oohh,,life goes on. then i moved to Yogyakarta for a better future. 
this is where i found my 


sixth bedroom 
it's a quiet small room actually, especially if you compare it to my fifth.
apart of that fact, i love this bedroom. 
this is a place where i stepped my new life in yogyakarta. 
this is a place where i watched lots n lots films, reality show etc and then i smiled, laughed out loud and also cried. 



this is a place where i and my uni mates gathered to do assignments, gossiping, talked heart to heart, even made the birthday presents. 
a place where i hung few inspiring words, pray, vision board, pictures, birthday greetings and presents..
this is also a place where i questioned myself (again), when i felt desperate, confuse, afraid, anxious..
but,,this is also a place where i made few decisions upon my consideration to be success and finally achieve my dreams..
i stayed at this room for about 2 years then i chose to move to...


my seventh bedroom..
this is a place where i'm sitting and writing this post. 
i just moved into this bedroom yesterday. 
such a tiring day, i assure you. 
day full of sneezing and now i'm having a bit of fever. 
still a lot more days to come. 
the days wont be as smooth as i want it to be, but i believe i can pass those days very well. 






i know it's kinda silly to write such a long post only to tell you about my bedrooms. 
i always believe that i have such a strong bond towards my bedroom..
i don't know why, but one thing i know is


my bedroom is my comfort zone, where i can do everything i want. without no one else has to say NO

and, it's not only ordinary bedroom


my bedrooms are my silent witnesses.

those bedrooms know me perfectly, it'd reveal the deepest side of Nhira that no one would knows.